spot_img
BerandaAdab dan AkhlakJagalah Diri dan Keluarga Kita dari Api Neraka

Jagalah Diri dan Keluarga Kita dari Api Neraka

Terkadang ketika kita melihat Taman yang berada di sekitar kita. Maka kita teringat akan keindahan ketika kita bermain dengan anak-anak dan keluarga. Sehingga membayangkan keceriaan yang muncul dari wajah-wajah mereka. Sungguh sebuah gambaran angan-angan yang amat indah. Dan setiap orang tua pasti ingin mewujudkannya.

Menjaga Keluarga Kita

Pernahkah kita memikirkan sebuah firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang tertera pada QS. At-Tahrim ayat ke 6

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

cobalah untuk merenungkan ayat ini sejenak. Betapa Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengingatkan kita agar kita menjaga keluarga kita. Cinta kita kepada keluarga jangan sampai melalaikan tugas kita kepada keluarga kita. Cinta orang tua kepada anaknya jangan sampai membutakan kewajiban yang harus diberikan kepada mereka dalam mendidiknya.

Sesungguhnya kebutuhan mereka bukan hanya kesenangan semata, makanan, minuman, pakaian, dan kesenangan lainnya. Tetapi kebutuhan yang lebih pokok dan menjadi tanggung jawab dari kedua orang tua adalah bagaimana menyelamatkankan mereka dari siksa api neraka.

Maka perlu diketahui tanggung jawab kita kepada mereka tidak hanya tanggung jawab memenuhi kebutuhan fisik mereka, tetapi lebih dari itu. Namun kewajiban untuk menanamkan Iman di dalam hati anak-anak mereka. Sehingga kita menjadikan anak-anak kita menjadi seseorang yang benar-benar unggul di mata Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Sehingga mereka dapat melaksanakan kewajiban Allah dan menegakkan tuntunan dari Rasulullah dalam kehidupan mereka.

Melihat apa yang telah Allah firmankan atas dibebankannya kewajiban kepada kita untuk menjaga diri dan keluarga. Telah mengancam kepada kita bahwasanya bahan bakar dari neraka terbuat dari manusia dan batubara. Dari ancaman tersebut bahasanya kita mengetahui apabila terdapat bahan bakar lalu terkena percikkan api. Maka bahan bakar tersebut dapat meledak hingga memunculkan percikkan api yang begitu besar.

Maka perumpamaan ini yang telah Allah gambarkan kepada kita. Andaikan saja bahan bakar (manusia dan bebatuan) dari api neraka itu banyak maka neraka itu akan menyalakan api yang berkobar-kobar. Maka tak heran ketika Allah menjelaskan bahwasanya hampir-hampir neraka itu pecah. Akibat dentuman-dentuman yang terjadi di dalamnya. Setiap kali manusia dan bebatuan di masukkan maka akan menghasilkan dentuman yang besar.

Dalam QS. Shaf ayat ke 30 Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman

يَوْمَ نَقُوْلُ لِجَهَنَّمَ هَلِ امْتَلَـْٔتِ وَتَقُوْلُ هَلْ مِنْ مَّزِيْدٍ

Artinya: “(Ingatlah) pada hari (ketika) Kami bertanya kepada Jahanam, “Apakah kamu sudah penuh?”  Ia menjawab, “Masih adakah tambahan?”

Baca Juga : Pendidikan Tauhid untuk Anak

Rahmat Allah atas Seluruh Makhluk-Nya

Andaikan saja tidak ada Rahmat dari Allah subhanahu wa ta'ala. Mungkin seluruh manusia akan dimasukkan ke dalam api neraka. Namun inilah cara Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengingatkan diri kita. Sehingga orangtua tidak hanya memikirkan Bagaimana memenuhi kebutuhan fisik dari anak-anak mereka. Tetapi hendaknya mereka juga mendapatkan hak atas pendidikan untuk menjadi seseorang yang beriman.

Ingatlah, bahwasanya semua yang ada di sekitar kita pasti akan merasakan kematian dan meninggalkan dunia. Dan ingatlah sesungguhnya kematian yang nantinya akan kita hadapi akan menjadi pemutus dari setiap amalan sholeh. Sedangkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala Allah berfirman dalam QS At-Taghabun ayat ke 14

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya: “Hai orang-orang mukmin, se-sungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Jagalah Diri dan Keluarga Kita dari Api Neraka

Menanamkan Keimanan dalam Hati Anak

Maka dengan mengerti itu semua. Orang tua akan mengerti bahwasanya menanamkan iman di dalam hati anak-anak mereka lebih berarti daripada hanya sekedar memenuhi kebutuhan fisik mereka. Selain hal itu sebagai cara untuk menyenangkan dan menyelamatkan mereka. Tetapi hal ini pula yang nantinya akan menjadi ladang pahala bagi orang tua setelah nikmat kehidupan telah dicabut.

Maka berusahalah untuk mengetahui bagaimana cara menanamkan keimanan di dalam hati anak-anak kita. Dan berpikirlah untuk mengetahui bagaimana cara mendidik mereka menjadi orang-orang yang rajin beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Sehingga mereka menjadi generasi yang cinta kepada Al-Quran. Sehingga mereka semangat untuk menegakkan agama Islam dengan mentaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Lalu mereka Istiqomah berjalan diatas sunnah yang telah ditinggalkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” HR. Imam Muslim

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img