spot_img
BerandaAdab dan AkhlakAdab Makan dan Minum dalam Islam

Adab Makan dan Minum dalam Islam

Syaikh Shalih bin Abdullah bin Hamad Al-Ushaimi dalam kitabnya Al-Adab Asy-Asyarah menyebutkan beberapa adab penting yang seharusnya diperhatikan oleh setiap muslim saat makan dan minum. Beliau berkata:

سَمُ اللهَ فِي ابْتِدَاءِ أَكْلِكَ وَشُرْبِكَ قَائِلًا : (بِسْمِ اللهِ)، وَكُلِّ بِيَمِينِكَ، وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ، وَإِذَا فَرَغْتَ فَالْحَقِّ أَصَابِعَكَ، وَقُلِ : (الْحَمْدُ للهِ)

“Sebutlah Nama Allah tatkala kamu memulai makan dan minummu dengan mengucapka “Bismillah” dan makanlah dengan tangan kananmu serta makanlah makan yang berada dekat denganmu. Dan apabila telah selesai maka jilatlah jari jemarimu kemudian ucaplah “Alhamdulillah” (Al-Adab Asy-Asyarah, Hal. 13).

1. Membaca “Bismillah” Sebelum Makan

Nabi ﷺ mengajarkan adab ini kepada anak kecil yang diasuhnya, sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Umar bin Abi Salamah:

كُنْتُ غُلَامًا فِي حَجْرِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَكَانَتْ يَدِي تَطِيشُ فِي الصَّحْفَةِ، فَقَالَ لِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَا غُلَامُ، سَمِّ اللهَ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ، وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ» فَمَا زَالَتْ تِلْكَ طِعْمَتِي بَعْدُ

“Ketika aku (Umar bin Abi Salamah) kecil dan berada dalam asuhan Nabi ﷺ, tanganku bergerak ke sana ke mari di atas nampan. Maka Rasulullah ﷺ berkata kepadaku: ‘Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari apa yang ada di hadapanmu.' Sejak saat itu, itulah caraku makan.”
(HR. Bukhari).

Ucapan “Bismillah” yang diajarkan oleh Nabi ﷺ ini tidak ditambah dengan nama-nama Allah yang lain, seperti “Bismillahirrahmanirrahim”, meskipun hal itu tetap dibolehkan. Para ulama berselisih pendapat tentang kesempurnaan ucapan tersebut. Imam An-Nawawi dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berpandangan bahwa menambahkan nama-nama Allah yang lain adalah lebih utama. Namun, Syaikh Shalih Al-Ushaimi lebih menguatkan pendapat Ibnu Hajar, yaitu cukup dengan membaca “Bismillah” sebagaimana redaksi hadits Nabi ﷺ.

Bagaimana Jika Lupa Membaca Bismillah?

Ada dua kondisi yang perlu diperhatikan:

  1. Jika lupa di awal dan teringat di tengah makan, maka hendaklah membaca:

بِسْمِ اللهِ أَوَّلُهُ وَآخِرُهُ

“Dengan menyebut Nama Allah di awal dan akhirnya.”
(HR. Abu Daud & Tirmidzi)

  1. Jika baru teringat setelah selesai makan, maka tidak disyariatkan untuk membacanya lagi.

Baca Juga : Adab Seorang Muslim dalam Berpakaian

2. Makan dengan Tangan Kanan

Salah satu sunnah yang sangat ditekankan adalah makan dengan tangan kanan. Jika seseorang memiliki uzur seperti kehilangan tangan kanan atau tidak bisa menggunakannya, maka tidak mengapa ia menggunakan anggota tubuh lain, seperti tangan kiri atau bahkan kaki.

3. Makan dari Makanan yang Dekat

Adab lainnya adalah memakan makanan yang berada dekat dengannya. Hal ini sebagaimana sabda Nabi ﷺ:

يَا غُلَامُ، سَمِّ اللهَ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ، وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ

“Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari apa yang ada di hadapanmu.” (HR. Bukhari).

Jika makanan dalam satu wadah dan sejenis, maka makanlah dari bagian yang dekat. Namun, jika makanan berbeda jenis (seperti prasmanan), maka diperbolehkan mengambil dari bagian yang jauh.

Adab Makan dan Minum dalam Islam

4. Menjilat Jari Setelah Makan

Disunnahkan untuk menjilat jari-jemari setelah makan karena bisa jadi masih ada sisa makanan dan keberkahan padanya. Nabi ﷺ bersabda:

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ طَعَامًا, فَلَا يَمْسَحْ يَدَهُ, حَتَّى يَلْعَقَهَا, أَوْ يُلْعِقَهَ

“Jika salah seorang di antara kalian makan, maka janganlah ia mengusap tangannya sebelum ia menjilatnya atau yang lain menjilatnya.” (HR. Bukhari & Muslim).

Menjilat ini dilakukan dengan lembut, tanpa suara, dan juga dapat dilakukan oleh pasangan atau keluarga dekat seperti suami-istri, orang tua-anak.

5. Mengucapkan Hamdalah Setelah Makan

Setelah selesai makan, seorang muslim dianjurkan memuji Allah. Ucapan sederhana yang mencukupi adalah:

الْحَمْدُ للهِ

Namun, jika ingin menambahkan doa lainnya juga diperbolehkan, seperti dalam hadits:

الْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ ، غَيْرَ مَكْفِىٍّ ، وَلاَ مُوَدَّعٍ وَلاَ مُسْتَغْنًى عَنْهُ ، رَبَّنَا

“Segala puji hanya milik Allah, pujian yang banyak, baik, dan penuh berkah. Tidak cukup untuk-Nya, tidak bisa ditinggalkan, dan tidak bisa kita lepas darinya, wahai Rabb kami.” (HR. Bukhari).

Demikianlah beberapa adab makan dan minum yang sangat dianjurkan dalam Islam. Semoga kita semua dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk ittiba’ (mengikuti sunnah) Nabi Muhammad ﷺ.

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img