spot_img
BerandaKhutbah JumatInti Dakwah Seluruh Nabi dan Rasul

Inti Dakwah Seluruh Nabi dan Rasul

Dakwah Nabi dan Rasul dari zaman ke zaman memiliki satu inti yang sama: mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Tujuan utama mereka adalah mengajak manusia untuk beribadah hanya kepada Allah, satu-satunya Dzat yang berhak disembah, serta meninggalkan segala bentuk kesyirikan, yang merupakan lawan dari tauhid.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِيْ كُلِّ اُمَّةٍ رَّسُوْلًا اَنِ اعْبُدُوا اللّٰهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَۚ

“Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan): Sembahlah Allah dan jauhilah Thagut.” (QS. An-Nahl: 36)

Demikian pula dalam ayat lainnya:

وَمَآ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا نُوْحِيْٓ اِلَيْهِ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدُوْنِ

“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku!” (QS. Al-Anbiya: 25)

Setiap rasul dari Nabi Nuh ‘alaihissalam hingga Nabi Muhammad ﷺ, menyerukan kalimat tauhid Lā ilāha illallāh “Tiada ilah yang berhak disembah selain Allah”.

Allah juga berfirman dalam beberapa ayat berturut-turut di surat Al-A’raf, menampilkan seruan dakwah para Nabi:

  • Nabi Nuh ‘alaihis salam:

لَقَدْ اَرْسَلْنَا نُوْحًا اِلٰى قَوْمِهٖ فَقَالَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللّٰهَ مَا لَكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗۗ

“Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada Tuhan (sembahan) bagimu selain Dia.” (QS. Al-A'raf: 59)

  • Nabi Hud ‘alaihis salam:

وَاِلٰى عَادٍ اَخَاهُمْ هُوْدًاۗ قَالَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللّٰهَ مَا لَكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗۗ اَفَلَا تَتَّقُوْنَ

“Dan kepada kaum ‘Ād (Kami utus) Hud, saudara mereka. Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (sesembahan) bagimu selain Dia.”   (QS. Al-A’raf: 65)

  • Nabi Saleh ‘alaihis salam:

وَاِلٰى ثَمُوْدَ اَخَاهُمْ صٰلِحًاۘ قَالَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللّٰهَ مَا لَكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗۗ

“Dan kepada kaum Samud (Kami utus) saudara mereka Saleh. Dia berkata, Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada Tuhan (sembahan) bagimu selain Dia.” (QS. Al-A’raf: 73)

  • Nabi Syu’aib ‘alaihis salam:

وَاِلٰى مَدْيَنَ اَخَاهُمْ شُعَيْبًاۗ قَالَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللّٰهَ مَا لَكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗۗ

“Dan kepada penduduk Madyan, Kami (utus) Syu'aib, saudara mereka sendiri. Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah. Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia.” (QS. Al-A’raf: 85)

Inti Dakwah Seluruh Nabi dan Rasul

Kenapa Dakwah Para Nabi Ditolak?

Inilah dakwah para Nabi dan Rasul yang senantiasa dihidupkan oleh para ulama dan da’i dari masa ke masa. Namun, dakwah tauhid inilah pula yang menyebabkan para Nabi dan Rasul dimusuhi, diperangi, bahkan dibunuh.

Apakah karena mereka mengajak kepada kejujuran? Menolak kebohongan? Mengajak untuk berbuat baik kepada tetangga, bersedekah, dan menolong orang miskin? Tidak. Sebab semua itu telah dilakukan Nabi Muhammad ﷺ bahkan sebelum beliau diangkat sebagai Nabi. Beliau dijuluki Al-Amin karena kejujuran dan amanahnya. Namun saat beliau menyerukan kalimat Qul Huwallāhu Aḥad dan dakwah kepada Lā ilāha illallāh, maka penolakan pun datang.

Musuh-musuh tauhid datang menyerang dengan segala cara, fitnah, boikot, hingga upaya pembunuhan demi menjauhkan manusia dari ajaran tauhid.

Jalan Dakwah yang Ditempuh Para Pewaris Nabi

Ini adalah sunnah para Nabi dan Rasul: siapa yang mengikuti jalan mereka akan merasakan ujian yang sama. Maka inilah pula jalan yang ditempuh oleh Al-Firqah An-Nājiyah (golongan yang selamat), Ath-Thaifah Al-Manshūrah (golongan yang ditolong Allah), dan dakwah salafiyyah, yang konsisten menyeru kepada tauhid dan memperingatkan dari kesyirikan.

Nabi ﷺ bersabda:

حق الله على العباد أن يعبدوه ولا يشركوا به شيئا، وحق العباد على الله أن لا يعذب من لا يشرك به شيئا

“Hak Allah atas hamba-Nya adalah agar mereka menyembah-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan hak hamba atas Allah adalah bahwa Allah tidak akan menyiksa orang yang tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Wahai kaum muslimin, mari kita pertahankan tauhid dalam hidup kita. Ajak keluarga dan masyarakat kita untuk kembali kepada kalimat Lā ilāha illallāh. Jadikan itu dakwah kita, perjuangan kita, dan semoga kalimat itu pula yang mengakhiri hidup kita.

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ دَخَلَ الجَنَّةَ

”Barangsiapa yang akhir perkataannya adalah ‘laa ilaha illallah’, maka dia akan masuk surga” (HR. Abu Daud. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih no. 1621)

Semoga Allah meneguhkan kita di atas tauhid hingga akhir hayat, dan menjadikan dakwah tauhid sebagai amal yang terus mengalir pahalanya di dunia dan akhirat.

Baca juga : Menjaga Kewibawaan Dakwah Tauhid

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img