spot_img
BerandaBerita Al-ImanKemkes Palestina Siap Terima Tahanan yang akan Dibebaskan Israel

Kemkes Palestina Siap Terima Tahanan yang akan Dibebaskan Israel

Kementerian Kesehatan Palestina bersiap menerima tahanan yang akan dibebaskan oleh Israel, sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran tawanan dengan Hamas.

Seorang pejabat Kemenkes Palestina, Dr Moatasem Mohisen memerintahkan rumah-rumah sakit untuk mempersiapkan diri jika kesepakatan tercapai dan para tahanan dibebaskan.

Terkait penyiksaan brutal yang dialami warga Palestina yang ditahan, ia meminta seluruh rumah sakit di Palestina untuk segera mempersiapkan klinik penyakit dalam dan bedah untuk memeriksa sekaligus merawat mereka.

Kemkes Palestina Siap Terima Tahanan yang akan Dibebaskan Israel

Mengutip Antara, Stasiun TV Israel, Channel 12 melaporkan bahwa pemimpin israel Benyamin Netanyahu akan menggelar rapat mendadak soal keamanan pada Selasa malam untuk membahas kesepakatan itu.

Media Israel juga melaporkan adanya perkembangan signifikan dalam negosiasi gencatan senjata di Jalur Gaza yang telah berlangsung beberapa pekan.

Hal senada juga diungkapkan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari yang menyebut kesepakatan soal Gaza “hampir selesai” dan bisa ditandatangani pada Jum’at mendatang.

Baca juga: Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2025 Sebesar Rp55,4 Juta per Jamaah

Skenario Gencatan Senjata

Menurut mereka, kesepakatan gencatan senjata akan dilakukan dalam tiga tahap selama 40 hingga 42 hari. Rencana negosiasi tambahan akan dibuat untuk tahap berikutnya.

Pada tahap pertama, pasukan Israel akan tetap menguasai Koridor Netzarim di Gaza tengah dan Koridor Philadelphia di Gaza selatan.

Setelah satu pekan, Hamas diharapkan bisa menyerahkan daftar warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel. Setelah itu, Israel akan mengizinkan warga Palestina yang mengungsi untuk kembali ke Gaza utara.

Kemkes Palestina Siap Terima Tahanan yang akan Dibebaskan Israel

Kemajuan tercapai setelah negosiasi terhenti lebih dari setahun. Selama itu, Netanyahu kerap mengeklaim adanya kemajuan, tetapi Israel terus melancarkan operasi militernya di Gaza.

Terobosan dalam negosiasi gencatan senjata dikabarkan terjadi setelah Netanyahu mendapat tekanan dari Steve Witkoff, utusan Presiden AS terpilih Donald Trump, dalam sebuah “pertemuan yang tegang” pada Sabtu, menurut laporan Times of Israel.

Israel saat ini menahan lebih dari 10.300 warga Palestina. Di pihak lain, Hamas diperkirakan menyandera 98 warga Israel di Gaza. Kelompok itu mengatakan banyak sandera tewas akibat serangan udara Israel yang membabi buta.

Baca juga Update Haji 2025: Mulai Berangkat Hingga Dapat Makan Setiap hari

(frd)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img