Radio Suara Al-Iman 846 AM & Al-Iman TV – Radio & TV Dakwah Surabaya https://aliman.id Sarana Penyubur Keimanan Thu, 12 Sep 2019 11:39:58 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.2.4 https://aliman.id/site/wp-content/uploads/2019/01/logo-250-150x150.png Radio Suara Al-Iman 846 AM & Al-Iman TV – Radio & TV Dakwah Surabaya https://aliman.id 32 32 SMS Center: 0877 7000 0846 <br /> Telepon (gangguan teknis): 031-3710074 <br /> Email: info@aliman.co.id<br /> <br /> Alamat:<br /> Radio Suara Al-Iman 846 AM Surabaya<br /> d.a. Gedung STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya, lantai 3<br /> Jl. Sidotopo Kidul no. 51<br /> Surabaya - 60152<br /> Jawa Timur<br /> <br /> <br /> <br /> Youtube: youtube.com/suaraalimantv<br /> Facebook: facebook.com/radiosuaraaliman<br /> Twitter: twitter.com/suaraaliman<br /> Instagram: instagram.com/suaraaliman<br /> Telegram: telegram.me/suaraaliman<br /> Website: https://aliman.id Al Iman clean episodic Al Iman info@aliman.co.id info@aliman.co.id (Al Iman) Sarana Penyubur Keimanan Radio Suara Al-Iman 846 AM & Al-Iman TV – Radio & TV Dakwah Surabaya https://aliman.id/site/wp-content/uploads/2018/07/itunes.jpg https://aliman.id Pentingnya Mencari Jodoh Yang Bertakwa https://aliman.id/mencari-jodoh/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mencari-jodoh Tue, 10 Sep 2019 01:00:39 +0000 https://aliman.id/?p=908 https://aliman.id/mencari-jodoh/#respond https://aliman.id/mencari-jodoh/feed/ 0 <p>“Pentingnya Mencari Jodoh Yang Bertakwa”, faedah kajian yang disampaikan oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri,Lc. Setiap orang pasti menginginkan untuk membangun…</p> <p>The post <a rel="nofollow" href="https://aliman.id/mencari-jodoh/">Pentingnya Mencari Jodoh Yang Bertakwa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://aliman.id">Radio Suara Al-Iman 846 AM & Al-Iman TV - Radio & TV Dakwah Surabaya</a>.</p> “Pentingnya Mencari Jodoh Yang Bertakwa”, faedah kajian yang disampaikan oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri,Lc. Setiap orang pasti menginginkan untuk membangun rumah tangga yang bahagia. Untuk mencapai kehidupan rumah tangga yang bahagia sangat penting untuk mencari jodoh yang bertakwa.

Dalam setiap pernikahan pasti ada masalah yang terjadi baik itu penikahan yang berjalan 1 tahun, 3 tahun ataupun yang sudah berjalan lama. Diantara masalah itu perceraian merupakan masalah terbesar dalam sebuah rumah tangga. Akan tetapi yang perlu dipahami adalah bukan ada masalah atau tidak ada masalah akan tetapi bagaimana mencari solusi. Disinilah pentingnya untuk mencari jodoh yang bertakwa. Karena ketika kita memiliki pasangan yang bertakwa, ketika ditimpa masalah maka akan kembali kepada Allah. Allah berfirman:

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا [٢] وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ 

Artinya: Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. (QS. Ath-Thalaq 2-3)

Dari ayat diatas Allah telah memberi petunjuk agar hambanya yang memiliki masalah untuk bertakwa maka niscaya Allah akan memberikan jalan keluar. Disinilah pentingnya mencari jodoh yang bertakwa ketika ditimpa badai rumah tangga maka akan dihadapi dengan bertakwa kepada Allah untuk mendapatkan solusi terbaik.

Simak Faedah Kajian dengan tema bermanfaat lainnya: Faedah Mencatat Ilmu, Tipu Daya Syaiton, Manusia Tidak Pandai Bersyukur

The post Pentingnya Mencari Jodoh Yang Bertakwa appeared first on Radio Suara Al-Iman 846 AM & Al-Iman TV - Radio & TV Dakwah Surabaya.

]]>
“Pentingnya Mencari Jodoh Yang Bertakwa”, faedah kajian yang disampaikan oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri,Lc. Setiap orang pasti menginginkan untuk membangun… “Pentingnya Mencari Jodoh Yang Bertakwa”, faedah kajian yang disampaikan oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri,Lc. Setiap orang pasti menginginkan untuk membangun rumah tangga yang bahagia. Untuk mencapai kehidupan rumah tangga yang bahagia sangat penting untuk mencari jodoh yang bertakwa.









Dalam setiap pernikahan pasti ada masalah yang terjadi baik itu penikahan yang berjalan 1 tahun, 3 tahun ataupun yang sudah berjalan lama. Diantara masalah itu perceraian merupakan masalah terbesar dalam sebuah rumah tangga. Akan tetapi yang perlu dipahami adalah bukan ada masalah atau tidak ada masalah akan tetapi bagaimana mencari solusi. Disinilah pentingnya untuk mencari jodoh yang bertakwa. Karena ketika kita memiliki pasangan yang bertakwa, ketika ditimpa masalah maka akan kembali kepada Allah. Allah berfirman:



وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا [٢] وَيَرْزُقْهُ مِنْ
حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ
عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ 



Artinya: Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan
mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada
disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah
akan mencukupkan (keperluan)nya. (QS. Ath-Thalaq 2-3)



Dari ayat diatas Allah telah memberi petunjuk agar hambanya yang memiliki masalah untuk bertakwa maka niscaya Allah akan memberikan jalan keluar. Disinilah pentingnya mencari jodoh yang bertakwa ketika ditimpa badai rumah tangga maka akan dihadapi dengan bertakwa kepada Allah untuk mendapatkan solusi terbaik.



Simak Faedah Kajian dengan tema bermanfaat lainnya: Faedah Mencatat Ilmu, Tipu Daya Syaiton, Manusia Tidak Pandai Bersyukur
]]>
Al Iman clean 4:37 <iframe width="320" height="30" src="https://aliman.id/?powerpress_embed=908-podcast&amp;powerpress_player=mediaelement-audio" frameborder="0" scrolling="no"></iframe> Pentingnya Mencari Jodoh Yang Bertakwa &ndash; Radio Suara Al-Iman 846 AM &amp; Al-Iman TV - Radio &amp; TV Dakwah Surabaya Setiap orang pasti menginginkan untuk membangun rumah tangga yang bahagia. Untuk mencapainya sangat penting untuk mencari jodoh yang bertakwa. agama islam,faedah kajian,kajian agama,mencari jodoh,mencari jodoh yang bertakwa,tausiyah agama,tausiyah singkat,mencari jodoh
Manusia Tidak Pandai Bersyukur https://aliman.id/manusia-tidak-pandai-bersyukur/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=manusia-tidak-pandai-bersyukur Tue, 20 Aug 2019 14:04:43 +0000 https://aliman.id/?p=896 https://aliman.id/manusia-tidak-pandai-bersyukur/#respond https://aliman.id/manusia-tidak-pandai-bersyukur/feed/ 0 <p>“Manusia Tidak Pandai Bersyukur”, faedah kajian yang disampaikan oleh Ustadz Ali Ahmad bin Umar. Banyak manusia tidak pandai bersyukur atas…</p> <p>The post <a rel="nofollow" href="https://aliman.id/manusia-tidak-pandai-bersyukur/">Manusia Tidak Pandai Bersyukur</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://aliman.id">Radio Suara Al-Iman 846 AM & Al-Iman TV - Radio & TV Dakwah Surabaya</a>.</p> “Manusia Tidak Pandai Bersyukur”, faedah kajian yang disampaikan oleh Ustadz Ali Ahmad bin Umar. Banyak manusia tidak pandai bersyukur atas nikmat Allah. Dulu kita lahir tidak bisa berjalan Allah beri kekuatan untuk berjalan. Punya mata belum bisa melihat Allah beri penglihatan, lalu diberikan pendengaran dan juga pakaian-pakaian. Semuanya Allah berikan, ilmu begitu pula harta. Tetapi setelah kita dapat semua yang diberikan Allah, manusia tidak pandai bersyukur atas nikmat dari Allah. Manusia cenderung kepada dunia dan lalai kapada Allah.

Manusia hanya berpikir mengenai harta dunia sehingga tidak pandai bersyukur terhadap Allah. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihiwassalam bersabda “kalaulah dunia itu berharga seperti sayap seekor lalat. Niscaya Allah tidak akan memberikan setetes air pun kepada orang kafir.” Allah berfirman:

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Artinya: Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.(QS Al A’raf 179)

Simak juga faedah kajian: Faedah Mencatat Ilmu, Tipu Daya Syaiton

The post Manusia Tidak Pandai Bersyukur appeared first on Radio Suara Al-Iman 846 AM & Al-Iman TV - Radio & TV Dakwah Surabaya.

]]>
“Manusia Tidak Pandai Bersyukur”, faedah kajian yang disampaikan oleh Ustadz Ali Ahmad bin Umar. Banyak manusia tidak pandai bersyukur atas… “Manusia Tidak Pandai Bersyukur”, faedah kajian yang disampaikan oleh Ustadz Ali Ahmad bin Umar. Banyak manusia tidak pandai bersyukur atas nikmat Allah. Dulu kita lahir tidak bisa berjalan Allah beri kekuatan untuk berjalan. Punya mata belum bisa melihat Allah beri penglihatan, lalu diberikan pendengaran dan juga pakaian-pakaian. Semuanya Allah berikan, ilmu begitu pula harta. Tetapi setelah kita dapat semua yang diberikan Allah, manusia tidak pandai bersyukur atas nikmat dari Allah. Manusia cenderung kepada dunia dan lalai kapada Allah.









