Kajian bersama ustadz Fadlan Fahamsyah Lc., M.H.I membahas kitab Arbain Nawawi Hadits ke 19. Dalam kitab Arba’in Nawawi Hadits ke 19 diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas, beliau berkata bahwa “Aku pernah dibonceng oleh Rasulullah Shalallahu’alaihi wassalam. Kemudian Rasulullah Shalallahu’alaihi wassalam berkata wahai anak kecil sesungguhnya aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat. Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu. Jagalah Allah maka kau akan jumpai Allah dihadapanmu. Kalau engkau meminta, mintalah kepada Allah. Kalau engkau memohon pertolongan, mintalah pertolongan hanya kepada Allah. Ketahuilah sesungguhnya bila seluruh umat manusia ini bersatu padu ingin memberikan manfaat kepadamu. Mereka tidak akan bisa memberi manfaat kepadamu kecuali yang sudah Allah takdirkan kepadamu. Sebaliknya jika umat ini bersatu padu bersepakat ingin mencelakakanmu dengan sesuatu. Maka mereka tidak dapat membahayakan dan mencelakakanmu kecuali dengan sesuatu yang sudah Allah tulis untukmu. Pena sudah diangkat dan sudah kering lembaran takdir” (HR. Tirmidzi).

Pelajaran Dari Kitab Arbain Nawawi Hadits ke 19

Banyak pelajaran yang bisa diambil dari pembahasan kitab Arba’in Nawawi hadits ke 19 ini. Pelajaran yang pertama adalah keutamaan Abdullah bin Abbas. Kemudian yang kedua adalah bolehnya membonceng seseorang sesuai dengan kemampuan hewan tunggangan. Pelajaran yang ketiga adalah pentingnya memberikan pendidikan aqidah kepada anak kecil, karena anak yang masih kecil sangat mudah untuk meghafal. Keempat, pentingnya berlemah lembut kepada anak kecil. Dan pelajaran kelima adalah pentingnya memfokuskan perhatian sebelum pembelajaran.

Pada penggalan kalimat dalam kitab Arbain Nawawi hadits ke 19 tentang “jagalah Allah” yang dimaksud adalah menjaga batasan-batasan Allah. Menjaga batasan Allah artinya melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Kemudian penggalan kalimat “maka Allah akan menjagamu” dalam kitab Arbain Nawawi hadits ke 19 ini berarti bahwa ganjaran sesuai dengan perbuatan. Penjagaan Allah memiliki dua arti, yang pertama adalah menjaga kebaikan duniawinya. Kebaikan badan kita, harta kita, anak-anak kita, dan keluarga kita. Ketika seseorang menunaikan hak Allah maka pasti Allah akan menjaganya. Allah berfirman:

Simak:   Kajian Aqidah: Keutamaan Kalimat Tauhid

لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ

Artinya: Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia (QS Ar Ra’d 11). Arti kalimat Allah akan menjagamu dalam kitab Arbain Nawawi hadits ke 19 yang kedua adalah Allah akan menjaga agama dari orang yang menjaga hak-hak Allah. Penjagaan Allah terhadap agama kita lebih penting kedudukannya bagi kita. Simak kajian kitab Arbain Nawawi Hadits ke 19 ini selengkapnya dan dapatkan faedah ilmu yang banyak didalamnya.

Topics #aqidah #hadits ke 19 #kajian ilmiah #kitab arbain nawawi #Ustadz Fadlan Fahamsyah