spot_img
BerandaKhutbah JumatPentingnya Perkara Sholat & 6 Tanda Kemunafikan di Dalamnya

Pentingnya Perkara Sholat & 6 Tanda Kemunafikan di Dalamnya

Pentingnya Sholat

Diantara perintah terbesar Allah Subhanahu wa ta’ala adalah perintah untuk menegakkan sholat. Menegakkan sholat adalah sewajib-wajibnya perintah di dalam Islam setelah tauhid. Bahkan Allah subhanahu wa ta’ala dan rasulnya meletakkan sholat langsung setelah tauhid, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,

بني الإسلام على خمس: شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدًا رسول الله، وإقام الصلاة، وإيتاء الزكاة، وصوم رمضان، وحج البيت

“Islam dibangun atas lima perkara: Bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadan, dan berhaji ke Baitullah.” (HR. Bukhori dan Muslim).

Allah subhanahu wa ta’ala dan rasulnya meletakkan sholat sebagai kewajiban yang paling wajib. Bahkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menjadikan sholat sebagai garis pembeda dan pemisah antara kekafiran dan keimanan. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda

اَلْعَهْدُ الَّذِيْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلَاةُ ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

“Garis perjanjian yang memisahkan antara kita dengan orang-orang kafir adalah sholat, maka barang siapa yang meninggalkan sholat maka dia kafir” (HR. Ibnu Majah, at-Tirmidzi, dan an-Nasa’i).

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga mengingatkan kita bahwa sholat adalah amalan yang pertama kali dihisab pada hari kiamat sebelum amal-amal yang lain, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,

أَوّلُ مَا يُـحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلَاةُ

“Perkara yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah sholat.” (HR. At-Thabrani)

Maka hendaklah kita memperhatikan masalah sholat ini ikhwatal Iman. Perintah sholat berbeda dengan perintah-perintah yang lain, perintah sholat adalah perintah yang istimewa yang mana ketika Allah mensyariatkan sholat lima waktu Allah Subhanahu wa ta’ala mengisra mi'rajkan nabinya hingga ke langit tingkat 7. Ini berbeda dengan syariat-syariat yang lain, berbeda dengan zakat Allah turunkan titah dari langit melalui malaikat Jibril sedangkan Rasulullah masih ada di muka bumi. Begitu juga dengan puasa, Haji, kurban, birrul walidain, dan lain sebagainya, kecuali sholat. Saking agungnya sholat hingga Allah Subhanahu wa ta’ala mengisra mi'rajkan nabinya untuk mendapatkan titah khusus yaitu sholat lima waktu.

Ikhwatal Iman, sholat lima waktu tidak boleh kita meremehkannya. Jangankan orang yang meninggalkan sholat, orang yang sholat saja bisa celaka,

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya” (Qs. Al-Ma'un: 4-5)

Ini orang yang sholat bisa celaka, maka bagaimana lagi kalau orang meninggalkan sholat? Orang yang mengerjakan sholat saja bisa celaka.

6 Tanda Kemunafikan di Dalam Sholat

Imam Ibnul Qoyyim al-jauziyyah mengingatkan kita tentang kemunafikan, beliau mengatakan:

ست صفات في الصلاة من علامات النفاق

“Ada enam hal di dalam sholat yang merupakan ciri orang munafik”

Yang kita tahu ciri orang munafik itu kalau berbicara dusta, kalau dipercaya khianat, kalau berjanji tidak ditepati, mungkin kita sudah sering mendengar sejak kecil dan itu jelek, sehingga orang sudah tahu semuanya. Tapi yang harus kita perhatikan sebagaimana yang diwasiatkan Imam Ibnul Qayyim al-jauziyyah, di dalam sholat itu ada ciri-ciri orang munafik.

Mari kita bercermin, apakah enam hal ini ada pada diri kita? Seandainya enam hal ini ada pada diri kita, maka tuduhlah diri kita bahwa ada kemunafikan dalam diri kita, yang kita harus segera mengobatinya.