Manusia hanya berpikir mengenai harta dunia sehingga tidak pandai bersyukur terhadap Allah. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihiwassalam bersabda “kalaulah dunia itu berharga seperti sayap seekor lalat. Niscaya Allah tidak akan memberikan setetes air pun kepada orang kafir.” Allah berfirman:



وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ
وَالْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ
بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ
بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ
أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ



Artinya: Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.(QS Al A’raf 179)



Simak juga faedah kajian: Faedah Mencatat Ilmu, Tipu Daya Syaiton
]]>
Al Iman clean 3:24 <iframe width="320" height="30" src="https://aliman.id/?powerpress_embed=896-podcast&amp;powerpress_player=mediaelement-audio" frameborder="0" scrolling="no"></iframe> Manusia Tidak Pandai Bersyukur &ndash; Radio Suara Al-Iman 846 AM &amp; Al-Iman TV - Radio &amp; TV Dakwah Surabaya Banyak manusia tidak pandai bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah. Manusia cenderung kepada dunia dan lalai kapada Allah. agama islam,bersyukur,kajian agam,kufur nikmat,kurang bersyukur,tausiyah,tausiyah singkat,tidak pandai bersyukur,ustadz ali ahmad bin umar,bersyukur
5 Cara Mudah Beramal Sholeh https://aliman.id/cara-mudah-beramal/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=cara-mudah-beramal Fri, 16 Aug 2019 00:00:28 +0000 https://aliman.id/?p=885 https://aliman.id/cara-mudah-beramal/#respond https://aliman.id/cara-mudah-beramal/feed/ 0 <p>“5 Cara Mudah Beramal Sholeh” adalah tema Mutiara Nasihat yang akan disampaikan oleh ustadz Abdul Basith Lc., M.Pd. pada kesempatan…</p> <p>The post <a rel="nofollow" href="https://aliman.id/cara-mudah-beramal/">5 Cara Mudah Beramal Sholeh</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://aliman.id">Radio Suara Al-Iman 846 AM & Al-Iman TV - Radio & TV Dakwah Surabaya</a>.</p> “5 Cara Mudah Beramal Sholeh” adalah tema Mutiara Nasihat yang akan disampaikan oleh ustadz Abdul Basith Lc., M.Pd. pada kesempatan ini. Sebagai seorang hamba kita sepatutnya senantiasa bersyukur atas nikmat yang diberikan kepada kita semua. Tentunya nikmat-nikmat tersebut ketika kita mensyukurinya kita wujudkan dalam hati kita, yaitu meyakini nikmat tersebut datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kita dapati bahwasannya tidak semua manusia diberikan kemudahan dalam melakukan amal sholeh. Maka di sini ada beberapa hal yang bisa menjadikan seseorang itu mudah dalam beramal sholeh. Karena orang yang merasakan kesulitan pasti ada sebab sebabnya kenapa dia  sampai sulit dalam beribadah. Mengapa dia sampai susah dalam melakukan amal sholeh, pasti ada sebabnya. Maka disini penting sekali bagi kita untuk mengetahui langkah mudah beramal sholeh. Apa saja cara-cara agar kita diberikan kemudahan dalam beramal sholeh.

Apa Saja Cara Mudah Beramal Sholeh?

Cara mudah beramal sholeh yang pertama adalah hendaknya kita mempelajari ilmu agama. Hendaknya kita mendalami masalah-masalah agama. Karena memang seseorang tidak mungkin akan bisa beribadah dan beramal saleh kecuali dia memiliki ilmu, kecuali dia memiliki pengetahuan tentang agama. Dengan ilmu seseorang akan mengetahui bagaimana dia beribadah kepada Allah. Dengan ilmu seseorang akan mengetahui mana perbuatan yang baik dan mana perbuatan yang jelek. Dan dengan ilmu seseorang akan tahu mana hal-hal yang halal mana hal-hal yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ketika seseorang memiliki ilmu, dia akan tahu mana yang bisa mengantarkan ke surga nya Allah dan mana yang bisa menjerumuskan ke dalam neraka Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan dengan ilmu seseorang akan bisa termotivasi untuk melakukan amal ibadah dan untuk melakukan kebaikan. Karena pada hakikatnya nya semua manusia yang terlahir di dunia ini dalam keadaan jahil, dalam keadaan tidak tahu apa-apa. Oleh sebab itu berilmu adalah langkah mudah mudah beramal sholeh yang pertama.

Memurnikan Tauhid

Setelah berilmu, cara mudah dalam beramal yang kedua adalah dengan kita memurnikan tauhid. Apabila kita selalu menjaga tauhid kita, yaitu kita berusaha untuk memurnikan segala macam bentuk ibadah amal shaleh kita tujukan hanya kepada Allah semata. Yang kita harapkan hanya pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala bukan sesuatu yang lain. Bukan pujian manusia, bukan pula balasan materi duniawi dan balasan balasan yang lain. Kita hanya berharap pahala di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, ini adalah bentuk dari tauhid kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Maka inilah yang akan bisa memudahkan kita untuk melakukan amal sholeh. memurnikan tauhid adalah langkah mudah untuk beramal sholeh yang sangant penting untuk kita lakukan. Di manapun kita berada dan kapanpun waktunya baik saat yang ramai bersama orang lain atau ketika tidak ada orang lain kecuali kita sendiri. Dan kita yakin bahwasanya Allah selalu mengawasi kita dan akan memberikan balasan setiap amal kita. Sehingga ini yang akan memberikan motivasi kepada kita untuk selalu bisa melakukan amal shaleh sampai kita meninggal dunia.

Berdo’a Merupakan Cara Mudah Beramal Sholeh

Kemudian yang ke tiga cara mudah beramal sholeh yang bisa kita lakukan adalah kita selalu berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kita hendaknya senantiasa memohon kepada Allah, meminta kepada Allah. Ini adalah makna berdoa kepada Allah yaitu meminta dan memohon kepada Allah. Memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala untuk senantiasa bisa melakukan amal shaleh. Rasul yang mulia mengajarkan kepada kita sebuah doa agar kita memohon pertolongan Allah untuk bisa beribadah dengan baik.

Nabi kita pernah mengajarkan sebuah doa “Allahumma a’inni ala dzikrika wa syukrika wa husni ibadatik”. Yang artinya ya Allah berikanlah pertolongan kepada aku untuk mengingatmu. Untuk bersyukur kepadaMu, untuk melakukan ibadah dengan baik. Doa tersebut adalah doa yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kepada kita agar kita jangan sampai ujub dengan diri kita. Janganlah kita merasa sombong dengan kemampuan kita karena memang manusia itu diciptakan dalam keadaan lemah, dan membutuhkan pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Maka langkah mudah beramal sholeh yang ketiga adalah berdoa’a. Hendaknya kita setiap saat tidak lepas dari meminta kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala bila kita ingin dimudahkan dalam beramal sholeh. 

Bersungguh-sungguh Dalam Melakukan Amal Sholeh

Berikutnya yang ke-4 cara mudah beramal sholeh hendaknya seseorang memiliki sifat bersungguh-sungguh. Memiliki tekad yang kuat agar bisa melakukan ibadah dan kebaikan kebaikan. Karena Allah hanya akan memberikan kemudahan bagi orang yang benar-benar bersungguh-sungguh dalam melakukan kebaikan. Orang yang malas tidak akan pernah bisa melakukan amal sholeh meskipun dia paham agama. Meskipun dia membaca buku yang banyak dan memiliki pengetahuan yang sangat luas. Karenanya seseorang harus memahami bahwa langkah mudah beramal sholeh itu dapat dilakukan dengan cara bersungguh sungguh.

Akan tetapi apabila dia tidak bersungguh-sungguh untuk beramal sholeh maka tidak mungkin akan diberikan kemudahan dalam beribadah. Bukankah juga nabi kita Shallallahu Alaihi Wa Sallam telah menjelaskan kepada kita bahwa barangsiapa yang benar-benar ingin melakukan kebaikan. Ingin mendapatkan kebaikan maka akan diberikan kemudahan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka dalam beramal sholeh  butuh kesungguh-sungguhan, tidak cukup ilmu saja.

Cara Mudah Beramal Sholeh yang kelima adalah Teman yang Baik

Kemudian yang terakhir cara mudah beramal sholeh itu hendaknya mencari teman yang baik dan mencari lingkungan yang baik. Langkah mudah beramal sholeh dengan mencari teman dan lingkungan yang baik ini sangat berpengaruh bagi seseorang. Apabila temannya buruk maka dia akan terpengaruh diajak pada hal-hal yang buruk. Namun bila dia memiliki teman yang baik maka temannya akan selalu memberikan motivasi kepada nya untuk beramal baik. Temannya akan selalu menasehati nya untuk bertakwa kepada Allah dimanapun ia berada temannya akan selalu mengingatkan dia untuk tetap istiqomah diatas agama Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Temannya akan selalu menginginkan dia melakukan amal-amal yang baik. Demikian pula kalau lingkungan yang baik, lingkungan yang kondusif yang mensupport dan mendukung untuk berbuat amal sholeh itu pun sangat memudahkan seseorang untuk melakukan ibadah kepada Allah dan untuk melakukan amal sholeh.

Ini adalah cara yang dapat ditempuh bagi kaum muslimin yang mungkin masih mendapatkan kesulitan dalam beramal sholeh. Ketahuilah apabila kita ingin diberikan kemudahan dalam beramal saleh hendaknya kita praktekkan cara-cara tersebut.

Simak terus kajian-kajian penuh faedah dari Al Iman TV lainnya. Simak juga: 3 Keberuntungan Seorang Muslim

The post 5 Cara Mudah Beramal Sholeh appeared first on Radio Suara Al-Iman 846 AM & Al-Iman TV - Radio & TV Dakwah Surabaya.

]]>
“5 Cara Mudah Beramal Sholeh” adalah tema Mutiara Nasihat yang akan disampaikan oleh ustadz Abdul Basith Lc., M.Pd. pada kesempatan… “5 Cara Mudah Beramal Sholeh” adalah tema Mutiara Nasihat yang akan disampaikan oleh ustadz Abdul Basith Lc., M.Pd. pada kesempatan ini. Sebagai seorang hamba kita sepatutnya senantiasa bersyukur atas nikmat yang diberikan kepada kita semua. Tentunya nikmat-nikmat tersebut ketika kita mensyukurinya kita wujudkan dalam hati kita, yaitu meyakini nikmat tersebut datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.



