spot_img
BerandaKhutbah Jumat3 Sebab Datangnya Ampunan Allah

3 Sebab Datangnya Ampunan Allah

Bagian dari sebuah ketakwaan adalah kita berusaha menjalankan amalan-amalan dan sebab-sebab yang dapat meningkatkan iman kita serta dapat menghilangkan dosa-dosa dan kesalahan kita. Manusia memiliki dua potensi, yang pertama potensi untuk berbuat baik dan beramal saleh. Dan yang kedua, manusia juga mempunyai potensi untuk melakukan perbuatan dosa. Oleh karena itu Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan rahmat-Nya yang luas dan ampunan-Nya yang luas, Allah bukakan pintu dan sebab yang dapat mendatangkan ampunan-Nya kepada para hamba yang senantiasa diliputi dengan dosa dan kesalahan dalam kehidupan.

Di antara sebab yang dapat mendatangkan ampunan Allah adalah yang tercantum dalam hadis yang mulia yang diriwayatkan Imam Tirmidzi dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ta'ala Anhu. Baginda Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, Allah berfirman, dalam hadis qudsi,

يَا ابْنَ آدَمَ ، إنَّكَ مَا دَعَوْتَنِيْ وَرَجَوْتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيْكَ وَلَا أُبَالِيْ

“Wahai anak Adam! Tidaklah engkau berdo’a kepada-Ku dan berharap hanya kepada-Ku, niscaya Aku mengampuni dosa-dosa yang telah engkau lakukan dan Aku tidak peduli.”

 يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ، ثُمَّ اسْتَغفَرْتَنِيْ ، غَفَرْتُ لَكَ وَلَا أُبَالِيْ

“Wahai anak Adam! Seandainya dosa-dosamu setinggi langit, kemudian engkau minta ampunan kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli.”

 يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَا ، ثُمَّ لَقِيتَنيْ لَا تُشْرِكُ بِيْ شَيْئًا ، لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابهَا مَغْفِرَةً

“Wahai anak Adam! Jika engkau datang kepadaku dengan membawa dosa-dosa yang hampir memenuhi bumi kemudian engkau bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan memberikan ampunan sepenuh bumi.” (HR. at-Tirmidzi, dan beliau berkata: Hadits ini hasan shahih)

3 Sebab Datangnya Ampunan Allah

Beberapa sebab yang mendatangkan ampunan Allah subhanahu wa ta’ala dari dosa-dosa seorang hamba adalah,

1. Berdoa dan Berharap Kepada Allah

Yang pertama adalah berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Allah berfirman,

يَا ابْنَ آدَمَ ، إنَّكَ مَا دَعَوْتَنِيْ وَرَجَوْتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيْكَ وَلَا أُبَالِيْ

“Wahai anak Adam! Tidaklah engkau berdo’a kepada-Ku dan berharap hanya kepada-Ku, niscaya Aku mengampuni dosa-dosa yang telah engkau lakukan dan Aku tidak peduli.”

Allah menyebutkan bahwa doa adalah ibadah yang mulia. Doa tidak boleh ditujukan kecuali hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sebagai ibadah yang agung, doa menjadi jalan untuk mendapatkan ampunan dari Allah.

Dalam hadis di atas, doa digandengkan dengan berharap kepada Allah. Artinya, apabila seorang hamba berdoa kepada Allah dengan berharap yang luar biasa kepada-Nya dan meyakini bahwa karunia Allah itu luas serta berhusnuzan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, maka Allah akan mengampuni.

Ini merupakan sebab agung yang dapat mendatangkan ampunan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Lebih dari itu, rasa harap dalam kehidupan seorang Muslim harus diimbangi dengan rasa takut. Dengan adanya rasa harap, seseorang tidak putus asa dari rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dengan adanya rasa takut, seseorang tidak berbuat semena-mena karena takut akan dosa dan azab Allah Subhanahu wa Ta'ala.

2. Istighfar dan Taubat Kepada Allah

Yang kedua di antara sebab yang dapat mendatangkan ampunan Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah istighfar dan tobat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Istighfar tidak hanya disyariatkan bagi seorang yang telah berbuat dosa, tetapi juga seorang yang telah berbuat kebaikan dan ketaatan. Oleh karena itu, setelah seorang hamba menjalankan salat lima waktu, yang pertama kali disunahkan adalah istighfar kepada Allah tiga kali.

