spot_img
BerandaKhutbah JumatIlmu Agama adalah Jalan Menuju Kemuliaan

Ilmu Agama adalah Jalan Menuju Kemuliaan

Musim-musim kebaikan baru saja berlalu. Kita telah melewati bulan Ramadan, kemudian disusul oleh sepuluh hari pertama bulan Zulhijah yang penuh keutamaan dan kemuliaan. Dan sekarang kita telah memasuki bulan Muharram, salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Jika kita memperhatikan dengan saksama, hamba yang paling berbahagia saat datang musim-musim kebaikan seperti ini adalah mereka yang memiliki bekal ilmu agama dan mengamalkannya. Sebab, ilmu akan membimbing seseorang untuk mengetahui amalan apa yang dianjurkan, bagaimana cara mengamalkannya, dan bagaimana memanfaatkan setiap kesempatan untuk meraih pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Ilmu Agama, Cahaya yang Ditakuti Iblis

Islam adalah agama yang menghimpun antara ilmu dan amal. Ilmu agama merupakan bekal yang sangat penting untuk meraih berbagai kebaikan. Sebaliknya, kebodohan sering kali menjadi pintu masuk berbagai kesesatan.

Karena itulah, salah satu strategi utama iblis dalam menyesatkan manusia adalah menjauhkan mereka dari ilmu agama.

Al-Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata:

اعْلَمْ أَنَّ أَوَّلَ تَلْبِيسِ إِبْلِيسَ عَلَى النَّاسِ صَدُّهُمْ عَنِ الْعِلْمِ، لِأَنَّ الْعِلْمَ نُورٌ، فَإِذَا أَطْفَأَ مَصَابِيحَهُمْ خَبَّطَهُمْ فِي الظُّلُمَاتِ كَيْفَ شَاءَ

“Ketahuilah bahwa tipu daya pertama iblis terhadap manusia adalah menghalangi mereka dari ilmu agama. Sebab ilmu adalah cahaya. Jika ia berhasil memadamkan lentera ilmu mereka, maka ia akan menjerumuskan mereka ke dalam berbagai kegelapan sesuka hatinya.”

Karena itu, salah satu wasiat yang selalu diwariskan para ulama dari generasi ke generasi adalah agar kaum muslimin senantiasa berusaha mendalami ilmu agama dan menghadiri majelis-majelis ilmu.

Majelis Ilmu Lebih Berharga daripada Dunia

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah mengatakan:

مَجْلِسُ عِلْمٍ تَجْلِسُهُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا، وَفَائِدَةٌ تَسْتَفِيدُهَا وَتَنْتَفِعُ بِهَا لَا شَيْءَ يُوَازِنُهَا وَلَا يُسَاوِيهَا

“Majelis ilmu yang engkau hadiri lebih baik bagimu daripada dunia dan seluruh isinya. Dan satu faedah yang engkau dapatkan lalu bermanfaat bagimu, tidak ada sesuatu pun yang dapat menandingi nilainya.”

Betapa besar nikmat yang Allah berikan ketika seseorang dimudahkan untuk menghadiri majelis ilmu, mempelajari Al-Qur'an, menelaah hadis-hadis Rasulullah ﷺ, serta duduk bersama para penuntut ilmu. Inilah salah satu kenikmatan dunia yang sesungguhnya.

Syaikh Muhammad bin Ramzan Al-Hajiri hafizhahullah juga berkata:

إِذَا رَأَيْتَ أَنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَخَذَ بِكَ إِلَى مَجَالِسِ الْعِلْمِ وَأَجْلَسَكَ فِيهَا وَوَفَّقَكَ لِمُلَازَمَتِهَا صَغِيرًا وَكَبِيرًا، ذَكَرًا أَوْ أُنْثَى، حَاضِرًا أَوْ مُسْتَمِعًا، فَاعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ أَرَادَ بِكَ خَيْرًا

“Apabila engkau melihat bahwa Allah Tabaraka wa Ta'ala telah membawamu menuju majelis-majelis ilmu, mendudukkanmu di dalamnya, serta memberikan taufik kepadamu untuk senantiasa menghadirinya, baik ketika masih kecil maupun sudah besar, laki-laki ataupun perempuan, hadir secara langsung ataupun hanya mendengarkan, maka ketahuilah bahwa Allah menghendaki kebaikan bagimu.”

Ilmu Agama adalah Jalan Menuju Kemuliaan

Ilmu Adalah Jalan Menuju Kemuliaan

Ilmu agama mampu mengangkat derajat seseorang, bahkan sekalipun ia berasal dari kalangan yang sederhana.

Rabiah rahimahullah berkata:

الْعِلْمُ وَسِيلَةٌ إِلَى كُلِّ فَضِيلَةٍ

“Ilmu adalah sarana menuju segala bentuk kemuliaan.”

Kisah Atha bin Abi Rabah

Salah satu contoh nyata adalah kisah Atha bin Abi Rabah rahimahullah, seorang tabi'in mulia dari kalangan budak yang dimerdekakan.

