Bentrok dan pembatasan bantuan yang terus berlangsung menghalangi upaya PBB di Jalur Gaza.
Koordinator Kemanusiaan Senior PBB untuk Gaza, Sigrid Kaag menekankan pihaknya menyatakan butuhnya pembukaan penyeberangan perbatasan Rafah untuk pengiriman yang lebih efisien.

“Permusuhan yang berkelanjutan, pembatasan jenis bantuan, dan kurangnya lingkungan yang mendukung untuk pengiriman bantuan secara aman terus menghambat respon kemanusiaan yang efektif meskipun ada upaya kolektif dari kami,” kata Kaag dilansir dari Antara.
Ia menambahkan pengiriman bantuan kemanusiaan saja tidak cukup, masyarakat Gaza juga membutuhkan barang-barang komersial.
Baca juga: Update Haji 2025: Mulai Berangkat Hingga Dapat Makan Setiap hari
Korban Tewas Lampaui 44.600 Jiwa
Kementerian kesehatan Gaza pada Sabtu (07/12/2024), menyatakan jumlah korban tewas sejak tahun lalu mencapai 44.664 orang dan sekitar 105.976 lainnya terluka akibat agresi Israel yang terus berlangsung.
“Masih banyak orang yang terjebak di bawah reruntuhan dan di jalan-jalan karena tim penyelamat tidak bisa mencapai mereka,” ujar kementerian itu.

Israel melancarkan perang genosida di Jalur Gaza setelah serangan lintas batas kelompok perjuangan kemerdekaan Palestina , Hamas pada Oktober tahun lalu.
Memasuki tahun kedua genosida di Gaza, aksi ini telah memicu kecaman internasional yang semakin meluas, dengan para tokoh dan lembaga menyebut serangan dan blokade bantuan oleh Israel adalah upaya sengaja untuk menghancurkan dan memusnahkan Palestina.
Baca juga: Pemkot Surabaya Tunggu Teknis Rencana Penghapusan PPDB dari Pusat
(frd)



