Dunia adalah negeri ujian, tidak ada seorang manusiapun melainkan akan diuji dengan kesehatan dan kelapangan untuk mengetahui sejauh mana ia akan mensyukurinya dan ia juga akan diuji dengan musibah dan kesempitan untuk mengetahui sejauh mana ia akan bersikap sabar menghadapi ujian tersebut.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).” (QS. al-A’rof: 168)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. al-Baqoroh: 216)

Maka dari itu, hendaklah seorang hamba yang ditimpa penyakit, tidak merasa cemas, takut, dan selalu dirundung duka, akan tetapi hendaklah ia bersabar dan menjadikan rasa sakitnya sebagai wahana beribadah. Ketahuilah, rasa sakit itu datang sebagai kasih sayang Allah yang dikirim untuk menghapuskan dosa dan mengangkat derajat seorang hamba.

Dan sesungguhnya di balik sakit itu terdapat hikmah dan pelajaran bagi siapa saja yang mau memikirkannya, di antaranya adalah:

Menghapuskan Dosa & Menyucikan Jiwa

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Apa saja musibah yang menimpa kamu maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Alloh memaafkan sebagian besar (dari kesalahan kesalahanmu).” (QS. asy-Syuro: 30)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallohu ‘anhu, bahwasanya Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Ada apa denganmu wahai Ummu Saib kenapa engkau menggigil?” Ia menjawab, “Demam (ya Rosululloh), semoga Alloh tidak memberkahinya,” maka Rosululloh berkata, “Janganlah engkau menghina demam, karena sesungguhnya ia bisa menghapus dosa anak cucu Adam sebagaimana bara api bisa menghilangkan karatan besi.” (HR. Muslim: 6735)

Mendapatkan Pahala Tak Terhingga Di Akhirat

Itu merupakan balasan dari sakit yang diderita sewaktu di dunia, sebab kepahitan hidup yang dirasakan seorang hamba ketika di dunia akan berubah menjadi kenikmatan di akhirat.

Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Manusia pada hari kiamat menginginkan kulitnya dipotong-potong dengan gunting ketika di dunia, karena mereka melihat betapa besarnya pahala orang-orang yang tertimpa cobaan di dunia.” (HR. Baihaqi: 6791, lihat ash-Shohihah: 2206)

Allah Berada Di Dekat Orang Sakit

Dalam hadits qudsi, Alloh berfirman :

“Wahai manusia, si fulan hambaKu sakit dan engkau tidak membesuknya. Ingatlah seandainya engkau membesuknya niscaya engkau mendapatiKu di sisinya.” (HR. Muslim: 6721)


Dikutip dari Majalah Adz-Dzakhiirah oleh Ustadz Fadlan Fahamsyah, Lc., M.H.I (Anugerah Yang di Anggap Musibah)

Topics #Anugerah Musibah #fadlan fahamsyah #Faedah Sakit #Hikmah Ujian #sabar dan sakit #Ujian Sakit