Sebanyak 16 paket bantuan kemanusiaan diterjunkan lewat udara di Jalur Gaza, dalam sebuah operasi bantuan yang melibatkan sembilan negara pada Ahad (17/08/2025) waktu setempat.
Negara-negara yang berpartisipasi dalam pengiriman bantuan ini diantaranya Yordania, Uni Emirat Arab, Indonesia, Jerman, Belgia, Prancis, Italia, Belanda, dan Denmark.
Dari informasi Xinhua yang dikutip Antara, Angkatan bersenjata Yordania menyatakan sekitar 106 ton bahan makanan dan bantuan kemanusiaan telah diterjunkan dalam operasi tersebut.

Operasi ini dilakukan ditengah memburuknya krisis kelaparan yang berlangsung hamper dua tahun perang berlangsung di wilayah Jaur Gaza.
Tentara Israel menyatakan operasi itu dilakukan “sesuai dengan arahan dari tingkat politik,” seraya menolak tuduhan sengaja menyebabkan kelaparan.
Sementara para pakar dan kelompok bantuan menyebut penerjunan itu tidak memadai, tidak aman, dan tidak efektif dalam mencegah penyebab kelaparan.

Pihaknya juga mendesak Israel untuk mengizinkan masuknya lebih banyak truk bantuan dan memfasilitasi pemulihan sistem Kesehatan Gaza yang hancur akibat serangan Israel.
Pihak berwenang kesehatan di Gaza menyatakan kelaparan sedang meluas, dengan rumah-rumah sakit melaporkan tujuh kematian dalam 24 jam terakhir, termasuk dua anak-anak, akibat kelaparan dan malanutrisi.
Hal tersebut menjadikan total kematian akibat kelaparan menjadi 258, dengan 110 di antaranya adalah anak-anak.
Baca juga: Keluarga Islami Tanamkan Pentingnya Ilmu Dalam Rumah Tangga Lewat Kami Muslim Muslimah
(frd)