Kita dapati bahwasannya tidak semua manusia diberikan kemudahan dalam melakukan amal sholeh. Maka di sini ada beberapa hal yang bisa menjadikan seseorang itu mudah dalam beramal sholeh. Karena orang yang merasakan kesulitan pasti ada sebab sebabnya kenapa dia  sampai sulit dalam beribadah. Mengapa dia sampai susah dalam melakukan amal sholeh, pasti ada sebabnya. Maka disini penting sekali bagi kita untuk mengetahui langkah mudah beramal sholeh. Apa saja cara-cara agar kita diberikan kemudahan dalam beramal sholeh.







Apa Saja Cara Mudah Beramal Sholeh?



Cara mudah beramal sholeh yang pertama adalah hendaknya kita mempelajari ilmu agama. Hendaknya kita mendalami masalah-masalah agama. Karena memang seseorang tidak mungkin akan bisa beribadah dan beramal saleh kecuali dia memiliki ilmu, kecuali dia memiliki pengetahuan tentang agama. Dengan ilmu seseorang akan mengetahui bagaimana dia beribadah kepada Allah. Dengan ilmu seseorang akan mengetahui mana perbuatan yang baik dan mana perbuatan yang jelek. Dan dengan ilmu seseorang akan tahu mana hal-hal yang halal mana hal-hal yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.



Ketika seseorang memiliki ilmu, dia akan tahu mana yang bisa mengantarkan ke surga nya Allah dan mana yang bisa menjerumuskan ke dalam neraka Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan dengan ilmu seseorang akan bisa termotivasi untuk melakukan amal ibadah dan untuk melakukan kebaikan. Karena pada hakikatnya nya semua manusia yang terlahir di dunia ini dalam keadaan jahil, dalam keadaan tidak tahu apa-apa. Oleh sebab itu berilmu adalah langkah mudah mudah beramal sholeh yang pertama.



Memurnikan Tauhid



Setelah berilmu, cara mudah dalam beramal yang kedua adalah dengan kita memurnikan tauhid. Apabila kita selalu menjaga tauhid kita, yaitu kita berusaha untuk memurnikan segala macam bentuk ibadah amal shaleh kita tujukan hanya kepada Allah semata. Yang kita harapkan hanya pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala bukan sesuatu yang lain. Bukan pujian manusia, bukan pula balasan materi duniawi dan balasan balasan yang lain. Kita hanya berharap pahala di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, ini adalah bentuk dari tauhid kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.



Maka inilah yang akan bisa memudahkan kita untuk melakukan amal sholeh. memurnikan tauhid adalah langkah mudah untuk beramal sholeh yang sangant penting untuk kita lakukan. Di manapun kita berada dan kapanpun waktunya baik saat yang ramai bersama orang lain atau ketika tidak ada orang lain kecuali kita sendiri. Dan kita yakin bahwasanya Allah selalu mengawasi kita dan akan memberikan balasan setiap amal kita. Sehingga ini yang akan memberikan motivasi kepada kita untuk selalu bisa melakukan amal shaleh sampai kita meninggal dunia.



Berdo’a Merupakan Cara Mudah Beramal Sholeh



Kemudian yang ke tiga cara mudah beramal sholeh yang bisa kita lakukan adalah kita selalu berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kita hendaknya senantiasa memohon kepada Allah, meminta kepada Allah. Ini adalah makna berdoa kepada Allah yaitu meminta dan memohon kepada Allah. Memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala untuk senantiasa bisa melakukan amal shaleh. Rasul yang mulia mengajarkan kepada kita sebuah doa agar kita memohon pertolongan Allah untuk bisa beribadah dengan...]]>
Al Iman clean 15:31 <iframe width="320" height="30" src="https://aliman.id/?powerpress_embed=885-podcast&amp;powerpress_player=mediaelement-audio" frameborder="0" scrolling="no"></iframe> 5 Cara Mudah Beramal Sholeh &ndash; Radio Suara Al-Iman 846 AM &amp; Al-Iman TV - Radio &amp; TV Dakwah Surabaya Simak Mutiara Nasihat dengan tema "cara mudah beramal sholeh" yang penting untuk kita ketahui agar kita dapat mencapai surga Allah. agama islam,beramal,beramal sholeh,cara mudah beramal sholeh,kajian islam,langkah mudah beramal sholeh,mutiara nasehat,mutiara nasihat,sholeh,tausiyah singkat,cara mudah beramal sholeh
3 Keberuntungan Seorang Muslim https://aliman.id/3-keberuntungan-seorang-muslim/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=3-keberuntungan-seorang-muslim Wed, 24 Jul 2019 17:22:30 +0000 https://aliman.id/?p=852 https://aliman.id/3-keberuntungan-seorang-muslim/#respond https://aliman.id/3-keberuntungan-seorang-muslim/feed/ 0 <p>Mutiara Nasehat oleh Ustadz Mubarak Bamualim Lc., M.H.I dengan judul “3 Keberuntungan Seorang Muslim”. Nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam…</p> <p>The post <a rel="nofollow" href="https://aliman.id/3-keberuntungan-seorang-muslim/">3 Keberuntungan Seorang Muslim</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://aliman.id">Radio Suara Al-Iman 846 AM & Al-Iman TV - Radio & TV Dakwah Surabaya</a>.</p> Mutiara Nasehat oleh Ustadz Mubarak Bamualim Lc., M.H.I dengan judul “3 Keberuntungan Seorang Muslim”. Nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam telah bersabda dalam sebuah hadits dari Abdullah bin Amr Bin al-‘ash radhiyallahu anhuma. Bahwa Nabi Shallallahu wasallam bersabda dalam hadits tersebut kata beliau “Sungguh beruntung orang yang telah memeluk Islam dan dia diberikan rezeki oleh Allah. Rezeki yang mencukupi hal pokok baginya. Dan Allah memberikan kepadanya kepuasan dalam dirinya dari apa yang dianugerahkan Allah kepadanya.”. Dalam hadits ini nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan 3 keberuntungan seorang muslim. Dimana keberuntungan tersebut sangat memberikan ketenangan pada seseorang dalam kehidupannya di dunia ini.

Keberuntungan Seorang Muslim Dalam Kehidupannya

Keberuntungan seorang muslim yang pertama adalah ketika seseorang diberi hidayah oleh Allah untuk memeluk agama Allah yaitu Islam. Allah subhanahu berfirman:

فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ ۖ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

Artinya: Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. (QS. Al An’am 125)

Maka nikmat terbesar yang Allah berikan seorang hamba adalah ketika dia diberi hidayah oleh Allah untuk memeluk agama Islam. Oleh sebab itu dalam rangka meningkatkan keislaman kita marilah kita belajar meningkatkan ilmu dengan membaca. Dan juga bertanya agar kita tetap istiqomah diatas iman Islam yang merupakan nikmat terbesar yang dianugerahkan Allah kepada seseorang.

Keberuntungan Seorang Muslim Diberi Rezeki Oleh Allah

Keberuntungan seorang muslim yang kedua adalah orang yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala rezeki. Rezeki yang mencukupi untuk kehidupannya sehari-hari. Maksudnya adalah mencukupi makanan pokoknya dan keperluan keperluan pokoknya lainnya. Ini adalah satu nikmat yang besar. Karena terkadang seorang yang diberikan oleh Allah rezeki yang banyak, rezeki yang melimpah justru menjadikan hamba itu lalai dari Allah. Tetapi ketika seorang diberikan rezeki oleh Allah dari hal-hal yang pokok. Maka itu adalah satu keuntungan yang besar bagi hamba tersebut. Sehingga dengan demikian ia akan terus bersyukur pada Allah Ta’ala. Ia akan terus menjalin hubungan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam beribadah kepada Allah ketika berdoa kepada Allah dan memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Merasa Puas Atas Nikmat Allah

Seorang hamba, dia akan termasuk orang-orang yang beruntung yaitu tatkala dia diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kekayaan dalam dirinya. Yaitu kepuasan terhadap nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan dia selalu mensyukuri nikmat yang Allah anugerahkan kepadanya. Hal ini adalah keberuntungan seoarang muslim yang ketiga yang Allah berikan kepada seorang hamba. Kekayaan yang sebenarnya adalah ketika seorang puas dengan apa yang diberikan Allah kepadanya. Kemudian senantiasa mensyukuri nikmat Allah yang Allah anugerahkan kepadanya. Dimana ketika dia diberikan sedikit bersyukur dan diberikan banyak pun dia bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Semoga deskripsi singkat ini dapat memberikan faedah bagi kita bersama. Simak terus kajian bermanfaat lainnya dari saluran Al Iman TV.

Simak juga tausiyah singkat: Jika Dia Terjatuh Dalam Kesalahan, Agar Amal Diterima, Wasiat Nabi

The post 3 Keberuntungan Seorang Muslim appeared first on Radio Suara Al-Iman 846 AM & Al-Iman TV - Radio & TV Dakwah Surabaya.

]]>
Mutiara Nasehat oleh Ustadz Mubarak Bamualim Lc., M.H.I dengan judul “3 Keberuntungan Seorang Muslim”. Nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam… Mutiara
Nasehat oleh Ustadz Mubarak Bamualim Lc., M.H.I dengan judul “3 Keberuntungan Seorang
Muslim”. Nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam telah bersabda dalam
sebuah hadits dari Abdullah bin Amr Bin al-‘ash radhiyallahu anhuma. Bahwa Nabi
Shallallahu wasallam bersabda dalam hadits tersebut kata beliau “Sungguh
beruntung orang yang telah memeluk Islam dan dia diberikan rezeki oleh Allah. Rezeki
yang mencukupi hal pokok baginya. Dan Allah memberikan kepadanya kepuasan dalam
dirinya dari apa yang dianugerahkan Allah kepadanya.”. Dalam hadits ini nabi
kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan 3 keberuntungan seorang
muslim. Dimana keberuntungan tersebut sangat memberikan ketenangan pada
seseorang dalam kehidupannya di dunia ini.







