spot_img
BerandaAqidah dan ManhajFenomena Penyimpangan Pada Tauhid Rububiyyah

Fenomena Penyimpangan Pada Tauhid Rububiyyah

Meskipun tauhid rububiyah merupakan suatu hal yang secara alamiah sudah ada pada diri seseorang, bahkan begitu banyak petunjuk yang menjelaskan keesaan Allah pada rububiyah-Nya. Hanya saja masih ada diantara manusia yang menyimpang pada tauhid rububiyah ini, disebabkan telah rusaknya fitrah dan jiwa orang yang menyimpang tersebut.

Berikut ini beberapa bentuk penyimpangan yang terjadi pada tauhid rububiyah :

Pengingkaran terhadap tauhid rububiyyah secara asal dan mengingkari keberadaan Allah subhanahu wa ta’ala.

    Sebagaimana hal ini terjadi pada orang-orang atheis, yang mana mereka menyandarkan keberadaan seluruh alam semesta ini ada dengan sendirinya atau semisalnya.

    Allah telah menyebutkan keyakinan orang atheis ini di dalam Al-Qur’an, Allah ta’ala berfirman :

    وَقَالُوْا مَا هِيَ اِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوْتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَآ اِلَّا الدَّهْرُۚ

    ”Mereka berkata, “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup, dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa.” (QS. Al-Jatsiyah : 24)

    Pengingkaran terhadap sebagian kekhususan rububiyyah yang dimiliki Allah.

    Seperti orang yang mengingkari kemampuan Allah dalam mematikan, menghidupkan setelah kematian, memberikan manfaat, mencegah mudorot, atau semisalnya yang hanya khusus dimiliki oleh Allah subhanahu wa ta’ala saja.

    Penyematan kepada selain Allah, sebagian kekhususan sifat rububiyyah yang dimiliki oleh Allah.

    Maka barangsiapa yang meyakini adanya eksistensi lain yang mengatur alam semesta selain Allah. Seperti mengadakan atau membinasakan sesuatu, menghidupkan atau mematikan, mendatangkan kebaikan atau menolak keburukan, dan semisalnya. Yang mana sifat kerububiyahan tersebut mutlak hanya milik Allah saja, maka hal yang semacam ini dinamakan kesyirikan atau menyukutukan Allah.

    Penyimpangan Pada Tauhid Rububiyyah

    Ketiga bentuk diatas merupakan bentuk penyimpangan terhadap tauhid rububiyah secara umum. Adapun contoh-contohnya dalam kehidupan sehari-hari begitu banyak. Contohnya ketika ada seseorang yang sakit dan dia berobat setelah itu sembuh, dengan sadar atau tidak sadar ia telah terjatuh kepada kesyirikan dengan menyematkan kesembuhan tersebut datang karena obat atau dokter yang mengobatinya.

    Pada contoh lain, terdapat keyakinan sebagian orang bahwa alam semesta ada yang mengatur selain Allah, seperti yang mereka namakan sebagai wali kutub, sebagai manusia meyakini wali-wali tersbut dapat mengatur urusan yang ada di alam semesta.

    Dan pada contoh lain, adanya sebagian manusia yang meyakini bahwa ada orang yang dapat mengatur turunnya hujan atau yang mereka sebut sebagai pawang hujan. Maka sungguh hal yang semacam ini merupakan kesyirikan yang nyata.

    Demikian yang kami sampaikan semoga bermanfaat, Wallahu ta’ala a’lam.

    Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I

    Baca Juga : Tauhid Rububiyah Saja Tidak Cukup Menyelamatkan dari Neraka

    ARTIKEL TERKAIT

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    spot_img