Selain untuk mengampuni dosa-dosa kita, istighfar juga berfungsi untuk menambal dan melengkapi kekurangan-kekurangan dalam ibadah kita. Karena bagaimanapun juga, seorang hamba dalam beramal pasti memiliki kekurangan, sehingga membutuhkan pelengkap yang dapat menutupi kekurangan tersebut, di antaranya melalui istighfar kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Allah berfirman dalam hadis qudsi,

يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ، ثُمَّ اسْتَغفَرْتَنِيْ ، غَفَرْتُ لَكَ وَلَا أُبَالِيْ

“Wahai anak Adam! Seandainya dosa-dosamu setinggi langit, kemudian engkau minta ampunan kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu, dan Aku tidak peduli.”

Istighfar termasuk amal mulia yang dapat menenangkan hati seorang hamba, menyibukkan lisan dari perbuatan dosa, menghapus dosa-dosa, dan menjadi salah satu sebab yang dapat menghalangi musibah-musibah yang akan turun. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُمۡ وَاَنۡتَ فِيۡهِمۡؕ وَمَا كَانَ اللّٰهُ مُعَذِّبَهُمۡ وَهُمۡ يَسۡتَغۡفِرُوۡنَ

“Sekali-kali Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan sekali-kali Allah tidak akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan.” (QS. Al-Anfal: 33)

Pada zaman Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, ada dua tolak bala untuk menolak musibah dari Allah, yaitu keberadaan Nabi di tengah-tengah manusia dan istighfar. Satu telah Allah cabut, maka kini tinggal bagaimana seorang hamba mengamalkan ajaran sunnah yang dibawa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Adapun tolak bala yang abadi adalah istighfar kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Allah berfirman,

فَاعۡلَمۡ اَنَّهٗ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَاسۡتَغۡفِرۡ لِذَنۡۢبِكَ

“Maka ketahuilah, bahwa tidak ada tuhan (yang patut disembah) selain Allah, dan mohonlah ampunan atas dosamu.” (QS. Muhammad: 19)

Istighfar adalah sebab yang dapat mengampuni dosa-dosa kita.

3 Sebab Datangnya Ampunan Allah

3. Bertauhid dan Menjauhi Syirik

Kemudian yang ketiga Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam meriwayatkan dari Rabbnya,

يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَا ، ثُمَّ لَقِيتَنيْ لَا تُشْرِكُ بِيْ شَيْئًا ، لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابهَا مَغْفِرَةً

“Wahai anak Adam! Jika engkau datang kepadaku dengan membawa dosa-dosa yang hampir memenuhi bumi kemudian engkau bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan memberikan ampunan sepenuh bumi.”

Tidak menyekutukan Allah dengan suatu apapun, tidak dengan malaikat, tidak dengan para nabi, tidak dengan orang-orang sholeh. Karena semulia apapun makhluk Allah, ia tetap lah makhluk dan hamba Allah, “Wal Abdu laa yu’badu” Seorang hamba (semulai apapun) tidak boleh disembah, diibadahi, dan tidak boleh berdoa kepadanya. Begitu pula ibadah-ibadah yang lainnya, semua wajib ditujukan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Pelebur dosa yang paling agung adalah bagaimana seorang hamba memurnikan ibadahnya hanya kepada Allah dan jangan sekali-kali berbuat kesyirikan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sebagaimana meninggalkan kesyirikan itu menjadi penyebab dihapusnya dosa, maka perbuatan kesyirikan kepada Allah dapat melebur amal-amal kebaikan kita.

Allah memperingatkan Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yang juga merupakan peringatan kepada umat beliau,

لَٮِٕنۡ اَشۡرَكۡتَ لَيَحۡبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُوۡنَنَّ مِنَ الۡخٰسِرِيۡنَ

“Sungguh, jika engkau mempersekutukan (Allah), niscaya akan terhapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang yang rugi.” (QS. Az-Zumar: 65)

Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan taufik kepada kita untuk menjalankan ketaatan dan menjauhi larangan-Nya. Semoga Allah mengampuni kekurangan-kekurangan kita.

Masih banyak sebab-sebab dihapusnya dosa seorang hamba, maka salah satu usaha kita yang banyak berbuat dosa adalah dengan menjalin sebab-sebab diampuni dosa-dosa kita. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Oleh: Ustadz Abdurrahman Hadi, Lc., M.H.

Baca juga: Urgensi Tauhid dalam Kehidupan Seorang Muslim

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img