Keberuntungan Seorang Muslim Dalam Kehidupannya



Keberuntungan
seorang muslim yang pertama adalah ketika seseorang diberi hidayah oleh Allah
untuk memeluk agama Allah yaitu Islam. Allah subhanahu berfirman:



فَمَنْ
يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ ۖ وَمَنْ يُرِدْ
أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي
السَّمَاءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا
يُؤْمِنُونَ



Artinya:
Barangsiapa
yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia
melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang
dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi
sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa
kepada orang-orang yang tidak beriman. (QS. Al An’am 125)



Maka
nikmat terbesar yang Allah berikan seorang hamba adalah ketika dia diberi
hidayah oleh Allah untuk memeluk agama Islam. Oleh sebab itu dalam rangka
meningkatkan keislaman kita marilah kita belajar meningkatkan ilmu dengan membaca.
Dan juga bertanya agar kita tetap istiqomah diatas iman Islam yang merupakan
nikmat terbesar yang dianugerahkan Allah kepada seseorang.



Keberuntungan Seorang Muslim Diberi Rezeki Oleh Allah



Keberuntungan seorang muslim yang kedua adalah orang yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala rezeki. Rezeki yang mencukupi untuk kehidupannya sehari-hari. Maksudnya adalah mencukupi makanan pokoknya dan keperluan keperluan pokoknya lainnya. Ini adalah satu nikmat yang besar. Karena terkadang seorang yang diberikan oleh Allah rezeki yang banyak, rezeki yang melimpah justru menjadikan hamba itu lalai dari Allah. Tetapi ketika seorang diberikan rezeki oleh Allah dari hal-hal yang pokok. Maka itu adalah satu keuntungan yang besar bagi hamba tersebut. Sehingga dengan demikian ia akan terus bersyukur pada Allah Ta’ala. Ia akan terus menjalin hubungan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam beribadah kepada Allah ketika berdoa kepada Allah dan memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.



Merasa Puas Atas Nikmat Allah



Seorang hamba, dia akan termasuk orang-orang yang beruntung yaitu tatkala dia diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kekayaan dalam dirinya. Yaitu kepuasan terhadap nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan dia selalu mensyukuri nikmat yang Allah anugerahkan kepadanya. Hal ini adalah keberuntungan seoarang muslim yang ketiga yang Allah berikan kepada seorang hamba. Kekayaan yang sebenarnya adalah ketika seorang puas dengan apa yang diberikan Allah kepadanya. Kemudian senantiasa mensyukuri nikmat Allah yang Allah anugerahkan kepadanya. Dimana ketika dia diberikan sedikit bersyukur dan diberikan banyak pun dia bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

]]>
Al Iman clean 6:43 <iframe width="320" height="30" src="https://aliman.id/?powerpress_embed=852-podcast&amp;powerpress_player=mediaelement-audio" frameborder="0" scrolling="no"></iframe> 3 Keberuntungan Seorang Muslim &ndash; Radio Suara Al-Iman 846 AM &amp; Al-Iman TV - Radio &amp; TV Dakwah Surabaya 3 keberuntungan seorang muslim yang sangat memberikan ketenangan dalam kehidupannya adalah memeluk Islam, diberi rezeki Allah dan rasa syukur 3 keberuntungan muslim,kajian islam,kajian sunnah,keberuntungan muslim,tausiayah agama,tausiyah singkat,ustadz Mubarak Bamualim,Keberuntungan seorang muslim
Kajian Aqidah: Keutamaan Kalimat Tauhid https://aliman.id/kajian-aqidah-keutamaan-kalimat-tauhid/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kajian-aqidah-keutamaan-kalimat-tauhid Tue, 06 Nov 2018 00:51:51 +0000 https://aliman.id/?p=230 https://aliman.id/kajian-aqidah-keutamaan-kalimat-tauhid/#respond https://aliman.id/kajian-aqidah-keutamaan-kalimat-tauhid/feed/ 0 <p>Kajian bersama Ustadz Mubarak Buamualim dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2018 bertempat di Sembalun, Lombok mengangkat tema “ Keutamaan Kalimat…</p> <p>The post <a rel="nofollow" href="https://aliman.id/kajian-aqidah-keutamaan-kalimat-tauhid/">Kajian Aqidah: Keutamaan Kalimat Tauhid</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://aliman.id">Radio Suara Al-Iman 846 AM & Al-Iman TV - Radio & TV Dakwah Surabaya</a>.</p>

Kajian bersama Ustadz Mubarak Buamualim dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2018 bertempat di Sembalun, Lombok mengangkat tema “ Keutamaan Kalimat Tauhid”. Bagi kaum muslimin kalimat Tauhid merupakan hal yang penting. Keutamaan kalimat tauhid yang tertanam dalam hati seorang mukmin ketika merenungkan dirinya sebagai hamba Allah yang lemah. Seorang hamba yang tidak memiliki kekuatan apapun kecuali dari Allah. Maka dari itu kita dianjurkan untuk membaca salah satu dari perbendaharaan surge yaitu kalimat “La Haula Wala Kuwwata Illah Billah”. Oleh karena itu ucapan ini hendaknya menjadi dzikir yang seyogyanya selalu kit abaca dan tertanam dalam diri kita bahwa apa yang kita capai, kita peroleh ataupun kita lakukan itu semua adalah berkat dari pertolongan, kekuatan dan daya dari Allah. Ketika seorang mukmin tahu bahwa hidup ini adalah ujian, bumi adalah tempat Allah menguji hambanya dan ujian itu tentunya akan mendapat balasan dari Allah ketika hambanya bersabar atas ujian yang terjadi. Keutamaan kalimat tauhid adalah ketika seorang hamba menghadapi ujian Allah dengan penuh keikhlasan kepada Allah. Seorang hamba tawakal kepada Allah karena dengan demikian Allah Akan memberikan pertolongan kepada hambanya.

Terkadang manusia lupa dan lalai dalam mengingat Allah, mereka menjadi sombong karenanya Allah memberi peringatan. Manusia lalai akan keutamaan kalimat tauhid, Allah menguji hambanya untuk mengingatkan mereka akan karunia Allah, kekuasaan Allah dan keperkasaan Allah. Allah berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Artinya: Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.(QS Al Anbiya 35)

Dalam ayat diatas dikatakan bahwa Allah akan menguji hambanya dengan keburukan dan kebaikan. Dengan demikian keutamaan kalimat tauhid adalah bahwa kita senantiasa mengingat Allah dan menyandarkan semua hanya kepada Allah saja. Hendaknya kita selalu berkhusnudzon kepada Allah ketika diberi ujian baik yang buruk maupun yang baik. Rasulullah mengajarkan kita meminta dengan menyebut 2 nama Allah yang agung, Ya Hayyu Ya Qayyum yang dengannya seorang hamba bergantung pada-Nya. Maka seorang hamba berdo’a dipagi dan petang dengan menyebut dua nama yang agung ini. Bagaimanakah keutamaan kalimat tauhid dalam menghadapi ujian Allah? Simak kajian bersama Ustadz Mubarak Bamualim ini selengkapnya

The post Kajian Aqidah: Keutamaan Kalimat Tauhid appeared first on Radio Suara Al-Iman 846 AM & Al-Iman TV - Radio & TV Dakwah Surabaya.

]]>
Kajian bersama Ustadz Mubarak Buamualim dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2018 bertempat di Sembalun, Lombok mengangkat tema “ Keutamaan Kalimat… Kajian bersama Ustadz Mubarak Buamualim dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2018 bertempat di Sembalun, Lombok mengangkat tema “ Keutamaan Kalimat Tauhid”. Bagi kaum muslimin kalimat Tauhid merupakan hal yang penting. Keutamaan kalimat tauhid yang tertanam dalam hati seorang mukmin ketika merenungkan dirinya sebagai hamba Allah yang lemah. Seorang hamba yang tidak memiliki kekuatan apapun kecuali dari Allah. Maka dari itu kita dianjurkan untuk membaca salah satu dari perbendaharaan surge yaitu kalimat “La Haula Wala Kuwwata Illah Billah”. Oleh karena itu ucapan ini hendaknya menjadi dzikir yang seyogyanya selalu kit abaca dan tertanam dalam diri kita bahwa apa yang kita capai, kita peroleh ataupun kita lakukan itu semua adalah berkat dari pertolongan, kekuatan dan daya dari Allah. Ketika seorang mukmin tahu bahwa hidup ini adalah ujian, bumi adalah tempat Allah menguji hambanya dan ujian itu tentunya akan mendapat balasan dari Allah ketika hambanya bersabar atas ujian yang terjadi. Keutamaan kalimat tauhid adalah ketika seorang hamba menghadapi ujian Allah dengan penuh keikhlasan kepada Allah. Seorang hamba tawakal kepada Allah karena dengan demikian Allah Akan memberikan pertolongan kepada hambanya.
Terkadang manusia lupa dan lalai dalam mengingat Allah, mereka menjadi sombong karenanya Allah memberi peringatan. Manusia lalai akan keutamaan kalimat tauhid, Allah menguji hambanya untuk mengingatkan mereka akan karunia Allah, kekuasaan Allah dan keperkasaan Allah. Allah berfirman:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
Artinya: Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.(QS Al Anbiya 35)
Dalam ayat diatas dikatakan bahwa Allah akan menguji hambanya dengan keburukan dan kebaikan. Dengan demikian keutamaan kalimat tauhid adalah bahwa kita senantiasa mengingat Allah dan menyandarkan semua hanya kepada Allah saja. Hendaknya kita selalu berkhusnudzon kepada Allah ketika diberi ujian baik yang buruk maupun yang baik. Rasulullah mengajarkan kita meminta dengan menyebut 2 nama Allah yang agung, Ya Hayyu Ya Qayyum yang dengannya seorang hamba bergantung pada-Nya. Maka seorang hamba berdo’a dipagi dan petang dengan menyebut dua nama yang agung ini. Bagaimanakah keutamaan kalimat tauhid dalam menghadapi ujian Allah? Simak kajian bersama Ustadz Mubarak Bamualim ini selengkapnya
]]>
Al Iman clean 1:09:25 <iframe width="320" height="30" src="https://aliman.id/?powerpress_embed=230-podcast&amp;powerpress_player=mediaelement-audio" frameborder="0" scrolling="no"></iframe> Kajian Aqidah: Keutamaan Kalimat Tauhid &ndash; Al-Iman https://www.youtube.com/embed/inIDCUhQWaI Kajian bersama Ustadz Mubarak Buamualim dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2018 bertempat di Sembalun, Lombok mengangkat tema “ Keutamaan Kalimat Tauhid”. Bagi kaum muslimin kalimat Tauhid merupakan hal yang penting. Keutamaan kalimat tauhid yang tertanam aqidah,hanya Allah penolong para hamba,keutamaan kalimat tauhid,ustadz Mubarak Bamualim
Kajian Siroh: Sejarah Hijrah Nabi https://aliman.id/kajian-siroh-sejarah-hijrah-nabi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kajian-siroh-sejarah-hijrah-nabi Tue, 06 Nov 2018 00:25:32 +0000 https://aliman.id/?p=227 https://aliman.id/kajian-siroh-sejarah-hijrah-nabi/#respond https://aliman.id/kajian-siroh-sejarah-hijrah-nabi/feed/ 0 <p>Kajian bersama Ustadz Fadlan Fahamsyah, Lc. M.H.I kali ini membawa tema “Sejarah Hijrah Nabi”. Hijrah menurut bahasa artinya adalah berpindah…</p> <p>The post <a rel="nofollow" href="https://aliman.id/kajian-siroh-sejarah-hijrah-nabi/">Kajian Siroh: Sejarah Hijrah Nabi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://aliman.id">Radio Suara Al-Iman 846 AM & Al-Iman TV - Radio & TV Dakwah Surabaya</a>.</p>