Beliau berkulit hitam, mengalami kebutaan, berhidung pesek, dan memiliki kekurangan fisik lainnya. Namun, kemuliaan ilmu menjadikannya sosok yang sangat dihormati.

Dikisahkan bahwa Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik bersama kedua putranya pernah menunggu lama hingga Atha selesai menunaikan salat. Setelah itu mereka bertanya berbagai persoalan manasik haji kepada beliau. Bahkan terkadang Atha menjawab sambil membelakangi mereka.

Setelah pertemuan itu, Sulaiman berkata kepada kedua putranya:

“Wahai anak-anakku, jangan pernah lalai dalam menuntut ilmu. Aku tidak akan melupakan bagaimana rendahnya kedudukan kita di hadapan budak hitam itu.”

Kisah Ibnu Abza

Dalam riwayat lain, Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu pernah bertanya kepada Nafi' bin Abdul Harits tentang pemimpin yang ditunjuk untuk penduduk Makkah.

Nafi' menjawab bahwa yang ditunjuk adalah Ibnu Abza, seorang bekas budak.

Umar pun bertanya dengan heran, “Kalian mengangkat seorang mantan budak sebagai pemimpin?”

Nafi' menjawab, “Karena ia hafal Al-Qur'an dan menguasai ilmu faraidh.”

Mendengar hal itu, Umar mengingat sabda Rasulullah ﷺ:

إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ

“Sesungguhnya Allah mengangkat derajat suatu kaum dengan Al-Qur'an ini dan merendahkan kaum yang lain dengannya.”

Dari kisah-kisah tersebut kita memahami bahwa kemuliaan sejati tidak diukur dengan harta, jabatan, keturunan, ataupun kedudukan sosial. Kemuliaan yang hakiki terletak pada ilmu dan ketakwaan.

Banyak orang mengira bahwa belajar hanya berlangsung sampai lulus sekolah, sarjana, bahkan doktor. Padahal menuntut ilmu agama tidak mengenal batas usia.

Seorang muslim belajar hingga ajal menjemputnya. Semakin bertambah usia, semakin besar pula kebutuhan seseorang terhadap ilmu yang membimbingnya menuju ridha Allah.

Karena itu, hendaknya kita terus memperbarui niat, memperkuat semangat, dan membulatkan tekad untuk senantiasa mendalami ilmu agama sepanjang hidup.

Ilmu Agama adalah Jalan Menuju Kemuliaan

Menyambut Bulan Muharram dengan Amal Saleh

Berkaitan dengan bulan Muharram, Abu Utsman An-Nahdi rahimahullah berkata:

كَانُوا يُعَظِّمُونَ ثَلَاثَ عَشَرَاتٍ: الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ، وَالْعَشْرَ الْأَوَائِلَ مِنْ ذِي الْحِجَّةِ، وَالْعَشْرَ الْأَوَائِلَ مِنْ الْمُحَرَّمِ

“Generasi salaf dahulu mengagungkan tiga kelompok sepuluh hari: sepuluh hari terakhir Ramadan, sepuluh hari pertama Zulhijah, dan sepuluh hari pertama Muharram.”

Lalu bagaimana cara mengagungkan bulan-bulan yang mulia tersebut?

Pertama, dengan meyakini keutamaan dan kemuliaannya.

Kedua, mengisinya dengan berbagai amal saleh yang disyariatkan.

Ketiga, lebih berhati-hati dari dosa dan kemaksiatan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Keutamaan Puasa Asyura

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada bulan Muharram adalah puasa Asyura.

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

“Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu bulan Muharram.”

Beliau juga bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

“Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang lalu.”

Para ulama menjelaskan bahwa puasa Asyura dapat dilakukan dengan beberapa tingkatan:

  1. Berpuasa pada tanggal 10 Muharram saja.
  2. Berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Ini adalah tata cara yang banyak dipilih para ulama berdasarkan hadis-hadis yang sahih.
  3. Berpuasa pada tanggal 9, 10, dan 11 Muharram.

Semuanya diperbolehkan dan termasuk bentuk menghidupkan sunnah Rasulullah ﷺ.

Musim-musim kebaikan akan terus datang silih berganti. Namun tidak semua orang mampu memanfaatkannya dengan baik. Yang paling beruntung adalah mereka yang dibekali ilmu agama, kemudian mengamalkan ilmu tersebut dalam kehidupannya.

Karena itu, marilah kita terus memperdalam ilmu agama, menghadiri majelis-majelis ilmu, dan menjadikan Al-Qur'an serta sunnah sebagai pedoman hidup. Dengan ilmu, seorang hamba akan mengetahui jalan menuju ridha Allah dan mampu memanfaatkan setiap musim kebaikan yang Allah hadirkan dalam hidupnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa mencintai ilmu, mengamalkannya, dan dimudahkan untuk menghidupkan berbagai amal saleh pada bulan Muharram dan bulan-bulan mulia lainnya.

Baca juga: Keutamaan Menuntut Ilmu

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img