spot_img
BerandaAdab dan AkhlakBelajar dari Seekor Anjing

Belajar dari Seekor Anjing

Dalam agama islam, terdapat seekor hewan yang sering dijadikan perumpamaan kejelekan oleh Islam, yaitu seekor anjing. Ada banyak riwayat yang memberikan statement akan hinanya hewan ini. Di antaranya adalah sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam,

لاَ تَدْخُلُ الْمَلاَئِكَةُ بَيْتًا فِيهِ كَلْبٌ وَلاَ صُورَةٌ

Malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat seekor anjing dan juga lukisan/patung (bernyawa)” (Hadis Sahih Riwayat al-Bukhari)

Bahkan dalam sebuah riwayat, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam tatkala sedang menunggu wahyu turun melalui malaikat Jibril, akan tetapi malaikat Jibril tak kunjung turun dikarenakan terdapat seekor anak Anjing di bawah kolong tempat tidur Rasullullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.

Bahkan dalam hadis tentang Anjing yang menjilati bejana, di mana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

طُهُورُ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ إِذَا وَلَغَ فِيْهِ الْكَلْبُ أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ، أُوْلاَهُنَّ بِالتُّرَابِ. أخْرَجَهُ مُسْلِمٌ

“Sucinya bejana kamu yang dijilat anjing adalah dengan cara mencucinya sebanyak tujuh kali dan yang pertama dengan tanah.” (Hadis Sahih Riwayat Muslim)

Dalam riwayat yang lain, Rasulullah memberi perumpamaan orang yang memberi suatu pemberian kemudian mengambilnya kembali, bagaikan seorang Anjing yang muntah, kemudian dijilati dan dimakan kembali,

فإن الذى يعود في صدقته: كالكلب يَقِئ ُثم يعود في قيئه

Sesungguhnya orang yang mengambil kembali sedekahnya, laksana anjing yang muntah lalu memakan kembali muntahnya.” (Hadis Sahih Muttaq ‘Alaih)

Belajar dari anjing

Dari dalil-dalil di atas, menunjukkan akan hinanya seekor Anjing dalam agama islam. Akan tetapi ada beberapa kondisi, di mana hewan ini diangkat derajatnya oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Di antara kondisi tersebut adalah,

Pertama, tatkala hewan ini berteman dengan orang-orang salih, yaitu Ashabul Kahfi, tatkala ia menjaga mulut gua sembari Ashabul Kahfi tertidur sekian lamanya. Hal ini diabadikan dalam Al-Quran, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

وَكَلْبُهُمْ بَاسِطٌ ذِرَاعَيْهِ بِالْوَصِيْدِۗ

“Sedangkan anjing mereka membentangkan kedua kaki depannya di muka pintu gua.” (Surah Al-Kahfi: 18)

Baca Juga : Hal-hal Yang Mengundang Datangnya Setan

Faidah yang ditarik oleh para ulama adalah berkahnya berteman dengan orang-orang salih, di mana seekor anjing dalam ayat tersebut menjadi teman bagi para Ashabul Kahfi.

Kedua, seekor Anjing juga dapat terangkat derajatnya tatkala ia menjadi Anjing yang diajar atau yang disebut dengan Kalbun Mu’allam. Dalam fikih islam, Kalbun Mu’allam tatkala dipakai untuk berbubur, dan menerkam mangsa, maka buruannya diperbolehkan untuk disantap. Dari sini ditarik kesimpulan, Anjing tersebut diangkat derajatnya karena menjadi Anjing yang terlatih, yang diajar, terdidik, dan mendapatkan ilmu. Maka seseorang hamba Allah yang menuntut ilmu di jalan Allah lebih layak dan pantas untuk diangkat derajatnya oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Ketiga, dalam hadis yang sahih, dijelaskan bahwa orang yang memelihara Anjing di rumahnya maka akan dikurangi pahalanya sebanyak satu qirath. Para ulama mengakatan kecuali jika Anjing tersebut digunakan untuk menjaga tanaman dan menjaga hewan ternak. Sehingga Anjing ini diangkat derajatnya dikarenakan ia memberi manfaat.

Kesimpulannya, jika seorang hamba ingin diangkat derajatnya oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, maka bertemanlah dengan orang-orang yang salih, sebagaimana Anjing yang menjaga gua Ashabul Kahfi. Kemudian, sudah seyogyanya seorang hamba menuntut ilmu dan menambah ilmu agamanya, jika seekor Anjing saja diangkat derajatnya karena diberi ilmu, maka seorang mukmin lebih berhak diangkat derajatnya. Dan yang terakhir, seorang hamba harus menjadi hamba yang bermanfaat kepada orang lain, karena hal ini dapat menjadi penyebab diangkatnya derajat hamba tersebut. Wallahu ‘alam

Ustadz Dr. Fadlan Fahamsyah, Lc., M.H.I

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img