Efek Bid’ah Hasanah

efek-bidah-hasanah-ustadz-zainal-abidin

Kajian bersama ustadz Zainal Abidin, Lc. dengan tema “Efek Bid’ah Hasanah”. Tema kali ini diangkat karena saat ini kita sudah jarang  mendengar kata bid’ah, bahkan kita cenderung membaur dengan bid’ah hasanah. Kita mulai tidak tahan dengan tuduhan dan pendapat miring tentang ajaran agama kita, tujuan dari tuduhan dan pendapat miring itu dilontarkan agar kita tidak istiqomah diatas sunnah. Bid’ah adalah segala sesuatu atau apa-apa saja yang diada-adakan dalam masalah agama yang tidak didukung dengan landasan. Semua bid’ah adalah sesat, tidak ada istilah bid’ah hasanah dalam islam. Perbuatan para sahabat nabi walaupun tidak ada contoh dari Rasulullah Shalallahu “Alaihi Wassalam akan tetapi apabila perbuatan tersebut dibiarkan oleh beliau maka itu menjadi sunnah taqririyah bukan bid’ah hasanah.

Dihadapan bid’ah tokoh agama terbelah menjadi 3 kelompok besar. Pertama yaitu kelompok tokoh agama yang mendukung bahkan membela bid’ah dengan memberikan label hasanah agar kemudian bid’ah hasanah ini dapat diterima. Ini adalah tokoh agama yang ingin terus menjaga eksistensi bid’ah demi untuk kepentingan sesaatnya. Yang kedua adalah kelompok yeang mengenali kebenaran dan ingin menyiarkan, menyampaikan, serta menjelaskan tentang bid’ah dan tidak takut akan celaan dan makian yang mungkin akan diterimanya. Banyak diantara tokoh yang menyampaikan kebenaran tentang bid’ah kemudian di cap sesat. Kemudian kelompok yang ketiga adalah kelompok tokoh agama yang cuek.

Mengapa bid’ah merajalela disaat ini? Pertama adalah hal ini disebabkan karena banyak ulama yang diam. Terkadang ada yang dilisan berkata tidak akan tetapi perbuatan mereka mengiyakan dengan dalih mereka merasa tidak enak karena berbaur dengan masyarakat awam. Banyak dari kita yang merasa tidak enak terhadap manusia akan tetapi lalai terhadap Rabb yang telah menciptakan langit dan bumi beserta isinya. Dengan adanya pembiaran seperti ini berujung pada munculnya pembenaran terhadap bid’ah hasanah. Hal ini sangat berbahaya karena ketika para ulama hanya diam saja saat bid’ah ini berkembang maka ini akan menimbulkan kesan negatif. Walaupun saat ini untuk menyuarakan dan menentang bid’ah sangatlah sulit dan perih, akan tetapi ulama tidak dapat diam saja. Karena pada saat para ulama diam saja ketika bid’ah merajalela maka ini akan menjadi asas hancurnya agama. Apalagi penyebab bid’ah merajalela saat ini? Simak kajian ini selengkapnya dan dapatkan faedah ilmu yang banyak didalamnya.

Simak:   Ma'rifatullah Jalan Untuk Menyempurnakan Iman Kepada Nya
Total
4
Shares
1 comment
Tinggalkan Balasan
Previous Post
mengambil-ibraoh-dari-kisah-nabi-ismail

Siroh: Mengambil Ibroh Dari Kisah Nabi Ismail

Next Post
Tausiyah singkat bersama Syaik Dr. Ziyad Al Abadiy dengan tema “Bersyukur Atas Nikmat Sebelum Datang Bencana”, pembahasan tausiyah singkat ini merupakan ajakan agar kita banyak bersyukur atas nikmat Allah. Saat ini kita berada dalam kenikmatan yang hanya dapat dihitung oleh Allah. Pujilah Allah atas nikmat-Nya kepada kalian karena keutamaan yang diberikan Allah sangatlah besar dan banyak. Bersyukurlah atas nikmatnya dan bersabarlah atas musibahnya. Apabila engkau ditimpa oleh musibah maka bersabarlah dan berharap pahala atasnya. Allah berfirman: وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nahl : 18) Anda dapat menyimak kajian ini selengkapnya dalam format audio maupun video di https://aliman.id/bersyukur-atas-nikmat-sebelum-datang-bencana/

Bersyukur Atas Nikmat Sebelum Datang Bencana

Related Posts