Penanggung Jawab (PJ) Kursus Al-Iman, Choirul Anam menekankan perlunya pendampingan guru dalam belajar Bahasa Arab.
Hal itu disampaikan saat Podcast Kursus Al-Iman dalam acara Halal Market yang diselenggarakan pada 8 November 2024 di Alun-Alun Kota Surabaya.
“Belajar Bahasa arab itu diusahakan harus ada guru. Kenapa? Karena untuk mengarahkan kita mulai belajar dari mana, maknanya apa, dan koreksi pada saat belajar. Enaknya kalau belajar dengan guru, nanti akan diajari secara bertahap dan sesuai kemampuan kita,” ungkap Anam.

Dalam podcastnya, Anam menyebut metode belajar Bahasa Arab kurang lebih sama seperti Bahasa lainnya. “Belajar Bahasa arab sama halnya dengan belajar Bahasa lain, ada keterampilan menyimak atau maharatul istima’, ada keterampilan berbicara atau maharatul kalam, ada juga keterampilan membaca atau maharatul qiro’ah, dan keterampilan menulis atau maharatul kitabah” ujarnya.
Guna mempermudah, ia menyarankan bagi yang ingin belajar Bahasa Arab untuk mengikuti kursus, salah satunya Kursus Al-Iman.
“Di kursus Al-Iman ini kita buka untuk semua kalangan, mulai dari yang remaja sampai dewasa. Bahkan dari yang tidak bisa berbahasa arab sekalipun,” katanya

Kursus Al-Iman berawal dari sebuah program pembelajaran Bahasa Arab di Radio Suara Al-Iman 846AM pada 2013, lalu ada keinginan dari asatidz agar bisa menjangkau masyarakat dan lebih efektif dalam pembelajaran, maka dibuatlah Kursus Al-Iman.
Sistem pembelajaran di Kursus Al-Iman memiliki kurikulum yang bisa ditempuh selama 2 tahun, baik online maupun offline.
Baca juga: BPJS Jadi Syarat Urus SIM di Surabaya Mulai 1 November 2024
Selain Guru, Ini Tips Belajar Bahasa Arab
Untuk belajar Bahasa Arab, Choirul Anam juga membagikan tips di antaranya yang pertama harus niatkan dulu belajar Bahasa arab itu untuk memahami agama kita.
“Ketika membaca Al-Qur’an, kita bisa memahami makna dari al-qur’an paling tidak maknanya secara global. Jadi kita harus niatkan belajar Bahasa Arab untuk belajar agama,” katanya
Tips yang kedua, senantiasa meminta pertolongan dan kemudahan dari Allah Azza wa Jalla agar istiqomah serta konsisten dalam belajar Bahasa Arab.

“Waktu malas itu datang, hadir saja untuk belajar. Karena kalau menuruti rasa malas nanti akan menunda-nunda, besok lagi diulang lagi, sampai akhirnya hilang dari peradaban (tidak belajar lagi,-red),” ujarnya.
Tips ketiga, belajar Bahasa arab harus dilakukan secara bertahap dan dimulai dari yang paling dasar.
“Karena ketika sudah menjumpai kesulitan di awal, seseorang berpotensi terkena futur atau semangat menurun dalam belajar,” pungkasnya.
Dan tips terakhir, kata Anam, bisa bergabung ke Kursus Al-Iman agar mendapat bimbingan dari pengajar yang berkompeten.
Baca juga: DK PBB Kecam Langkah Israel Larang Operasional UNRWA di Palestina
(frd)



