Menguap adalah hal yang wajar dan alami bagi setiap manusia. Namun dalam Islam, bahkan perkara sederhana seperti ini tidak luput dari perhatian syariat. Islam mengajarkan adab-adab tertentu saat menguap, untuk menjaga kesopanan, kebersihan, dan menghindari gangguan terhadap orang lain.
Daftar Isi
1. Perintah Menahan Menguap
Syaikh Shalih bin Abdullah Al-Ushaimi hafizhahullah dalam kitab Al-Adab Asy-Asyarah menyebutkan:
“Tahanlah menguap semampumu dan tutuplah mulutmu dengan tanganmu serta jangan berkata ‘Ah ah’ saat menguap.”
Hal ini selaras dengan hadits Nabi ﷺ:
“Sesungguhnya Allah menyukai bersin, dan membenci menguap. Jika seseorang bersin, maka hendaknya ia memuji Allah. Dan menjadi kewajiban bagi muslim lain yang mendengarnya untuk mendoakannya. Sedangkan menguap berasal dari setan, maka hendaknya ia menahannya semampunya. Jika ia berkata ‘hah', setan pun akan menertawakannya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Mengapa menguap dibenci dalam Islam?
- Karena menguap menunjukkan kelemahan dan kemalasan, dan hal ini disukai oleh setan.
- Saat menguap dan mengeluarkan suara, setan akan menertawakan orang tersebut.
2. Menutup Mulut Saat Menguap
Jika menguap tidak bisa dicegah, maka dianjurkan untuk menutup mulut dengan tangan, berdasarkan hadits Rasulullah ﷺ:
“Jika salah seorang dari kalian menguap, maka tutuplah mulutnya dengan tangannya, karena setan akan masuk.”
(HR. Muslim)
Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa menutup mulut saat menguap bisa dengan tangan, kain, atau benda lain yang mampu menutup mulut.
“Menutup mulut dengan tangan menjadi wajib jika menguap tidak bisa dicegah tanpa itu, dan ini berlaku baik saat shalat maupun di luar shalat.”
(Fathul Bari, 10/612)
Tangan Mana yang Digunakan?
Tidak ada ketentuan wajib tangan kanan atau kiri, namun:
- Jika mulut tidak berbau, gunakan tangan kanan bagian luar (punggung tangan).
- Jika mulut berbau, gunakan tangan kiri bagian luar, agar tangan kanan tetap bersih karena biasa digunakan untuk makan dan minum.
Baca Juga: Adab Berbicara dalam Islam
3. Tidak Mengeluarkan Suara Saat Menguap
Hindari mengeluarkan suara seperti “Aah… Aah…” saat menguap. Ini termasuk adab yang buruk dan mengganggu orang lain. Nabi ﷺ bersabda:
“…Jika ia berkata: ‘Haah', maka setan akan tertawa darinya.”
(HR. Bukhari)
Seseorang yang tidak menahan menguap dan tidak menutup mulut, akan lebih mudah mengeluarkan suara yang tak perlu saat menguap. Maka menahan dan menutup mulut adalah bentuk adab yang sederhana tapi berdampak besar.
4. Menguap dalam Shalat
Adab ini juga berlaku ketika seseorang sedang dalam shalat. Bahkan lebih ditekankan lagi karena:
- Menguap bisa mengganggu kekhusyukan.
- Suara atau gerakan berlebihan bisa mengurangi nilai shalat.
Ulama menyatakan bahwa menutup mulut ketika menguap dalam shalat merupakan pengecualian dari larangan menutup mulut saat shalat, sebagaimana dijelaskan dalam Fathul Bari.

5. Menguap Termasuk Perkara Makruh
Para ulama menyatakan bahwa menguap adalah makruh, karena Nabi ﷺ memerintahkan untuk menahannya. Ini menandakan bahwa Islam ingin setiap muslim menjaga kesopanan, semangat, dan sikap terjaga, bahkan dalam hal yang tampak sepele.
Kesimpulan
Adab menguap yang diajarkan dalam Islam mencerminkan kesempurnaan agama ini dalam mengatur kehidupan sehari-hari, bahkan dalam perkara kecil. Beberapa poin penting yang harus diperhatikan:
✅ Menahan menguap sebisa mungkin
✅ Menutup mulut dengan tangan (utamakan punggung tangan)
✅ Tidak mengeluarkan suara saat menguap
✅ Berlaku pula saat shalat
✅ Perhatikan etika dan kebersihan
Jaga adab, jaga akhlak. Karena Islam adalah agama yang memuliakan setiap detail dalam kehidupan.



