Tidak dapat dipungkiri bahwa stres di kantor sering kali tidak bisa dihindari, apalagi ditambah beban kerja atau deadline yang begitu mengikat.
Stres karena pekerjaan bisa mengganggu kinerja seseorang yang berdampak pada menurunnya produktivitas dan kreativitas. Bahkan menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan stress di tempat kerja tergolong kedalam penyakit.
Tanda-tandanya bisa terlihat pada tiga aspek, diantaranya gejala fisik seperti kelelahan, sulit tidur, otot tegang, hingga sakit kepala. Gejala psikologis yakni depresi, gangguan kecemasan, sulit berkonsentrasi, hilang semangat, dan timbul rasa pesimis.
Sedangkan dari aspek perubahan perilaku misalnya sering tidak masuk kerja, perubahan suasana hati, kurangnya kreativitas dan inisiatif, hingga hilangnya ketertarikan terhadap suatu hal.

Seperti yang dikatakan dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter, meski sulit untuk dihindari namun bisa diatasi jika dikelola dengan baik.
“Pertama-tama, lakukan evaluasi diri dan identifikasi apa saja penyebab stres yang dialami,” kata dr. Reza dilansir KlikDokter.
Mulailah hari dengan benar misalnya dengan sarapan sehat, perencanaan yang matang, dan perilaku positif. Walaupun banyak orang yang belum sampai kantor sudah mengalami stress, pemicunya mulai dari jalanan macet, kurang tidur, dan anak-anak rewel.
Baca juga: 4 Tips Olahraga Ketika Berpuasa
dr. Reza juga menyarankan untuk mencoba mengubah kebiasaan buruk, seperti tidak menunda-nunda pekerjaan yang membuat kerjaan menumpuk.
“Namun jika anda merasa sudah maksimal, tapi beban kerja anda memang terlalu tinggi atau suasana kerja tak kondusif, coba bicarakan dengan atasan untuk menemukan solusi terbaik,” lanjut dr. Reza.
Stres bisa terjadi karena konflik dengan rekan kerja hingga berdampak pada kesehatan fisik dan emosional, sebisa mungkin hindari konflik dan bangun persahabatan dengan rekan kerja.

Menurut laporan State of the America Workplace tahun 2017, salah satu cara untuk meningkatkan kebahagiaan di tempat kerja adalah membangun tali pertemanan dengan rekan kerja.
dr. Reza juga menyarankan sebisa mungkin hindari multitasking. Meski multitasking pernah digembar-gemborkan sebagai cara untuk memaksimalkan waktu seseorang dalam sehari, namun orang-orang secara perlahan mulai menyadari bahwa multitasking ternyata bisa membuat stres.
“Lebih baik fokus akan satu hal dan selesaikan sampai tuntas. Jika sudah selesai, anda bisa pindah ke pekerjaan berikutnya,” kata dr. Reza.
Baca juga: Jumlah DPT Pilkada Jatim 2024 Mencapai 31 Juta Orang
Perencanaan kerja yang baik sangat bisa mengurangi stres di tempat kerja. Misalnya mengerjakan mulai pekerjaan yang mudah terlebih dahulu, efisiensi waktu, dan lainnya.
Ketidaknyamanan fisik bisa jadi salah satu penyebab stres tak terduga, karena membuat anda semakin reaktif terhadap stres, seperti duduk di kursi kerja yang tidak nyaman yang mempengaruhi postur tubuh, bahkan bunyi printer sekalipun bisa membuat frustasi.
Duduk dalam jangka waktu yang lama dapat membuat anda malas bergerak. Atasi kendala ini dengan bergerak sesekali, seperti berjalan ke tempat makan siang, mengunjungi rekan kerja, melakukan peregangan sederhana, dan lainnya.

Jika cara di atas belum membuahkan hasil, cobalah mencari pertolongan dengan berkonsultasi ke psikolog atau psikeater agar dapat membantu anda dalam mengidentifikasi masalah dan mengambil solusi yang tepat.
“Jika gangguan psikologis yang dialami berat, psikiater dapat memberikan obat-obatan seperti antidepresan dan anticemas untuk meredakan gejala. Jalan terakjhir yang dapat anda tempuh jika tidak berhasil mengatasi stres karena pekerjaan, mungkin adalah dengan keluar dari tempat kerja saat ini dan mencari pekerjaan baru,” sarannya.
Jangan hanya pasrah, lakukan beberapa cara diatas guna mengatasi stres saat bekerja, apalagi jika anda pekerja yang menghabiskan setidaknya 8,5 jam setiap harinya di kantor. Bila dicegah dan diatasi dengan baik, maka daya konsentrasi, produktivitas, serta suasana hatipun tetap terjaga.
(frd)



