BerandaBerita Al-ImanKetahui Cara Pindah Memilih Pada Pemilu 2024

Ketahui Cara Pindah Memilih Pada Pemilu 2024

Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuka pengurusan pindah memilih atau pindah Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pemilu 2024 dengan empat kriteria tertentu.

Komisioner Divisi Perencanaan, data, dan Informasi KPU Kota Surabaya Naafilah Asri Swarist menyebut pengurusan pindah pilih dapat dilakukan hingga 7 Februari 2024 atau H-7 sebelum pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu).

“Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 batas waktu pengurusan untuk pindah pilih H-30. Kemudian di tahun 2019 ada juicial review yang menghasilkan keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 10 Tahun 2019, sehingga ada empat kondisi tertentu yang memungkinkan untuk pengurusan pindah pilih paling lambat H-7,” kata Naafilah kepada Antara (23/01/2024).

4 Kriteria Pindah Memilih

Empat kriteria pemilih yang termasuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024 yang memenuhi syarat untuk pindah memilih sampai 7 Februari 2024 sebagai berikut:

  1. Pemilih yang mengalami sakit dan sedang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.
  2. Tertimpa bencana alam.
  3. Menjalankan tugas saat hari pemungutan suara.
  4. Menjadi tahanan di rumah tahanan (Rutan) atau lembaga pemasyarakatan (Lapas).

Pengecekan DPT dapat dilakukan melalui laman https://cekdptonline.kpu.go.id/

Cara Mengurus Pindah Memilih Pemilu 2024

Bagi pemilih yang termasuk kriteria di atas, maka bisa mengurus pindah memilih maksimal 7 Februari 2024 dengan alur dan tata cara berikut ini:

Pertama, datang langsung ke tempat pengurusan, diantaranya: KPU Kabupaten/Kota, Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kabupaten/Kota, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPS) Kabupaten/Kota di tempat asal atau domisili.

Kedua, membawa bukti pendukung asalan pindah memilih, seperti:

  • Surat keterangan rawat inap atau pendamping pasien rawat inap dari fasilitas layanan kesehatan/rumah sakit.
  • Surat dari BNPB/Kepala Desa/Lurah setempat atau pemberitahuan dari media massa bagi yang tertimpa bencana.
  • Surat tugas/keterangan yang ditandatangani pimpinan instansi/perusahaan dan di cap basah serta fotokopi KTP dan/atau KK terbaru.
  • Surat pernyataan dari kepala rutan /kepala lapas bagi yang menjadi tahanan.

Ketiga, membawa dokumen pendukung lainnya yaitu lampiran salinan formulir Model A-Tanda Bukti Terdaftar sebagai Pemilih dalam DPT di TPS asal dan KTP atau KK terbaru.

Keempat, KPU akan memetakan TPS mana ditempat tujuan, namun pemilih harus ikhlas ditempatkan di TPS yang nantinya ditentukan.

Kelima, Pemilih membawa serta menunjukkan formulir A-Surat Pindah Memilih saat hari pemungutan suara di TPS Domisili dan nantinya masuk kedalam Daftar Pemilih Tambahan atau DPTb.

Informasi selengkapnya mengenai pedoman pemungutan suara yang dirilis KPU bisa diakses melalui laman berikut ini:

Unduh Pedoman Teknis Pemungutan Suara

Baca juga: Liga Arab: Tangguhkan Dana UNRWA Berarti Abaikan Palestina

(frd)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img