spot_img
BerandaAdab dan AkhlakPedoman Dalam Memperbaiki Diri

Pedoman Dalam Memperbaiki Diri

Dalam surat Hud ayat ke 88, ada sebuah ungkapan yang Allah ceritakan dari Nabi Syu’aib ‘Alaihissalam ketika beliau berupaya untuk memperbaiki ummat beliau dengan menyeru mereka kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Allah Ta’ala berifman,

 ۗاِنْ اُرِيْدُ اِلَّا الْاِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُۗ وَمَا تَوْفِيْقِيْٓ اِلَّا بِاللّٰهِ ۗعَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْهِ اُنِيْبُ

“Aku hanya bermaksud (mendatangkan) perbaikan sesuai dengan kesanggupanku. Tidak ada kemampuan bagiku (untuk mendatangkan perbaikan) melainkan dengan (pertolongan) Allah. Kepada-Nya aku bertawakal dan kepada-Nya (pula) aku kembali.”

Dalam ayat ini bercerita tentang ucapan Nabi Syu’aib Ketika beliau berupaya menyeru kaumnya kepada Allah Ta’ala adalah sebagai pedoman bagi kita dalam memperbaiki diri. Nabi Syu’aib berkata, “Tidak ada yang aku inginkan kecuali memperbaiki semampuku”. Kalimat ini singkat akan tetapi mengandung pesan bawha tatkal kita ingin memperbaiki diri adalah harus memiliki kemauan dan tekad yang bulat untuk melakukan perbaikan, baik diri sendiri maupun orang lain. Jika ada kemauan kemudian mendapatkan pertolongan dari Allah, maka ini adalah pertanda kebaikan bagi seorang hamba.

Dalam perkataan itu juga mengandung poin agar memperbaiki diri itu dengan optimal dan maksimal. Kemudian nabi Syu’aib berkata, “Tidaklah aku mendapatkan taufik kecuali dengan pertolongan Allah Ta’ala”. Ketika seseorang memiliki kemauan untuk memperbaiki dirinya kemudian berupaya maksimal, akan tetapi jika tidak mendapatkan taufik dari Allah maka akan sia-sia, sehingga seseorang tatkala ingin memperbaiki dirinya dan orang lain maka harus memohon taufik dari Allah Ta’ala.

pedoman dalam memperbaiki diri

Tatkala seseorang sudah memiliki kemauan, melakukan secara maksimal, meminta pertolongan kepada Allah Ta’ala, selebihnya bertawakkal kepada Allah, sebagaimana yang dikatakan nabi Syua’aib, “Hanya kepada Allah aku bergantung”. Kemudian beliau melanjutkan, “Hanya kepada Allah aku kembali”.

Oleh karena itu, potongan ayat dari surat Hud ayat yang ke 88 ini memiliki banyak pelajaran dan pedoman dalam mengupayakan perbaikan. Jangan jadi seperti lilin yang hanya bisa memperbaiki orang lain, akan tetapi diri kita tidak kita perbaiki, maka hal ini adalah hal yang keliru. Imam Ibnul Qoyyim Rahimahullah mengtakan, “Setiap orang yang safar menuju Allah Ta’ala membutuhkan dua kekuatan yaitu kekuatan ilmu dan kekuatan beramal”. Maka seseorang harus memiliki kekuatan ilmu agar dia dapat membedakan yang benar dan yang salah. Kemudian kekuatan beramal yang dapat menyampaikan kepada Allah Ta’ala.

Pada dasarnya, dalam Al-Qur’an terdapat banyak ayat yang membimbing kita kepada upaya kita baik dalam berdakwah, membina umat dll. Oleh karena itu mari kita jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dan petunjuk kita dalam setiap langkah kita.

Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I

Baca Juga: Siraman Hati dan Istiqomahnya Hati

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img