Kajian bersama Ustadz Fadlan Fahamsyah, Lc. M.H.I kali ini membawa tema “Sejarah Hijrah Nabi”. Hijrah menurut bahasa artinya adalah berpindah atau keluar dari tempat ke tempat yang lain. Sedangkan secara syariat arti dari hijrah ada 4 macam, yang pertama adalah berpindah dari negeri yang tidak aman ke negeri yang aman. Dalam sejarah hijrah nabi, ini dicontohkan pada kisah hijrahnya para sahabat dari kota mekah ke negeri Abasyah. Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassalam menyuruh para sahabat untuk hijrah ke Abasyah walaupun disana bukan neeri islam akan tetapi merupakan Negara yang aman karena mereka disiksa, dihina dan diintimidasi oleh kaum Quraish di Mekah. Kemudian arti hijrah menurut syariat yang kedua adalah berpindah dari negeri kafir ke negeri islam. Contohnya dalam sejarah hijrah nabi adalah pindahnya Rasulullah Shalallahi’alaihi Wassalam dari Mekah ke Madinah. Arti hijrah menurut syariat yang ketiga adalah hijrah dari lingkungan yang buruk ke lingkungan yang baik. Hijrah yang keempat adalah meninggalkan hal yang dilarang oleh Allah.

Dalam sejarah hijrah nabi diceritakan bahwa para sahabat disiksa, dihina dan diintimidasi oleh kaum kafir Quraish. Bagi sahabat yang merupakan kaum lemah atau dari kalangan budak yang tidak memiliki pelindung maka mereka mendapat siksa yang amat sangat agar mereka keluar dari agama Allah. Sehingga Allah menurunkan wahyu agar mereka hijrah ke Abasyah, karena walaupun disana bukan negeri islam akan tetapi  memiliki raja yang adil dan merupakan negeri yang aman. Akan tetapi orang kafir Quraish kemudian mengirimkan dua orang utusan yang membawa hadiah untuk Raja Abasyah dengan tujuan agar sang Raja akan mengusir para sahabat kembali ke Mekah. Raja Abasyah menanyakan kepada perwakilan kaum muslimin apa yang menyebabkan mereka pindah dari Mekah. Kemudian dijawab bahwa dahulu mereka adalah penyembah berhala, sampai datang rasul Allah yang mununjukkan jalan yang benar. Agar mereka hanya menyembah Allah saja, karena itulah kemudian kaum muslimin dimusuhi. Mendengar ini Raja Abasyah memutuskan untuk melindungi kaum muslimin dan menyuruh utusan Quraish untuk pulang. Bagaimana kisah sejarah hijrah nabi berlanjut? Apa saja pelajaran yang bisa kita ambil dari sejarah hijrah nabi? Simak kajian ini selengkapnya dan dapatkan faedah ilmu yang banyak didalamnya

The post Kajian Siroh: Sejarah Hijrah Nabi appeared first on Radio Suara Al-Iman 846 AM & Al-Iman TV - Radio & TV Dakwah Surabaya.

]]>
Kajian bersama Ustadz Fadlan Fahamsyah, Lc. M.H.I kali ini membawa tema “Sejarah Hijrah Nabi”. Hijrah menurut bahasa artinya adalah berpindah… Kajian bersama Ustadz Fadlan Fahamsyah, Lc. M.H.I kali ini membawa tema “Sejarah Hijrah Nabi”. Hijrah menurut bahasa artinya adalah berpindah atau keluar dari tempat ke tempat yang lain. Sedangkan secara syariat arti dari hijrah ada 4 macam, yang pertama adalah berpindah dari negeri yang tidak aman ke negeri yang aman. Dalam sejarah hijrah nabi, ini dicontohkan pada kisah hijrahnya para sahabat dari kota mekah ke negeri Abasyah. Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassalam menyuruh para sahabat untuk hijrah ke Abasyah walaupun disana bukan neeri islam akan tetapi merupakan Negara yang aman karena mereka disiksa, dihina dan diintimidasi oleh kaum Quraish di Mekah. Kemudian arti hijrah menurut syariat yang kedua adalah berpindah dari negeri kafir ke negeri islam. Contohnya dalam sejarah hijrah nabi adalah pindahnya Rasulullah Shalallahi’alaihi Wassalam dari Mekah ke Madinah. Arti hijrah menurut syariat yang ketiga adalah hijrah dari lingkungan yang buruk ke lingkungan yang baik. Hijrah yang keempat adalah meninggalkan hal yang dilarang oleh Allah.
Dalam sejarah hijrah nabi diceritakan bahwa para sahabat disiksa, dihina dan diintimidasi oleh kaum kafir Quraish. Bagi sahabat yang merupakan kaum lemah atau dari kalangan budak yang tidak memiliki pelindung maka mereka mendapat siksa yang amat sangat agar mereka keluar dari agama Allah. Sehingga Allah menurunkan wahyu agar mereka hijrah ke Abasyah, karena walaupun disana bukan negeri islam akan tetapi  memiliki raja yang adil dan merupakan negeri yang aman. Akan tetapi orang kafir Quraish kemudian mengirimkan dua orang utusan yang membawa hadiah untuk Raja Abasyah dengan tujuan agar sang Raja akan mengusir para sahabat kembali ke Mekah. Raja Abasyah menanyakan kepada perwakilan kaum muslimin apa yang menyebabkan mereka pindah dari Mekah. Kemudian dijawab bahwa dahulu mereka adalah penyembah berhala, sampai datang rasul Allah yang mununjukkan jalan yang benar. Agar mereka hanya menyembah Allah saja, karena itulah kemudian kaum muslimin dimusuhi. Mendengar ini Raja Abasyah memutuskan untuk melindungi kaum muslimin dan menyuruh utusan Quraish untuk pulang. Bagaimana kisah sejarah hijrah nabi berlanjut? Apa saja pelajaran yang bisa kita ambil dari sejarah hijrah nabi? Simak kajian ini selengkapnya dan dapatkan faedah ilmu yang banyak didalamnya
]]>
Al Iman clean 1:11:30 <iframe width="320" height="30" src="https://aliman.id/?powerpress_embed=227-podcast&amp;powerpress_player=mediaelement-audio" frameborder="0" scrolling="no"></iframe> Kajian Siroh: Sejarah Hijrah Nabi &ndash; Al-Iman https://www.youtube.com/embed/m5vWpMBQELI Kajian bersama Ustadz Fadlan Fahamsyah, Lc. M.H.I kali ini membawa tema “Sejarah Hijrah Nabi”. Hijrah menurut bahasa artinya adalah berpindah atau keluar dari tempat ke tempat yang lain. Sedangkan secara syariat arti dari hijrah ada 4 macam, yang pertama ada hijrah nabi Muhammad,Sejarah hijrah,sejarah hijrah nabi,Siroh,Ustadz Fadlan Fahamsyah
Kajian Umum: Menggugah Nurani Pemirsa Televisi https://aliman.id/kajian-umum-menggugah-nurani-pemirsa-televisi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kajian-umum-menggugah-nurani-pemirsa-televisi Tue, 06 Nov 2018 00:04:07 +0000 https://aliman.id/?p=224 https://aliman.id/kajian-umum-menggugah-nurani-pemirsa-televisi/#respond https://aliman.id/kajian-umum-menggugah-nurani-pemirsa-televisi/feed/ 0 <p>Kajian Umum bersama Ustadz Zainal Abidin, Lc. mengangkat tema “Menggugah Nurani Pemirsa TV”. Dijaman sekarang ini hampir disetiap rumah akan…</p> <p>The post <a rel="nofollow" href="https://aliman.id/kajian-umum-menggugah-nurani-pemirsa-televisi/">Kajian Umum: Menggugah Nurani Pemirsa Televisi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://aliman.id">Radio Suara Al-Iman 846 AM & Al-Iman TV - Radio & TV Dakwah Surabaya</a>.</p>

Kajian Umum bersama Ustadz Zainal Abidin, Lc. mengangkat tema “Menggugah Nurani Pemirsa TV”. Dijaman sekarang ini hampir disetiap rumah akan kita jumpai sebuah televisi. Akan tetapi yang perlu kita perhatikan adalah dampak seperti apa yang akan ditimbulkan oleh televisi. Ternyata televisi menimbulkan dampak negatif yang dirasakan oleh semua kalangan yang menggunakannya, tanpa memandang agama maupun golongan. Dampak negatif televisi ini juga berpengaruh terhadap anak-anak. Sebagai orang tua hendaknya kita bisa mendidik anak-anak kita, mendampingi mereka sehingga tidak terpengaruh oleh dampak negatif televisi. Menjadi orang tua dijaman sekarang lebih berat tanggung jawabnya. Kita harus bisa melakukan pengawasan terhadap anak-anak kita agar tidak hancur akibat dari pengaruh teknologi yang ada sekarang ini.