1. Malas Saat Mengerjakannya

Yang pertama adalah الكسل عند القيام إليها yaitu ketika orang itu merasa malas saat mengerjakannya. Ada adzan, kok tidak tergerak hatinya untuk perge ke masjid. Sudah tahu waktunya sholat, tapi ada rasa malas dalam dirinya. Ini tidak hanya menimpa orang awam, bahkan para penuntut ilmu pun bisa kena ini. Hati-hatilah Ikhwatal iman, kita periksa hati-hati kita. Kalau sampai ada kemalasan untuk menjalankan sholat, ada tanda kemunafikan dalam hati kita.

2. Ingin Dipuji Orang Lain

Yang kedua adalah ومراءاة الناس في فعلها yaitu ingin dipuji orang. Misalnya ada cctv, kalau nggak berangkat nggak enak. Itu ciri orang munafik (naudzubillah) Semoga kita tidak masuk di dalamnya.

3. Mengakhirkan Waktu

Yang ketiga adalah وتأخيرها yaitu mengakhirkan waktunya, ini sholat!! Bukan tidak sholat. Sholat, tapi tetap kalau kita melakukan ini kita akan celaka dan binasa. Mengakhirkan waktunya, “Oh masih jam 4 ndak papa kita tunda dulu’ sampai akhirnya jam 5 baru sholat ashar, bahkan jam 5 lebih baru sholat ashar.

4. Tergesa-gesa dalam Melakukannya

Yang keempat adalah ونقرها yaitu  tergesa-gesa melakukannya. Rasulullah mengistilahkan seperti ayam mematok biji-bijian, gerakannya cepat tidak tuma'ninah, hilang kewibawaan sholat. Rukuknya tidak sempurna, sujudnya tidak sempurna.

5. Sedikit Mengingat Allah di Dalam Salat

Yang kelima adalah وقلة ذكر الله فيها Yaitu sedikit mengingat Allah dalam sholat. Bahkan ketika keluar dari masjid ditanya, tadi pada rakaat pertama imam membaca surah apa? Bingung, lupa, nggak tahu karena tadi dia tidak konsentrasi, sehingga sedikit mengingat Allah. Ini adalah cambuk bagi kita semua, bagi yang berbicara dan bagi kita semua. Harus menghadirkan hati ketika sholat! Agar kita tidak termasuk orang yang celaka meskipun kita sholat.

6. Tertinggal dari Salat Jamaah

Yang keenam والتخلف عن جماعتها yaitu tertinggal dari sholat jamaahnya. Bahkan Abdullah bin Mas'ud mengatakan, kami di zaman Nabi, untuk melihat orang itu munafik atau tidak, maka dilihat dari sholat jamaahnya. Kalau sampai ada seorang di zaman Nabi dia meninggalkan sholat jamaah tanpa udzur, maka kata Abdullah bin Mas'ud dia itu munafiqun ma’luumun nifaq.

إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَّمَنَا سُنَنَ الْهُدَى

Sesungguhnya rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita jalan-jalan petunjuknya

وَإِنَّ مِنْ سُنَنِ الْهُدَى الصَّلَاةَ مَعَ الْجَمَاعَةِ

Sesungguhnya di antara jalan-jalan petunjuk itu adalah sholat berjamaah

لَوْ تَرَكْتُمْ سُنَّةَ نَبِيِّكُمْ لَضَلَلْتُمْ

Sekiranya kalian meninggalkan ajaran Nabi kalian (sholat jamaah), kalian akan tersesat.

Siapakah panutan kita? Muhammad shallallahu alaihi wasallam, dan tahukah anda apa yang diucapkan beliau sebelum wafat? Diantara ucapan Rasulullah sebelum wafat adalah

الصَّلَاةَ الصَّلَاةَ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ

Sholat sholat wahai hamba Allah! Dan ingatlah dengan budak-budak kalian Jangan perlakukan budak dengan zalim.

Dari sini kita tahu bahwa sholat adalah di antara wasiat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Yang namanya wasiat itu pasti sesuatu yang penting, apalagi kalau yang berwasiat adalah Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam pasti itu lebih sangat penting. Seandainya kita diwasihati orang tua kita, maka kita berusaha menjalankannya. Maka, jika yang berwasiat adalah Baginda Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, mudah-mudahan kita diberi pertolongan oleh Allah subhanahu wa ta’ala menjadi orang yang semangat menegakkan sholat.

Ustadz Dr. Fadlan Fahamsyah, Lc., M.H.I.

Baca juga : Agar Ibadahmu Diterima

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img