BerandaNasehatAgar Ibadahmu Diterima

Agar Ibadahmu Diterima

Syarat Diterimanya Ibadah

Saudaraku kaum muslimin, wajib engkau ketahui bahwa ketaatan dan ibadah tidak akan diterima kecuali dengan dua syarat; Syarat yang pertama, adanya ke ikhlasan dalam melakukan ibadah tersebut. Syarat yang kedua, mengikuti tuntunan Rasulullah Muhammad shalallahu’alaihi wasallam.

Allah berfirman:

وَمَآ أُمِرُوٓاْ إِلَّا لِيَعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤۡتُواْ ٱلزَّكَوٰةَۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلۡقَيِّمَةِ

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus.”(QS. Al-Bayyinah: 5)

Rasulullah bersabda:

إِنَّ اللَّه لاَ يَقْبَلُ مِنْ العَمَلِ إِلاَّ مَا كَانَ لَهُ خَالصًا، وَبْتَغِيَ بِهِ وَجْهُهُ

“Sesungguhnya Allah tidak menerima amal ibadah, kecuali yang dilakukan dengan ikhlas, dan mengharap wa iah Allah dengannya.” (HR. Nasa’i dan Tabrani)

Allah berfirman tentang perintah mengikuti Rasulullah :

وَمَآ ءَاتَىٰكُمُ ٱلرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَىٰكُمۡ عَنۡهُ فَٱنتَهُواْۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۖ

“…Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dan apa yang dilarang padamu maka tinggalkanlah.. (QS. Al-Hasyr: 7)

Allah juga berfirman:

فَلۡيَحۡذَرِ ٱلَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنۡ أَمۡرِهِۦٓ أَن تُصِيبَهُمۡ فِتۡنَةٌ أَوۡ يُصِيبَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“…maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih. (An-Nur: 63)

Allah juga berfirman :

قُلۡ إِن كُنتُمۡ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِي يُحۡبِبۡكُمُ ٱللَّهُ

Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihimu…. (QS, Al-Imran: 31)

Ketika Salah Satu Syarat Hilang

Begitulah wahai hamba Allah, amal ibadah harus ikhlas untuk Allah dan pelakunya harus mengikuti tuntunan Rasulullah. Sesungguhnya ibadah itu jika dilakukan dengan ikhlas, tapi tidak sesuai dengan petunjuk Nabi maka itu tidak bermanfaat baginya.

Misalkan dia shalat Subuh dengan ikhlas, tapi dia melakukannya sebanyak empat rakaat, meskipun dia ikhlas dan mengharap wajah Allah maka tetap tidak diterima. Karena shalat subuh itu dua rakaat bukan empat rakaat. Jadi harus mengikuti tuntunan Nabi. Demikian pula misalnya seseorang shalat Subuh sesuai dengan tuntunan Nabi shalatnya dua rakaat tapi niatnya ingin mendapat perhatian dan pujian manusia, maka itu juga tidak diterima oleh Allah. Oleh karena itulah, ibadah harus ikhlas dan benar. Oleh karena itu, Allah memerintahkan Nabi-Nya untuk mengikuti Nabi-nabi sebelumnya dan untuk mengumumkan hal itu.

Allah berfirman:

أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ هَدَى ٱللَّهُۖ فَبِهُدَىٰهُمُ ٱقۡتَدِهۡۗ

“Mereka itulah orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka.” (QS. Al-An’am: 90)

Allah juga berfirman:

قُلۡ إِنَّنِي هَدَىٰنِي رَبِّيٓ إِلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ دِينٗا قِيَمٗا مِّلَّةَ إِبۡرَٰهِيمَ حَنِيفٗاۚ وَمَا كَانَ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ

“Katakanlah: “Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik”. (QS. Al-An’am : 161)

Wajib atasmu wahai hamba Allah, untuk senantiasa ikhlas kepada Allah dan mengikuti tuntunan Rasulullah.