Kesalahan besar pendidikan orang tua kepada anak ada lima, yang pertama yaitu membiarkan anak-anak bermain gadget ataupun menonton televisi tanpa kontrol. Perhatikan ketika musim liburan tiba maka anak-anak akan asik didepan televisi seharian. Dampak negatif telivisi bagi anak-anak yang menontonnya tanpa kontrol adalah mereka mungkin saja melihat konten yang tidak baik dalam acara televisi yang mereka tonton. Banyak perilaku kriminalitas pada anak dipicu dari konten acara televisi, ada yang mengandung pornografi atau tindak kekerasan. Ini adalah dampak negatif televise yang harus kita waspadai. Kemudian kesalahan yang kedua yaitu orang tua membiarkan anaknya pergi bersama teman tanpa Kontrol. Hal ini terutama terjadi pada anak usia remaja yang sudah mulai senang bepergian bersama teman-teman mereka. Kesalahan pendidikan yang ketiga adalah membiarkan anak terbiasa dilayani seperti seorang raja sehingga mereka tidak bisa mandiri. Kesalahan yang keempat adalah anak selalu dijadikan sasaran kesalahan, ini juga bukan sesuatu yang baik bagi psikologi anak. Lalu kesalahan kelima dan merupakan kesalah terbesar adalah orang tua dengan alasankasihan tidak membangunkan anaknya untuk melakukan sholat.

Rasulullah bersabda:”Demi Allah bukan kemiskinan yang aku takutkan atas kalian akan tetapi yang aku takutkan atas kalian adalah dibukakan kenikmatan dunia. Seperti telah dibukakan kepada umat sebelum masa kalian, kalian bersaing seperti mereka bersaing. Kalian dihancurka oleh dunia seperti mereka dulu dihancurkan oleh dunia. Apa saja dampak negatif televisi yang terlihat nyata sekarang ini? Simak kajian ini selengkapnya dan semoga antum semua mendapatkan pelajaran berharga didalamnya.

The post Kajian Umum: Menggugah Nurani Pemirsa Televisi appeared first on Radio Suara Al-Iman 846 AM & Al-Iman TV - Radio & TV Dakwah Surabaya.

]]>
Kajian Umum bersama Ustadz Zainal Abidin, Lc. mengangkat tema “Menggugah Nurani Pemirsa TV”. Dijaman sekarang ini hampir disetiap rumah akan… Kajian Umum bersama Ustadz Zainal Abidin, Lc. mengangkat tema “Menggugah Nurani Pemirsa TV”. Dijaman sekarang ini hampir disetiap rumah akan kita jumpai sebuah televisi. Akan tetapi yang perlu kita perhatikan adalah dampak seperti apa yang akan ditimbulkan oleh televisi. Ternyata televisi menimbulkan dampak negatif yang dirasakan oleh semua kalangan yang menggunakannya, tanpa memandang agama maupun golongan. Dampak negatif televisi ini juga berpengaruh terhadap anak-anak. Sebagai orang tua hendaknya kita bisa mendidik anak-anak kita, mendampingi mereka sehingga tidak terpengaruh oleh dampak negatif televisi. Menjadi orang tua dijaman sekarang lebih berat tanggung jawabnya. Kita harus bisa melakukan pengawasan terhadap anak-anak kita agar tidak hancur akibat dari pengaruh teknologi yang ada sekarang ini.
Kesalahan besar pendidikan orang tua kepada anak ada lima, yang pertama yaitu membiarkan anak-anak bermain gadget ataupun menonton televisi tanpa kontrol. Perhatikan ketika musim liburan tiba maka anak-anak akan asik didepan televisi seharian. Dampak negatif telivisi bagi anak-anak yang menontonnya tanpa kontrol adalah mereka mungkin saja melihat konten yang tidak baik dalam acara televisi yang mereka tonton. Banyak perilaku kriminalitas pada anak dipicu dari konten acara televisi, ada yang mengandung pornografi atau tindak kekerasan. Ini adalah dampak negatif televise yang harus kita waspadai. Kemudian kesalahan yang kedua yaitu orang tua membiarkan anaknya pergi bersama teman tanpa Kontrol. Hal ini terutama terjadi pada anak usia remaja yang sudah mulai senang bepergian bersama teman-teman mereka. Kesalahan pendidikan yang ketiga adalah membiarkan anak terbiasa dilayani seperti seorang raja sehingga mereka tidak bisa mandiri. Kesalahan yang keempat adalah anak selalu dijadikan sasaran kesalahan, ini juga bukan sesuatu yang baik bagi psikologi anak. Lalu kesalahan kelima dan merupakan kesalah terbesar adalah orang tua dengan alasankasihan tidak membangunkan anaknya untuk melakukan sholat.
Rasulullah bersabda:”Demi Allah bukan kemiskinan yang aku takutkan atas kalian akan tetapi yang aku takutkan atas kalian adalah dibukakan kenikmatan dunia. Seperti telah dibukakan kepada umat sebelum masa kalian, kalian bersaing seperti mereka bersaing. Kalian dihancurka oleh dunia seperti mereka dulu dihancurkan oleh dunia. Apa saja dampak negatif televisi yang terlihat nyata sekarang ini? Simak kajian ini selengkapnya dan semoga antum semua mendapatkan pelajaran berharga didalamnya.
]]>
Al Iman clean 1:53:52 <iframe width="320" height="30" src="https://aliman.id/?powerpress_embed=224-podcast&amp;powerpress_player=mediaelement-audio" frameborder="0" scrolling="no"></iframe> Kajian Umum: Menggugah Nurani Pemirsa Televisi &ndash; Al-Iman https://www.youtube.com/embed/0rkKh-ThYMY Kajian Umum bersama Ustadz Zainal Abidin, Lc. mengangkat tema “Menggugah Nurani Pemirsa TV”. Dijaman sekarang ini hampir disetiap rumah akan kita jumpai sebuah televisi. Akan tetapi yang perlu kita perhatikan adalah dampak seperti apa yang akan ditimbulkan o bahaya televisi,dampak negatif televisi,ustadz zainal abidin
Antara Takut Kepada Allah Dengan Takut MakhlukNya https://aliman.id/antara-takut-kepada-allah-dengan-takut-makhluknya/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=antara-takut-kepada-allah-dengan-takut-makhluknya Mon, 05 Nov 2018 23:51:54 +0000 https://aliman.id/?p=221 https://aliman.id/antara-takut-kepada-allah-dengan-takut-makhluknya/#respond https://aliman.id/antara-takut-kepada-allah-dengan-takut-makhluknya/feed/ 0 <p>Kajian bersama Ustadz Muhammad Yassir,Lc. membahas tema tauhid yaitu “Antara Takut Kepada Allah dengan Takut kepada Makhluk-Nya”. Takut  kepada Allah adalah…</p> <p>The post <a rel="nofollow" href="https://aliman.id/antara-takut-kepada-allah-dengan-takut-makhluknya/">Antara Takut Kepada Allah Dengan Takut MakhlukNya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://aliman.id">Radio Suara Al-Iman 846 AM & Al-Iman TV - Radio & TV Dakwah Surabaya</a>.</p>

Kajian bersama Ustadz Muhammad Yassir,Lc. membahas tema tauhid yaitu “Antara Takut Kepada Allah dengan Takut kepada Makhluk-Nya”. Takut  kepada Allah adalah suatu amalan ibadah dan ibadah ini adanya didalam hati. Orang lain mungkin tidak dapat melihat perwujudan dari amalan kita, namun dapat dirasakan oleh orang yang mengamalkannya didalam hatinya. Takut kepada Allah adalah salah satu dari rukun ibadah. Rukun ibadah ada tiga yaitu cinta, takut dan harap. Apabila seseorng memiliki tiga hal tersebut dalam ibadahnya maka sempurnalah ibadah yang dilakukannya. Dengan rasa cinta manusia terdorong untuk mencari amalan ibadah yang bisa membawanya ke surga Allah. Kemudian seimbangkanlah ibadah kita dengan rasa takut kepada Allah dan rasa berharap bahwa Allah akan mengampuni dosa yang telah kita lakukan.

Rasa takut kepada Allah merupakan suatu ibadah yang berarti ibadah ini bisa disusupi oleh kesyirikan apabila disalahgunakan. Karenanya takutlah kita pada su’ul khatimah. Su’ul khatimah bukan hanya kita mati dalam keadaan meminum khamr atau berzinah akan tetapi berhati-hatilah jangan sampai kita mati ketika kita sedang melaksanakan shalat tapi niat kita karena riya’. Allah tau apa yang ada dalam hati kita, maka ketika kita beribadah niatkanlah hanya untuk Allah. Tiga orang yang disebutkan akan pertama kali masuk neraka yang pertama adalah orang yang mati syahid, yang kedua adalah orang yang rajin sedekah dan yang ketiga adalah orang alim. Mengapa ketiga orang ini disebut sebagai orang yang pertama kali masuk neraka? Yang pertama adalah ia pergi berperang karena ia ingin dipuji sebagai orang pemberani dan ia mati dalam keadaan riya’. Kemudian yang kedua adalah orang yang bersedekah hanya karena ingin dipandang orang sebagai orang yang dermawan maka ketika ia meninggal Allah akan memasukkannya kedalam neraka. Yang ketiga adalah orang alim yang meninggal dikala mereka riya atas kealimannya. Lebih baik kita meninggal dalam keadaan biasa saja akan tetapi hati kita dalam keadaan takut kepada Allah.

Allah memuji para nabi terdahulu yang mana mereka bersegera kepada kebaikan. Mereka berdoa dengan penuh rasa takut kepada Allah dan berharap kepada Allah, mereka tunduk kepada Allah. Rasa takut kepada Allah merupakan sifat para ulama. Keutamaan rasa takut kepada Allah adalah orang yang beribadah karena takut kepada Allah termasuk kedalam orang yang akan diberi naungan kelak diakhirat.

