Daftar Isi
Bulan haram adalah momen atau kesempatan di mana orang-orang beriman berlomba-lomba dalam ketaatan. Berbagai macam ketaatan kita kerjakan dengan penuh kesungguhan dan penuh semangat. Akan tetapi, diantara ketaatan-ketaatan tersebut sudah maklum bagi kita semua bahwa ketaatan yang paling agung dan yang paling utama serta pasti adalah tauhid, yaitu mengesakan Allah subhanahu wa ta'ala
وَاعۡبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشۡرِكُوۡا بِهٖ شَيۡــًٔـا ؕ
“Sembahlah Allah dan janganlah kalian menyekutukannya dengan sesuatu apapun” (Qs. An-Nisa : 36).
Allah subhanahu wa ta'ala menciptakan jin dan manusia dan seluruh alam semesta ini agar kita mentauhidkannya. Allah berfirman,
وَمَا خَلَقۡتُ الۡجِنَّ وَالۡاِنۡسَ اِلَّا لِيَعۡبُدُوۡنِ
“Dan tidaklah kami ciptakan jin dan manusia melainkan agar beribadah hanya kepada-Ku” (Qs. Adz-Dzariyat : 56).
Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan kitab-kitabnya, mengutus para nabi dan para rasul, inti dakwah dan seruan mereka adalah tauhid. Menyeru umat manusia agar hanya beribadah kepada Allah semata. Allah berfirman,
وَمَاۤ اَرۡسَلۡنَا مِنۡ قَبۡلِكَ مِنۡ رَّسُوۡلٍ اِلَّا نُوۡحِىۡۤ اِلَيۡهِ اَنَّهٗ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنَا فَاعۡبُدُوۡنِ
“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya, “bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku!” (Qs. Al-Anbiya : 25).

Diantara jaminan bagi orang yang mentauhidkan Allah subhanahu wa ta'ala adalah:
1. Petunjuk dan Keamanan di Dunia dan Akhirat
Orang-orang yang mentauhidkan Allah dijamin oleh Allah subhanahu wa ta’ala akan mendapatkan petunjuk di dunia dan dijamin dengan keamanan kelak di Hari Kiamat,
اَلَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَلَمۡ يَلۡبِسُوۡۤا اِيۡمَانَهُمۡ بِظُلۡمٍ اُولٰۤٮِٕكَ لَهُمُ الۡاَمۡنُ وَهُمۡ مُّهۡتَدُوۡنَ
“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan syirik, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk.” (Qs. Al-An’am : 82).
2. Ampunan dari Allah
Orang-orang yang mentauhidkan Allah subhanahu wa ta’ala akan diampuni dosa-dosanya sebesar apapun dosanya bagi yang dikehendaki oleh Allah Azza wa jalla,
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغۡفِرُ اَنۡ يُّشۡرَكَ بِهٖ وَيَغۡفِرُ مَا دُوۡنَ ذٰ لِكَ لِمَنۡ يَّشَآءُ ۚ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki.” (Qs. An-Nisa’ : 48).
Allah berfirman dalam hadis Qudsi,
يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَا ، ثُمَّ لَقِيتَنيْ لَا تُشْرِكُ بِيْ شَيْئًا ، لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابهَا مَغْفِرَةً
“Wahai anak Adam ! Jika engkau datang kepadaku dengan membawa dosa-dosa yang hampir memenuhi bumi kemudian engkau bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan memberikan ampunan sepenuh bumi.” (HR. at-Tirmidzi).
3. Terjaga dari Api Neraka
Orang-orang yang mentauhidkan Allah subhanahu wa ta’ala akan diselamatkan dari neraka,
فَإِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ . يَبْتَغِى بِذَلِكَ وَجْهَ اللَّهِ
“Sesungguhnya Allah mengharamkan dari neraka, bagi siapa yang mengucapkan laa ilaha illallah (tiada sesembahan yang benar disembah selain Allah) yang dengannya mengharap wajah Allah” (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Surga Allah
Orang-orang yang mentauhidkan Allah subhanahu wa ta’ala dijamin surga sebagai tempat kembalinya Allah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda,
مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ
“Barang siapa yang meninggal dunia dan dia tahu dia yakin bahwasanya tidak ada yang berhak disembah selain Allah niscaya dia akan masuk surga” (HR. Muslim)
من كان آخر كلامه لا إله إلا الله دخل الجنة
“Barang siapa yang kalimat terakhirnya sebelum dia meninggal adalah Lailahaillallah niscaya dia akan masuk surga” (HR. Abu Dawud).

Tauhid atau mengesakan Allah subhanahu wa ta’ala merupakan pondasi dari seluruh amal shalih. Tidak diterima amal shalih tanpa tauhid, apapun amal shalih tersebut, siapun orangnya, tanpa tauhid tidak akan diterima, sehingga sia-sia dan tidak bermanfaat baginya. Allah subhanahu wa ta’ala berbicara tentang hak manusia yang paling mulia Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam,
لَٮِٕنۡ اَشۡرَكۡتَ لَيَحۡبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُوۡنَنَّ مِنَ الۡخٰسِرِيۡنَ
“Sungguh, jika engkau mempersekutukan (Allah), niscaya akan terhapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang yang rugi.” (Qs. Az-Zumar : 65).
Semoga Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa membimbing kita dalam tauhid dan senantiasa membing kita untuk mengikuti sunah-sunah nabinya shallallahu alaihi wa sallam.



