SIDOARJO – Daurah Tauhid I Kota Sidoarjo yang diselenggarakan Yayasan Nida'ul Fithrah (YNF) berlangsung lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Kegiatan yang digelar pada Sabtu (11/7/2026) di Masjid Nida'ul Fithrah, Sidoarjo, ini dihadiri 357 peserta, terdiri dari 171 peserta ikhwan dan 186 peserta akhwat, melampaui jumlah pendaftar yang sebelumnya mencapai sekitar 300 orang.
Mengusung tema pembahasan Kitab 100 Hadits Tentang Tauhid dan Faedah-faedah yang Terkandung di Dalamnya, Daurah Tauhid menghadirkan Ustadz Dr. Fadlan Fahamsyah, Lc., M.H.I. sebagai pemateri dan penulisnya. Kegiatan ini bertujuan mengajak masyarakat untuk terus mempelajari ilmu tauhid sebagai pondasi utama dalam beribadah kepada Allah Ta'ala
Daftar Isi

Daurah Tauhid Berjalan Lancar dan Diikuti Ratusan Peserta
Sejak sesi pertama dimulai, para peserta tampak memenuhi ruang utama Masjid Nida'ul Fithrah untuk mengikuti kajian dengan khidmat. Antusiasme peserta terlihat dari keseriusan mereka menyimak materi, mencatat poin-poin penting, hingga mengikuti seluruh rangkaian daurah yang berlangsung dalam tiga sesi.
Penyelenggara berharap daurah tauhid dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk semakin memahami pentingnya ilmu tauhid dalam kehidupan sehari-hari. Melihat tingginya minat masyarakat, YNF berencana kembali menggelar Daurah Tauhid II sebagai lanjutan dari pembelajaran yang telah dimulai.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Al-Iman TV sebagai media partner yang menyiarkan acara secara langsung melalui TV satelit, Radio Suara Al-Iman 918 AM Surabaya, kanal YouTube resmi Al-Iman Live Streaming, serta Facebook Al-Iman TV sehingga dapat diikuti masyarakat yang tidak hadir secara langsung.
Daurah Tauhid Bahas Urgensi Belajar Tauhid dan Bahaya Syirik
Dalam daurah tauhid, Ustadz Dr. Fadlan Fahamsyah membuka pembahasan dengan menjelaskan urgensi mempelajari tauhid sebagaimana dijelaskan pada muqaddimah cetakan kedua kitab yang menjadi rujukan kajian. Menurut beliau, mempelajari tauhid merupakan kewajiban yang harus didahulukan sebelum mempelajari cabang ilmu lainnya.
Beliau juga mengingatkan bahaya syirik yang masih dijumpai di tengah masyarakat, baik dalam bentuk yang tampak maupun yang sering tidak disadari. Di antaranya adalah mempercayai dukun, praktik pesugihan, hingga memanjatkan doa kepada selain Allah Ta'ala, yang seluruhnya bertentangan dengan kemurnian tauhid.
“Menuntut ilmu itu bertahap, sehingga dalam mempelajari tauhid harus secara beruntun karena tujuan utama dari mempelajari tauhid adalah menyembah Allah Ta'ala tanpa menyekutukan-Nya,” ujar Ustadz Dr. Fadlan Fahamsyah.
Melalui materi tersebut, peserta diajak memahami bahwa tauhid bukan sekadar teori, tetapi menjadi landasan dalam setiap ibadah dan aktivitas seorang Muslim.

Daurah Tauhid Menjadi Pengingat Pentingnya Memurnikan Ibadah kepada Allah
Kegiatan daurah tauhid menjadi pengingat bahwa ilmu tauhid merupakan ilmu paling mendasar yang wajib dipelajari setiap Muslim. Dengan memahami tauhid yang benar, seseorang dapat mengenal Rabb-nya, memurnikan ibadah hanya kepada Allah Ta'ala, serta menjauhi segala bentuk kesyirikan.
Allah Ta'ala berfirman:
“Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (agar menyerukan), ‘Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.'”
(QS. An-Nahl: 36)
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
“Barang siapa meninggal dunia dalam keadaan mengetahui bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, maka ia akan masuk surga.”
(HR. Muslim No. 26)
Semangat ratusan peserta yang menghadiri daurah tauhid menunjukkan besarnya keinginan masyarakat untuk terus belajar agama, khususnya memahami tauhid sebagai pondasi keimanan. Diharapkan, ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang kajian, tetapi diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga semakin menguatkan keimanan dan menjauhkan seorang Muslim dari segala bentuk kesyirikan.
Baca Juga : Masjid Darul Hijrah Surabaya Bagikan Sekitar 3500 Paket Daging Kurban









