Ustadz Muhammad Azhari menekankan bahwa fiqih wanita tidak hanya untuk oleh kaum wanita saja, namun bisa dipelajari oleh siapapun dari semua kalangan.
Hal itu disampaikan Ustadz Azhari saat Podcast Fiqih Wanita di Halal Market pada Sabtu, 9 November 2024.
“Meskipun namanya fiqih wanita, tapi tidak identik yang menyimak harus seorang wanita.” Katanya.
Ia mengatakan seorang suami bisa menyimak untuk mengajarkan istri dan putrinya. “Ini cocok untuk suami dengan niat untuk mengajarkan ke istrinya nanti di rumah, atau kepada putrinya yang kelak InsyaAllah akan menjadi seorang istri pula,” ungkapnya.

Bahkan laki-laki yang belum menikah sekalipun, kata Ustadz Azhari ilmu ini akan sangat berguna di masa depan.
“Begitu juga dengan laki-laki yang belum menikah, bisa jadi dengan dia mengetahui perkara-perkara ini menjadikan dia selektif dalam memilih istri dikemudian hari,” ujarnya.
Baca juga: Perlunya Guru Untuk Belajar Bahasa Arab
Kenali Fiqih Wanita Terbaik
Dalam Podcastnya, Ustadz Azhari menyebut satu-satunya cara mengetahui sifat istri shalihah yaitu dengan mencari tahu dalam Al-Qur’an dan Sunnah.
“Kalau kita cari dari sumber-sumber yang lain, namanya orang kadang salah, namanya buku kadang salah. Namun kalau kita lihat dalam Al-Qur’an maupun hadits yang shahih maka ini tidak mungkin salah,” katanya.
Menurut hadits yang menceritakan salah satu kriteria istri yang sholihah dan terbaik dunia akhirat, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda bahwa sebaik-baiknya wanita yang menunggang unta ialah wanita Quraisy, ia sangat kasih kepada anak semasa kecilnya dan sangat memelihara hak-hak suaminya. (HR. Al-Bukhari No.5082, Kitab an-Nikaah)

“Kita tidak bicara tentang wanita suku Quraisy maupun yang bisa menunggangi unta, tetapi mengapa mereka bisa menjadi wanita terbaik di mata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam. Karena yang pertama, mereka adalah wanita yang paling sayang kepada anaknya,” tuturnya
Kedua, kata ustadz, karena mereka pandai mengatur rumah, mengurus suami, serta mengolah pendapatan yang diberikan oleh suaminya.
Dalam sebuah hadits yang lain, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah ditanya “wanita apakah yang terbaik ya Rasulullah?” dan Beliau menjawab “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat oleh suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci,” (HR. An-Nasai no.3231 dan Ahmad 2:251).
“Maksudnya apa? Dia selalu berusaha tampil menarik dihadapan suaminya, mulai akhlak, menjaga kebersihan, hingga berpakaian. Berbeda dengan sebagian kaum muslimat di jaman sekarang. Pas keluar rumah tampil menarik, pas di dalam rumah seadanya. Suaminya juga seperti itu,” ujarnya.

“Sebagian istri masih mengira perintah yang harus ditaati adalah perintah yang berkaitan dengan agama, namun juga duniawi selagi bukan dalam urusan maksiat,” imbuhnya.
Terakhir kata Ustadz Azhari, wanita yang tidak pernah membuat kecewa suami berkaitan dengan diri maupun hartanya.
“Misalnya yang berkaitan dengan harta, belanja hal-hal yang kurang pentingnya dikurangi. Ini adalah salah satu contoh bagaimana ketika seorang istri mentaati suaminya, dia bisa menyandang predikat sebagai istri yang terbaik,” tutupnya.
Baca juga: BPJS Jadi Syarat Urus SIM di Surabaya Mulai 1 November 2024
(frd)



