Lebih dari 10.000 warga Gaza hilang di bawah puing-puing reruntuhan bangunan di Jalur Gaza sejak Israel melancarkan agresi habis-habisan wilayah kantong Palestina sejak 7 Oktober 2023.
“Kami memperkirakan lebih dari 10.000 orang hilang tertimbun reruntuhan ratusan rumah yang hancur sejak dimulainya agresi,” kata Dinas Pertahanan Sipil Palestina dalam sebuah pernyataan resmi yang dilansir Antara, Rabu (01/05/2024).
Dinas tersebut juga mengatakan bahwa orang-orang yang hilang itu tidak termasuk dalam daftar korban tewas yang dirilis Kementerian Kesehatan, sehingga jumlah martir melebihi 44.000 orang.
“Tim penyelamat mulai menemukan jasad-jasad yang sudah membusuk di bawah reruntuhan gedung-gedung di Jalur Gaza,” tambah pernyataan itu.

Sejak 7 Oktober tahun lalu, Israel melancarkan serangan brutal ke Gaza sebagai balasan serangan kelompok Palestina Hamas yang menewaskan hamper 1.200 orang.
Serangan-serangan Israel telah menewaskan lebih dari 34.500 warga Palestina yang Sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, serta lebih dari 77.000 warga lainnya terluka akibat kehancuran massal dan kurangnya pasokan kebutuhan pokok.

Berdasarkan data PBB, sebagian besar wilayah Gaza hancur dan 85 persen penduduknya terpaksa mengungsi di tengah blokade Israel terhadap kiriman bahan makanan, kelangkaan air, dan obat-obatan.
Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional, yang putusannya pada Januari lalu memerintahkan Israel untuk menghentikan aksinya dan mengambil tindakan yang menjamin kelancaran bantuan kemanusiaan kepada warga sipil Gaza.
(frd)



