Kaum Muslimat yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala, pada pertemuan kali ini kita akan membahas topik penting yang berlaku untuk pria dan wanita, yaitu: atas siapakah wudhu diwajibkan dan disunnahkan?
Daftar Isi
Kewajiban Berwudhu dalam Islam
Wudhu merupakan salah satu bentuk thaharah (bersuci) yang sangat penting dalam ibadah. Dalam banyak dalil, Rasulullah ﷺ telah menegaskan kedudukan wudhu sebagai syarat sahnya ibadah tertentu, seperti shalat dan thawaf.
1. Wudhu Wajib bagi Orang yang Hendak Shalat
Baik shalat wajib maupun sunnah, seseorang wajib berwudhu terlebih dahulu. Termasuk pula sujud tilawah dan sujud syukur, menurut sebagian ulama.
Dalil:
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Allah tidak menerima shalat tanpa bersuci.”
(HR. Muslim)
2. Wudhu Wajib bagi Orang yang Hendak Menyentuh Mushaf
Menyentuh mushaf Al-Qur’an tanpa penghalang hanya boleh dilakukan oleh orang yang dalam keadaan suci. Para ulama sejak dahulu menggunakan alat seperti ranting untuk membuka lembaran mushaf.
Dalil:
“Tidak boleh menyentuh Al-Qur’an kecuali orang yang suci.”
(HR. Malik dalam Muwaththa’)
Catatan untuk Wanita yang Sedang Haid:
a. Membaca Al-Qur’an
Para ulama berbeda pendapat. Namun, mayoritas ulama berpendapat bahwa wanita haid tidak diperbolehkan membaca Al-Qur’an, kecuali dalam kondisi khusus seperti guru atau penghafal Al-Qur’an.
b. Menyentuh Mushaf
Hampir semua ulama sepakat bahwa wanita haid tidak boleh menyentuh mushaf secara langsung.
3. Wudhu Wajib bagi Orang yang Hendak Thawaf
Thawaf di Ka’bah dihukumi seperti shalat, sehingga mensyaratkan bersuci.
Dalil:
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Thawaf di Ka’bah seperti shalat, hanya saja Allah membolehkan berbicara padanya.”
(HR. Tirmidzi)

Kapan Wudhu Disunnahkan?
Selain kewajiban, terdapat pula momen-momen sunnah untuk berwudhu, di mana seseorang dianjurkan untuk bersuci walaupun tidak dalam kondisi wajib.
1. Saat Hendak Berdzikir, Berdoa, atau Membaca Al-Qur’an
Meskipun tidak wajib, dianjurkan untuk berwudhu terlebih dahulu sebelum berdzikir, berdoa, dan membaca Al-Qur’an.
2. Sebelum Tidur
Berwudhu sebelum tidur merupakan sunnah yang dianjurkan. Nabi ﷺ mengajarkan doa dan tata cara tidur yang benar.
Dalil:
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jika kamu mendatangi tempat tidurmu, maka berwudhulah seperti wudhu untuk shalat.”
(HR. Bukhari)
3. Dalam Keadaan Junub dan Hendak Beraktivitas
Bagi seseorang yang sedang junub namun belum mandi besar, disunnahkan untuk berwudhu jika ingin makan, minum, atau tidur.
Dalil:
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa, jika dalam keadaan junub dan hendak tidur, beliau mencuci kemaluannya lalu berwudhu seperti untuk shalat.”
(HR. Bukhari)
4. Ketika Memasuki Waktu Shalat
Jika seseorang sudah memiliki wudhu namun masuk waktu shalat berikutnya, maka disunnahkan memperbarui wudhu sebagai bentuk kesempurnaan ibadah.
5. Setelah Setiap Hadats
Seseorang dianjurkan berwudhu setiap kali berhadats, walaupun tidak hendak melakukan ibadah tertentu.
Dalil:
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.”
(QS. Al-Baqarah: 222)
Hal Tambahan Seputar Wudhu
Berikut beberapa catatan tambahan yang sering dibahas dalam fiqih wudhu:
- Berbicara Saat Wudhu
Tidak ada larangan untuk berbicara saat berwudhu, namun disarankan untuk tidak terlalu banyak berbicara agar tetap khusyuk. - Tidak Ada Dzikir Khusus Saat Wudhu
Dzikir saat berwudhu tidak diwajibkan. Namun, dianjurkan membaca doa setelah selesai berwudhu. - Mengeringkan Anggota Wudhu
Diperbolehkan mengeringkan anggota tubuh setelah wudhu menggunakan handuk atau kain.
Dalil:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki kain yang beliau gunakan untuk mengeringkan tubuh setelah berwudhu.”
(HR. At-Tirmidzi, dinilai hasan oleh Al-Albani)
Kesimpulan
Wudhu adalah bagian penting dari ibadah seorang muslim. Mengetahui kapan wudhu wajib dan kapan disunnahkan akan membantu kita menjaga kesucian dan semangat dalam ibadah. Semoga Allah memberi kita taufik untuk menjaga kesucian diri dalam setiap kesempatan.
Wallahu a’lam.
Baca juga: Atas Siapakah Wudhu Diwajibkan ?