The post Antara Takut Kepada Allah Dengan Takut MakhlukNya appeared first on Radio Suara Al-Iman 846 AM & Al-Iman TV - Radio & TV Dakwah Surabaya.

]]>
Kajian bersama Ustadz Muhammad Yassir,Lc. membahas tema tauhid yaitu “Antara Takut Kepada Allah dengan Takut kepada Makhluk-Nya”. Takut  kepada Allah adalah… Kajian bersama Ustadz Muhammad Yassir,Lc. membahas tema tauhid yaitu “Antara Takut Kepada Allah dengan Takut kepada Makhluk-Nya”. Takut  kepada Allah adalah suatu amalan ibadah dan ibadah ini adanya didalam hati. Orang lain mungkin tidak dapat melihat perwujudan dari amalan kita, namun dapat dirasakan oleh orang yang mengamalkannya didalam hatinya. Takut kepada Allah adalah salah satu dari rukun ibadah. Rukun ibadah ada tiga yaitu cinta, takut dan harap. Apabila seseorng memiliki tiga hal tersebut dalam ibadahnya maka sempurnalah ibadah yang dilakukannya. Dengan rasa cinta manusia terdorong untuk mencari amalan ibadah yang bisa membawanya ke surga Allah. Kemudian seimbangkanlah ibadah kita dengan rasa takut kepada Allah dan rasa berharap bahwa Allah akan mengampuni dosa yang telah kita lakukan.
Rasa takut kepada Allah merupakan suatu ibadah yang berarti ibadah ini bisa disusupi oleh kesyirikan apabila disalahgunakan. Karenanya takutlah kita pada su’ul khatimah. Su’ul khatimah bukan hanya kita mati dalam keadaan meminum khamr atau berzinah akan tetapi berhati-hatilah jangan sampai kita mati ketika kita sedang melaksanakan shalat tapi niat kita karena riya’. Allah tau apa yang ada dalam hati kita, maka ketika kita beribadah niatkanlah hanya untuk Allah. Tiga orang yang disebutkan akan pertama kali masuk neraka yang pertama adalah orang yang mati syahid, yang kedua adalah orang yang rajin sedekah dan yang ketiga adalah orang alim. Mengapa ketiga orang ini disebut sebagai orang yang pertama kali masuk neraka? Yang pertama adalah ia pergi berperang karena ia ingin dipuji sebagai orang pemberani dan ia mati dalam keadaan riya’. Kemudian yang kedua adalah orang yang bersedekah hanya karena ingin dipandang orang sebagai orang yang dermawan maka ketika ia meninggal Allah akan memasukkannya kedalam neraka. Yang ketiga adalah orang alim yang meninggal dikala mereka riya atas kealimannya. Lebih baik kita meninggal dalam keadaan biasa saja akan tetapi hati kita dalam keadaan takut kepada Allah.
Allah memuji para nabi terdahulu yang mana mereka bersegera kepada kebaikan. Mereka berdoa dengan penuh rasa takut kepada Allah dan berharap kepada Allah, mereka tunduk kepada Allah. Rasa takut kepada Allah merupakan sifat para ulama. Keutamaan rasa takut kepada Allah adalah orang yang beribadah karena takut kepada Allah termasuk kedalam orang yang akan diberi naungan kelak diakhirat.
]]>
Al Iman clean 1:21:29 <iframe width="320" height="30" src="https://aliman.id/?powerpress_embed=221-podcast&amp;powerpress_player=mediaelement-audio" frameborder="0" scrolling="no"></iframe> Antara Takut Kepada Allah Dengan Takut MakhlukNya &ndash; Al-Iman https://www.youtube.com/embed/nSSZlIbKR6c Kajian bersama Ustadz Muhammad Yassir,Lc. membahas tema tauhid yaitu “Antara Takut Kepada Allah dengan Takut kepada Makhluk-Nya”. Takut  kepada Allah adalah suatu amalan ibadah dan ibadah ini adanya didalam hati. Orang lain mungkin tidak dapat melihat perwuj aqidah,takut kepada Allah,ustadz muhammad yassir
Kajian Aqidah: Apakah Ini Takdir ku? https://aliman.id/kajian-aqidah-apakah-ini-takdir-ku/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kajian-aqidah-apakah-ini-takdir-ku Mon, 05 Nov 2018 23:31:48 +0000 https://aliman.id/?p=216 https://aliman.id/kajian-aqidah-apakah-ini-takdir-ku/#respond https://aliman.id/kajian-aqidah-apakah-ini-takdir-ku/feed/ 0 <p>Kajian bersama Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA. mengangkat tema “Apakah Ini Takdirku?”. Kita semua hadir dimuka bumi ini bukan…</p> <p>The post <a rel="nofollow" href="https://aliman.id/kajian-aqidah-apakah-ini-takdir-ku/">Kajian Aqidah: Apakah Ini Takdir ku?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://aliman.id">Radio Suara Al-Iman 846 AM & Al-Iman TV - Radio & TV Dakwah Surabaya</a>.</p>

Kajian bersama Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA. mengangkat tema “Apakah Ini Takdirku?”. Kita semua hadir dimuka bumi ini bukan karena keinginan kedua orang tua kita. Walaupun memang orang tua kita menginginkannya akan tetapi harus dipahami bahwa kita lahir dimuka bumi ini karena kehendak Allah. Ketika memahami mengenai takdir dalam kehidupan maka itu bukan hanya yang buruk saja akan tetapi hal baik yang terjadi pada diri kita pun adalah takdir dalam kehidupan. Berbicara mengenai takdir dalam kehidupan maka berbicara mengenai keyakinan. Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassalam mengingatkan para sahabatnya mengenai masalah takdir dalam kehidupan. Bahwasannya walaupun seluruh manusia didunia ini bersatu padu berkumpul untuk memberi mudharat kepadamu, maka mereka tidak akan bisa memberi mudharat kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tentukan untukmu. Sebaliknya andaikata mereka semua bersatu padu untuk memberikan manfaat bagimu, akan tetapi Allah tidak tidak menghendakinya maka tidak akan terjadi. Engkau tidak akan mendapat manfaat kecuali yang sudah ditetapkan untukmu. Pena sudah diangkat dan lembaran-lembaran kitab telah kering, kita hanya tiggal menjalani saja.

Dalam riwayat Abu Daud dikisahkan seorang tabi’in yang bernama Ibn Dalimy bertanya kepada Sahabat Ubay bin Kaab tentang takdir dalam kehidupan. Kemudian dijawab bahwasannya apabila Allah mengadzab seluruh penduduk langit dan dibumi, maka Allah mengadzab mereka tanpa melakukan kedholiman kepada mereka. Dan apabila Allah merahmati semua yang ada dilangit dan dibumi maka ketahuilah rahmat Allah jauh lebih baik daripada amalan mereka. Untuk itu janganlah kita merasa sudah banyak beramal, merasa jadi orang baik dan pantas mendapatkan rahmat Allah. Karena sesungguhnya jika Allah menjatuhkan adzab kepada kita Allah tidak dholim, dan rahmat Allah jauh lebih baik dari amalan yang kita lakukan. Andaikata engkau bersedekah emas sebesar gunung uhud, Allah tidak akan menerimanya hingga engkau beriman dengan takdir. Perlu diketahui bahwa apa yang menimpamu tidak mungkin meleset darimu. Apabila engkau mati dalam keadaan tidak meyakini takdir maka engkau akan masuk neraka karena engkau belum beriman.

Ada empat unsur keimanan dengan takdir dalam kehidupan yang perlu kita dalami. Tingkatan pertama dalam keimanan terhadap takdir adalah ilmu Allah meliputi segala sesuatu. Allah mengetahui keadaan segala sesuatu dari yang terdahulu dan yang akan datang. Allah tau tentang apa yang belum terjadi, bagaimana akan terjadi, kapan akan terjadi bahkan sikap apa yang akan kita ambil ketika hal itu menimpa kita Allah sudah mengetahuinya. Kemudian tingkatan yang kedua adalah Allah telah mencatat semua takdir dari awal hingga hari kiamat. Tingkatan yang ketiga adalah mengimani bahwa semua yang terjadi adalah berdasarkan kehendak Allah. Dan yang keempat adalah mengimani bahwa Allah yang menciptakan segala sesuatu. Setelah kita mengimani tentang takdir dalam kehidupan maka sikap kita yang pertama adalah kita harus memahami bahwa segala kebaikan dalam hidup kita adalah karena Allah. Sedangkan segala keburukan itu datangnya dari diri kita. Sikap yang kedua adalah perbanyak berdo’a. Tidak ada yang bisa menolak takdir kecuali dengan do’a, sehingga ketika musibah datang hendaknya perbanyaklah berdo’a memohon kepada Allah tanpa mempersekutukannya dengan sesuatu apapun.

Simak juga kajian: Adab Para Salaf Dalam Menuntut Ilmu, Wahai Yang Berselimut Bangkit dan Sampaikan

The post Kajian Aqidah: Apakah Ini Takdir ku? appeared first on Radio Suara Al-Iman 846 AM & Al-Iman TV - Radio & TV Dakwah Surabaya.

