BerandaAdab dan AkhlakIlmu Sebelum Beramal

Ilmu Sebelum Beramal

Pecinta Al Iman, diantara hal yang perlu kita persiapkan sebagai bekal sebelum beramal yaitu hendaknya kita berilmu sebelum kita beramal. Hendaknya kita menuntut ilmu terlebih dahulu sebelum kita terjun untuk melakukan sebuah amalan.

Pentingnya Bekal Sebelum Beramal

Imam Bukhari menempatkan di dalam kitabnya Shahih Bukhari, satu bab yang berjudul  bab berilmu dahulu sebelum berucap dan berbuat. Kemudian beliau membawakan sebuah dalil-dalil yang sangat banyak, diantaranya firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala QS. Muhammad ayat ke-19

فَاعْلَمْ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْۢبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِۚ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوٰىكُمْ

Artinya: “Maka ketahuilah, bahwa tidak ada tuhan (yang patut disembah) selain Allah dan mohonlah ampunan atas dosamu dan atas (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat usaha dan tempat tinggalmu.”

Apa yang menjadi hubungan antara Ayat tersebut dengan judul bab berilmu sebelum berbuat dan beramal? Hubungannya ialah di dalam ayat tersebut Allah memulainya dengan kata “ketahuilah”  atau ilmuilah terlebih dahulu.  Kemudian beristighfarlah yang merupakan sebuah ucapan ataupun amalan untuk memohon ampun kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Maka ilmu didahulukan sebelum berucap dan beramal.

Apabila seseorang beramal tanpa berilmu maka dia akan tersesat dan tidak akan tahu apakah amalan tersebut sesuai dengan yang Allah perintahkan ataupun dicontohkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Maka ketika seseorang hendak melakukan sebuah amalan, maka harus memiliki ilmu terlebih dahulu.

Jangan sampai amal tersebut tidak ikhlas dan tidak untuk Allah subhanahu wa ta'ala atau bahkan amalan tersebut menyelisihi syariat yang telah di dibawa oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Sehingga apabila ia beramal tanpa mengetahui ilmunya maka ditakutkan amalan tersebut akan tidak bernilai di sisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala.  Allah subhanahu wa ta'ala berfirman di dalam QS. Al-Kahfi ayat ke 103-105

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْاَخْسَرِيْنَ اَعْمَالًا

Katakanlah (Muhammad), “Apakah perlu Kami beritahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya?”

اَلَّذِيْنَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُوْنَ اَنَّهُمْ يُحْسِنُوْنَ صُنْعًا

(Yaitu) orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya.

Ilmu Sebelum Beramal

Amalan yang Sia-Sia

Pecinta Aliman Semoga kita tidak menjadi di golongan yang disebutkan Allah dalam ayat tersebut. Sehingga kita menyangka seluruh amalan yang kita kerjakan dengan susah payah, tetapi ternyata amalan tersebut tidak tercantumkan di dalam Al-Quran dan menyelisihi syari'at Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Janganlah sampai kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang merugi. Sehingga ketika  kita hendak meminta balasan dari apa yang telah kita kerjakan di waktu hari kiamat kelak.  Akan tetapi seluruh amal yang telah kita lakukan menjadi sebuah amalan yang sia-sia dan tidak mendapatkan ganjaran dari Allah subhanahu wa ta'ala. 

Maka bayangkan ketika kita di dunia kita mengharapkan ganjaran dari pekerjaan yang telah kita lakukan selama sebulan.  Tetapi ketika berada di penghujung bulan, kita tidak mendapatkan apa-apa. Betapa sedihnya kita pada waktu tersebut? Maka peristiwa seperti ini, semoga kita tidak menjumpainya ketika telah berada di hari kiamat kelak.  Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam telah mengingatkan kita melalui sabdanya,

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan berasal dari kami, maka amalan tersebut tertolak” (HR. Muslim no. 1718)

Maka pastikan bahwasanya ketika kita ingin beramal hendaknya kita memiliki ilmu, yaitu ilmu yang bersumber kan dari Alquran dan hadits rasulullah shallallahu alaihi wasallam ataupun ucapan dari  para sahabat radhiyallahu anhum. Karena sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam adalah golongan yang mengetahui dimana dan kapan Al-Quran diturunkan. Mari kita berlomba untuk berilmu sebelum berucap dan berbuat. Dengan ilmu seseorang akan memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.

Ustadz Askar Wardhana, Lc., M.Pd

Baca Juga : Haramnya Menjelaskan Masalah Agama Tanpa Didasari Ilmu

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img