BerandaAqidah dan ManhajPendidikan Tauhid untuk Anak

Pendidikan Tauhid untuk Anak

Memiliki anak merupakan nikmat dan karunia dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Namun perlu kita ketahui bersama bahwasannya disamping sebagai nikmat, anak juga merupakan tanggung jawab kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala di akhir kiamat kelak.

Anak adalah Sebuah Amanah

Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan bertanya tentang tanggung jawab ini. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda

كُلُّكُمْ رَاعٍ فَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، فَالأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ، وَالمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ، وَالعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ، أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Amir (kepala Negara), dia adalah pemimpin manusia secara umum, dan dia akan diminta pertanggungjawaban atas mereka. Seorang suami dalam keluarga adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. Seorang istri adalah pemimpin di dalam rumah tangga suaminya dan terhadap anak-anaknya, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. Seorang hamba sahaya adalah pemimpin dalam urusan harta tuannya, dia akan dimintai pertanggungjawaban atasnya. Ketahuilah, bahwa setiap kalian adalah pemimipin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas siapa yang dipimpinnya.” HR. Imam Bukhari dan Muslim

Oleh sebab itu, kita sebagai seorang yang dikaruniakan anak oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala hendaknya menjaga amanah tersebut. Diantara bentuk penjagaan amanah adalah memberikan pendidikan yang benar kepada anak-anak kita.

Dalam mendidik anak janganlah kita hanya memberikan pendidikan yang bertujuan atau berorientasi kepada dunia semata, harta, pangkat, status sosial, kedudukan, dan lain sebagainya. Namun hendaknya kita memperhatikan pendidikan agama anak-anak kita.

Pendidikan Tauhid untuk Anak

Urgensi Pendidikan Tauhid kepada Anak

Hendaknya kita mengenalkan mereka kepada tauhid dan Allah sebagai Rabb-Nya. sehingga apabila anak kita mengenal dan mengilmui tentang Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Maka insya Allah kelak dia akan menjalani kehidupan ini dengan bahagia karena ketika mereka mendapatkan musibah. Maka anak kita akan lari kepada Allah, meminta kepada Allah, bersandar kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala bukan yang lainnya. Apabila dia mengetahui bahwasanya Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan memberikan apa yang dia minta, mengeluarkan kesusahannya, dan membebaskan dia dari kesedihannya.

Ketika seorang anak kita menanamkan tauhid kepadanya.  Maka di kemudian hari ketika dia mendapatkan nikmat ataupun keleluasaan rezeki maka dia akan mengetahui bahwasanya seluruh yang dia terima adalah nikmat, pemberian, dan karunia dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sehingga dia tidak sombong dan tidak lupa akan hak Allah dan hak saudaranya yang mungkin bisa mereka bantu dengan nikmat yang mereka miliki.

Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah mencontohkan kepada kita semua tentang pendidikan ini. Beliau mengajarkan anak kecil, salah satunya adalah Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma. Ketika beliau masih kecil, beliau telah ditanamkan tauhid oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Dalam sebuah hadits yang masyhur

عبْد الله بن عَبّاسٍ -رَضِي اللهُ عَنْهُما- قالَ: كُنْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- يَوْمًا، فَقَالَ: ((يَا غُلاَمُ، إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ؛ احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ))

Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhuma menceritakan, suatu hari saya berada di belakang Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Beliau bersabda, “Nak, aku ajarkan kepadamu beberapa untai kalimat: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya kau dapati Dia di hadapanmu. Jika engkau hendak meminta, mintalah kepada Allah, dan jika engkau hendak memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah.

Ketahuilah, seandainya seluruh umat bersatu untuk memberimu suatu keuntungan, maka hal itu tidak akan kamu peroleh selain dari apa yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan andaipun mereka bersatu untuk melakukan sesuatu yang membahayakanmu, maka hal itu tidak akan membahayakanmu kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk dirimu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.” HR. Imam Tirmidzi

Dalam hadits ini kita mengetahui bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah menanamkan tauhid dari dini kepada seseorang anak. Maka kita sebagai kaum muslimin, sebagai orang tua, hendaknya perhatian dalam urusan tauhid. Kita tanamkan tauhid kepada anak-anak kita sejak dini, sejak anak kita baru lahir, sejak anak mulai berbicara. Kita ajarkan kepada mereka untuk mengenal dan mentauhidkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Ustadz Nucholis, M.Pd

Baca Juga: Bersemangat Mengajari Anak Aqidah yang Benar

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img