]]>
Kajian bersama Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA. mengangkat tema “Apakah Ini Takdirku?”. Kita semua hadir dimuka bumi ini bukan… Kajian bersama Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA. mengangkat tema “Apakah Ini Takdirku?”. Kita semua hadir dimuka bumi ini bukan karena keinginan kedua orang tua kita. Walaupun memang orang tua kita menginginkannya akan tetapi harus dipahami bahwa kita lahir dimuka bumi ini karena kehendak Allah. Ketika memahami mengenai takdir dalam kehidupan maka itu bukan hanya yang buruk saja akan tetapi hal baik yang terjadi pada diri kita pun adalah takdir dalam kehidupan. Berbicara mengenai takdir dalam kehidupan maka berbicara mengenai keyakinan. Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassalam mengingatkan para sahabatnya mengenai masalah takdir dalam kehidupan. Bahwasannya walaupun seluruh manusia didunia ini bersatu padu berkumpul untuk memberi mudharat kepadamu, maka mereka tidak akan bisa memberi mudharat kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tentukan untukmu. Sebaliknya andaikata mereka semua bersatu padu untuk memberikan manfaat bagimu, akan tetapi Allah tidak tidak menghendakinya maka tidak akan terjadi. Engkau tidak akan mendapat manfaat kecuali yang sudah ditetapkan untukmu. Pena sudah diangkat dan lembaran-lembaran kitab telah kering, kita hanya tiggal menjalani saja.
Dalam riwayat Abu Daud dikisahkan seorang tabi’in yang bernama Ibn Dalimy bertanya kepada Sahabat Ubay bin Kaab tentang takdir dalam kehidupan. Kemudian dijawab bahwasannya apabila Allah mengadzab seluruh penduduk langit dan dibumi, maka Allah mengadzab mereka tanpa melakukan kedholiman kepada mereka. Dan apabila Allah merahmati semua yang ada dilangit dan dibumi maka ketahuilah rahmat Allah jauh lebih baik daripada amalan mereka. Untuk itu janganlah kita merasa sudah banyak beramal, merasa jadi orang baik dan pantas mendapatkan rahmat Allah. Karena sesungguhnya jika Allah menjatuhkan adzab kepada kita Allah tidak dholim, dan rahmat Allah jauh lebih baik dari amalan yang kita lakukan. Andaikata engkau bersedekah emas sebesar gunung uhud, Allah tidak akan menerimanya hingga engkau beriman dengan takdir. Perlu diketahui bahwa apa yang menimpamu tidak mungkin meleset darimu. Apabila engkau mati dalam keadaan tidak meyakini takdir maka engkau akan masuk neraka karena engkau belum beriman.
Ada empat unsur keimanan dengan takdir dalam kehidupan yang perlu kita dalami. Tingkatan pertama dalam keimanan terhadap takdir adalah ilmu Allah meliputi segala sesuatu. Allah mengetahui keadaan segala sesuatu dari yang terdahulu dan yang akan datang. Allah tau tentang apa yang belum terjadi, bagaimana akan terjadi, kapan akan terjadi bahkan sikap apa yang akan kita ambil ketika hal itu menimpa kita Allah sudah mengetahuinya. Kemudian tingkatan yang kedua adalah Allah telah mencatat semua takdir dari awal hingga hari kiamat. Tingkatan yang ketiga adalah mengimani bahwa semua yang terjadi adalah berdasarkan kehendak Allah. Dan yang keempat adalah mengimani bahwa Allah yang menciptakan segala sesuatu. Setelah kita mengimani tentang takdir dalam kehidupan maka sikap kita yang pertama adalah kita harus memahami bahwa segala kebaikan dalam hidup kita adalah karena Allah. Sedangkan segala keburukan itu datangnya dari diri kita. Sikap yang kedua adalah perbanyak berdo’a. Tidak ada yang bisa menolak takdir kecuali dengan do’a, sehingga ketika musibah datang hendaknya perbanyaklah berdo’a memohon kepada Allah tanpa mempersekutukannya dengan sesuatu apapun.
Simak juga kajian: Adab Para Salaf Dalam Menuntut Ilmu, Wahai Yang Berselimut Bangkit dan Sampaikan
]]>
Al Iman clean 1:41:52 <iframe width="320" height="30" src="https://aliman.id/?powerpress_embed=216-podcast&amp;powerpress_player=mediaelement-audio" frameborder="0" scrolling="no"></iframe> Kajian Aqidah: Apakah Ini Takdir ku? &ndash; Al-Iman https://www.youtube.com/embed/QjRx0--zstA Kajian bersama Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA. mengangkat tema “Apakah Ini Takdirku?”. Kita semua hadir dimuka bumi ini bukan karena keinginan kedua orang tua kita. Walaupun memang orang tua kita menginginkannya akan tetapi harus dipahami bahwa kita la aqidah,beriman kepada takdir,Takdir,ustadz syafiq basalamah
Bersyukur Atas Nikmat Sebelum Datang Bencana https://aliman.id/bersyukur-atas-nikmat-sebelum-datang-bencana/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bersyukur-atas-nikmat-sebelum-datang-bencana Mon, 15 Oct 2018 00:12:50 +0000 https://aliman.id/?p=212 https://aliman.id/bersyukur-atas-nikmat-sebelum-datang-bencana/#respond https://aliman.id/bersyukur-atas-nikmat-sebelum-datang-bencana/feed/ 0 <p>Tausiyah singkat bersama Syaik Dr. Ziyad Al Abadiy dengan tema “Bersyukur Atas Nikmat Sebelum Datang Bencana”, pembahasan tausiyah singkat ini…</p> <p>The post <a rel="nofollow" href="https://aliman.id/bersyukur-atas-nikmat-sebelum-datang-bencana/">Bersyukur Atas Nikmat Sebelum Datang Bencana</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://aliman.id">Radio Suara Al-Iman 846 AM & Al-Iman TV - Radio & TV Dakwah Surabaya</a>.</p>

Tausiyah singkat bersama Syaik Dr. Ziyad Al Abadiy dengan tema “Bersyukur Atas Nikmat Sebelum Datang Bencana”, pembahasan tausiyah singkat ini merupakan ajakan agar kita banyak bersyukur atas nikmat Allah. Saat ini kita berada dalam kenikmatan yang hanya dapat dihitung oleh Allah. Pujilah Allah atas nikmat-Nya kepada kalian karena keutamaan yang diberikan Allah sangatlah besar dan banyak. Bersyukurlah atas nikmatnya dan bersabarlah atas musibahnya. Apabila engkau ditimpa oleh musibah maka bersabarlah dan berharap pahala atasnya. Allah berfirman:

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An Nahl : 18)

Nabi Shalallahu’alaihi Wassalam bersabda: “Empat perkara diantara kebahagian antara lain yang pertama adalah rumah yang luas. Kedua tetangga yang sholeh, yang ketiga adalah kendaraan yang baik, yang keempat dan yang paling penting adalah istri yang sholeha. Seorang muslim hendaknya banyak bersyukur atas nikmat Allah yang berlimpah. Janganlah kita menjadi seperti kaum Saba’. Sesungguhnya pada kaum Saba’ terdapat tanda kebesaran Rabb-Nya, mereka diberikan 2 kebun dikanan dan dikiri. Kewajiban mereka adalah bersyukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Rabb-Nya, akan tetapi mereka berpaling. Kufur atas nikmat yang telah diberikan dan mendustakannya, mereka tidak bersyukur. Maka Allah Ta’ala mengirimkan banjir besar yang menenggelamkan wilayah dan penduduk kaum saba’. Sesungguhnya Allah tidak akan menjatuhkan adzab yang demikian iu kecuali kepada orang yang benar-benar kafir.

Seorang muslim wajib menunaikan hak Allah untuk selalu mensyukuri nikmat yang telah diberikan kepadanya. Allah berfirman:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.(QS. Ibrahim : 7)

The post Bersyukur Atas Nikmat Sebelum Datang Bencana appeared first on Radio Suara Al-Iman 846 AM & Al-Iman TV - Radio & TV Dakwah Surabaya.

]]>
Tausiyah singkat bersama Syaik Dr. Ziyad Al Abadiy dengan tema “Bersyukur Atas Nikmat Sebelum Datang Bencana”, pembahasan tausiyah singkat ini… Tausiyah singkat bersama Syaik Dr. Ziyad Al Abadiy dengan tema “Bersyukur Atas Nikmat Sebelum Datang Bencana”, pembahasan tausiyah singkat ini merupakan ajakan agar kita banyak bersyukur atas nikmat Allah. Saat ini kita berada dalam kenikmatan yang hanya dapat dihitung oleh Allah. Pujilah Allah atas nikmat-Nya kepada kalian karena keutamaan yang diberikan Allah sangatlah besar dan banyak. Bersyukurlah atas nikmatnya dan bersabarlah atas musibahnya. Apabila engkau ditimpa oleh musibah maka bersabarlah dan berharap pahala atasnya. Allah berfirman:
وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ
Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An Nahl : 18)
Nabi Shalallahu’alaihi Wassalam bersabda: “Empat perkara diantara kebahagian antara lain yang pertama adalah rumah yang luas. Kedua tetangga yang sholeh, yang ketiga adalah kendaraan yang baik, yang keempat dan yang paling penting adalah istri yang sholeha. Seorang muslim hendaknya banyak bersyukur atas nikmat Allah yang berlimpah. Janganlah kita menjadi seperti kaum Saba’. Sesungguhnya pada kaum Saba’ terdapat tanda kebesaran Rabb-Nya, mereka diberikan 2 kebun dikanan dan dikiri. Kewajiban mereka adalah bersyukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Rabb-Nya, akan tetapi mereka berpaling. Kufur atas nikmat yang telah diberikan dan mendustakannya, mereka tidak bersyukur. Maka Allah Ta’ala mengirimkan banjir besar yang menenggelamkan wilayah dan penduduk kaum saba’. Sesungguhnya Allah tidak akan menjatuhkan adzab yang demikian iu kecuali kepada orang yang benar-benar kafir.
Seorang muslim wajib menunaikan hak Allah untuk selalu mensyukuri nikmat yang telah diberikan kepadanya. Allah berfirman:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.(QS. Ibrahim : 7)
]]>
Al Iman clean 11:13 <iframe width="320" height="30" src="https://aliman.id/?powerpress_embed=212-podcast&amp;powerpress_player=mediaelement-audio" frameborder="0" scrolling="no"></iframe> Bersyukur Atas Nikmat Sebelum Datang Bencana &ndash; Al-Iman https://www.youtube.com/embed/9mNHW0-kel8 Tausiyah singkat bersama Syaik Dr. Ziyad Al Abadiy dengan tema “Bersyukur Atas Nikmat Sebelum Datang Bencana”, pembahasan tausiyah singkat ini merupakan ajakan agar kita banyak bersyukur atas nikmat Allah. Saat ini kita berada dalam kenikmatan yang hanya dap aqidah akhlak,bersabar terhadap bencana,bersyukur atas nikmat