Ibnu Abi Al-Izz Al-Hanafi berkata da lam Syarah Tahawiyah:

“Ada dua tauhid yang mana manusia pasti membutuhkannya.. ..mentauhidkan Dzat Yang mengutus, yaitu Allah , dan mentauhidkan orang yang diutus (yaitu Rasulullah) dengan murni mengikuti tuntunannya.”

Inilah makna dari kata ulama:

“Sesungguhnya Allah tidak menerima amal kecuali yang ikhlas dan benar.”

Banyak nash-nash yang datang menjelaskan dua perkara ini, di antaranya adalah:

Firman Allah:

ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلۡمَوۡتَ وَٱلۡحَيَوٰةَ لِيَبۡلُوَكُمۡ أَيُّكُمۡ أَحۡسَنُ عَمَلٗاۚ

“…Supaya Dia menguji kamu, siapa di an tara kamu yang lebih baik amalnya…” (QS. Al-Mulk: 2)

Al-Fudhail bin lyadh berkata:

“Yang paling baik adalah yang paling ikhlas dan paling benar.”

Banyak juga nash-nash tentang hal itu.

Baca Juga : Jalan Kebenaran Hanya Satu

Keselamatan Ibadah Dengan Mengikuti Rasul

Adapun engkau wahai hamba Allah, ketahuilah bahwa keselamatanmu adalah dengan mengikuti apa yang datang dari Rasulullah.

Perkara ini, yaitu ikhlas dan mengikuti tuntunan Nabi adalah bukti nyata keimanan seseorang. Dia benar-benar jujur dalam keimanan dan ibadahnya, karena orang yang benar imannya, dia akan ikhlas dalam beramal dan dia mengikuti tuntunan Rasulullah. Bahkan setelah diutusnya Nabi shalallahu’alaihi wasallam, tidak ada yang bisa masuk surga kecuali dengan mengikuti jalan beliau, sebagaimana sabda beliau dalam hadits yang diriwayatkan imam Muslim:

والذي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بيَدِهِ، لا يَسْمَعُ بي أحَدٌ مِن هذِه الأُمَّةِ يَهُودِيٌّ، ولا نَصْرانِيٌّ، ثُمَّ يَمُوتُ ولَمْ يُؤْمِنْ بالَّذِي أُرْسِلْتُ به، إلَّا كانَ مِن أصْحابِ النَّارِ

“Demi (Allah) yang jiwaku berada di Tangan-Nya, tidaklah seorang pun dari umat ini mendengarku, baik itu yahudi maupun nashrani, kemudian dia mati dan tidak beriman dengan apa yang aku datang dengannya, kecuali akan meniadi ahli neraka.” (HR. Muslim)

Aku memohon kepada Allah, agar memberikan kepada kita keikhlasan dalam beramal, dan bisa mengikut untunan Rasulullah

Sebagaimana yang dikatakan sebagian ulama:

“Wajib atas setiap muslim, untuk mengikuti Qur’an dan sunnah sesuai dengan pemahaman salaful ummah.”

Maknanya adalah ikhlas dan mutabaah, karena ini adalah jalan hidup salaful ummah. Mengikuti Qur’an dan sunnah sesuai dengan pemahaman salaful ummah. Bukan jalan selain mereka, dari orang-orang yang telah menyimpang dari jalan yang lurus.

Wallahu a’lam. Semoga Allah melimpahkah shalawat, salam, berkah serta kenikmatan kepada Nabi dan Rasul Nya, Nabi kita Muhammad shalallahu’alaihi wasallam.

Dilansir dari Majalah Donatur Al-Iman Edisi 8 Vol. 2 No. 8 Desember 2016 / Rabiul Awwal 1438. Agar Ibadah Kita Diterima oleh Syiakh Ali bin Ghazie At-Tuwaijiry dialihbahasakan oleh Abu Abdillah Agus Suranto, S.Pd.I., Penerbit Majalah Al Iman Surabaya.

Baca juga : Kiat Menggapai Istiqomah

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img