Sekitar 400 peserta da'i dan mubaligh dari berbagai penjuru Indonesia hingga mancanegara mengikuti Daurah Da'i Nasional dalam agenda Daurah Syar'iyyah fil Masa'il ‘Aqadiyyah wal Manhajiyyah ke-25 yang diselenggarakan oleh STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya di Kota Batu, Jawa Timur, pada 13–17 Juli 2026. Kegiatan tahunan ini kembali menghadirkan dua ulama, yakni Syaikh Dr. Abdurrahman Muhammad Musa Alu Nasr dan Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman, sebagai pemateri utama.
Mengusung tema “Pembekalan Da'i dan Mubaligh Nasional dalam Upaya Membantu Pemerintah dalam Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”, Daurah Da'i tahun ini berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Para peserta berasal dari hampir seluruh provinsi di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Bahkan, terdapat dua peserta asal Rusia yang turut hadir untuk mengambil manfaat ilmu dalam forum ilmiah tersebut.
Sebagai Official Broadcaster, Al-Iman TV turut mendukung jalannya kegiatan melalui siaran langsung di TV Satelit Al-Iman TV, YouTube Al-Iman Live Streaming, Facebook Page Al-Iman TV, serta Radio Suara Al-Iman 918 AM Surabaya, sehingga masyarakat yang tidak dapat hadir tetap bisa mengikuti seluruh rangkaian daurah dari berbagai daerah.
Daftar Isi
Daurah Da'i Perkuat Aqidah dan Kualitas Keilmuan Para Da'i
Selama lima hari pelaksanaan, Daurah Da'i menghadirkan materi yang dirancang untuk memperkuat fondasi keilmuan para peserta. Syaikh Dr. Abdurrahman Muhammad Musa Alu Nasr membahas Kitabul Iman dari Sunan An-Nasa'i, yang menitikberatkan pada penguatan aqidah dan keimanan seorang muslim.
Sementara itu, Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman menyampaikan materi Ushul Fiqh fi Masa'il al-‘Am wal Khash, sebagai bekal bagi para da'i dalam memahami kaidah-kaidah pengambilan hukum serta ijtihad berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah sesuai pemahaman para ulama.

Perwakilan penyelenggara dari STAI Ali bin Abi Thalib, Ustadz Andy Fahmi Halim, Lc., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi forum ilmiah, tetapi juga wadah mempererat ukhuwah antarda'i dari berbagai daerah.
“Dengan adanya daurah seperti ini semoga para da'i dan asatidzah dapat meningkatkan kafa'ah ilmiah mereka dan menjadi ajang silaturrahim untuk memperbincangkan masalah dakwah dan sosial di tempatnya masing-masing hingga berbagi solusi dan ta'awun. Dan ini salah satu bentuk dukungan STAI Ali bin Abi Thalib dalam membantu Pemerintah, mencerdaskan bangsa dan masyarakat dalam beragama dan mengenal Rabb mereka.”

Hal senada disampaikan Ketua Panitia, Ustadz Fajar Alfaris, S.H., M.Pd., yang berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kualitas para pengemban dakwah di Indonesia.
“Terselenggaranya daurah ini berharapan untuk meng-upgrade keilmuan para da'i, pemegang kunci dakwah di Indonesia agar semakin kuat dan berilmu dalam melaksanakan tugas-tugas mereka.”

Daurah Da'i Tahun Ini Hadirkan Kajian Subuh Tafsir Surat Al-Fatihah
Ada suasana yang berbeda pada Daurah Da'i tahun ini dibandingkan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Selain sesi utama pada siang hari, panitia menghadirkan Kajian Subuh yang dilaksanakan setiap selesai shalat Subuh mulai Selasa hingga Jumat.
Kajian tersebut disampaikan langsung oleh Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman dengan pembahasan Tafsir Surat Al-Fatihah. Materi ini menjadi pelengkap yang sangat dinantikan peserta karena mengupas kandungan surat yang menjadi induk Al-Qur'an dan selalu dibaca dalam setiap rakaat shalat.
Suasana kajian berlangsung khusyuk. Sejak sebelum waktu Subuh, para peserta telah memenuhi masjid untuk mengikuti penjelasan demi penjelasan yang disampaikan oleh Syaikh Masyhur. Banyak peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mencatat faedah ilmu yang disampaikan secara langsung oleh salah satu ulama Ahlus Sunnah yang dikenal luas di dunia Islam.

Penambahan Kajian Subuh ini menjadi nilai lebih dalam Daurah Da'i ke-25 karena memberikan kesempatan kepada peserta untuk memulai hari dengan ilmu Al-Qur'an sebelum mengikuti rangkaian materi utama hingga sore hari.
Daurah Da'i Menjadi Ajang Silaturahim Dakwah dan Penyubur Keimanan
Selain menjadi forum pembelajaran, Daurah Da'i juga menjadi ajang bertemunya para alumni Ma'had Ali Al-Irsyad dan STAI Ali bin Abi Thalib yang kini berdakwah di berbagai wilayah Indonesia. Mereka saling bertukar pengalaman mengenai tantangan dakwah, kondisi masyarakat, hingga solusi dalam menghadapi berbagai persoalan umat.

Salah seorang peserta sekaligus alumni Ma'had Ali Al-Irsyad, Ustadz Muharrar bin Mikail, Lc., M.A., mengungkapkan rasa syukurnya dapat kembali mengikuti kegiatan tahunan tersebut.
“Ini merupakan kesempatan yang luar biasa, kesempatan emas untuk para asatidzah dan du'at dalam menambah bekal ilmu serta mengambil istifadah langsung dari ulama yang mendalam keilmuannya.”
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan tidak hanya membawa pulang tambahan wawasan ilmiah, tetapi juga semangat baru dalam berdakwah di tengah masyarakat dengan ilmu yang benar, hikmah, dan akhlak yang mulia.
Allah Ta'ala berfirman,
“Katakanlah: Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak kepada Allah di atas ilmu yang nyata.” (QS. Yusuf: 108).
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa dakwah harus dibangun di atas ilmu yang shahih. Karena itu, menghadiri majelis ilmu seperti Daurah Da'i merupakan salah satu ikhtiar penting untuk memperkuat aqidah, memperdalam pemahaman syariat, serta menjaga kemurnian dakwah sesuai Al-Qur'an dan As-Sunnah berdasarkan pemahaman para sahabat.
Memasuki penyelenggaraan yang ke-25, Daurah Da'i telah menjadi salah satu agenda ilmiah tahunan yang dinantikan para da'i dan mubaligh dari berbagai daerah. STAI Ali bin Abi Thalib berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang sebagai kontribusi nyata dalam mencetak generasi pendakwah yang berilmu, berakhlak, dan mampu memberikan manfaat bagi umat serta bangsa Indonesia.
Baca Juga: Daurah Tauhid I Kota Sidoarjo Diikuti 357 Peserta



