BerandaBerita Al-ImanIni 5 Cara Aktivasi Data Kependudukan Nonaktif di Surabaya

Ini 5 Cara Aktivasi Data Kependudukan Nonaktif di Surabaya

Pemerintah kota Surabaya memberi lima kriteria dalam pelaksanaan verifikasi data untuk mengetahui jumlah riil penduduk di wilayah setempat.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan proses konfirmasi dan klarifikasi pada data Kartu Keluarga (KK) bisa dilakukan hingga 1 Agustus mendatang.

Ia menambahkan, kebenaran indentitas kependudukan juga mempermudah dan merinci warga penerima manfaat bantuan pemerintah.

Ini 5 Cara Aktifkan Kembali Data Kependudukan Nonaktif di Surabaya

“Baik itu intervensi di bidang sosial, kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi bisa tepat sasaran. Kami bisa melihat, berapa sebenarnya jumlah warga Kota Surabaya yang berhak mendapatkan Universal Health Coverage (UHC), sehingga data warga yang harus ditanggung oleh pemkot BPJS-nya itu valid” kata Eddy dilansir Antara, Sabtu (06/07/2024).

Berdasarkan data warga yang diumumkan di laman resmi Dispendukcapil Surabaya per 3 Juli 2024, sudah ada 27.431 dari 97.408 jiwa sudah melakukan klarifikasi.

Dari jumlah itu, jumlah warga yang diketahui ada 26.050 jiwa, meninggal dunia 27 jiwa, pindah ke luar kota 656 jiwa, dan 698 jiwa tidak diketahui keberadaannya.

Sedangkan yang belum melakukan klarifikasi sebanyak 69.976 jiwa.

“Data itu belum dilakukan penonaktifkan, karena yang mempunyai kewenangan adalah Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil,” pungkasnya.

Cara Mengetahui Data Kependudukan Non Aktif

Untuk mengetahui daftar KK yang di nonaktifkan, kata Eddy, bisa mengakses laman resmi https://dispendukcapil.surabaya.go.id/pemutakhiran-data-warga/.

Dari laman tersebut, lalu pilih kecamatan domisili sesuai KK dan cocokkan data sesuai RT, RW, dan kelurahan.

Ini 5 Cara Aktifkan Kembali Data Kependudukan Nonaktif di Surabaya

Cara Verifikasi Data Kependudukan

Jika KK anda termasuk dalam daftar laman klarifikasi Dispendukcapil Surabaya, maka ada lima kriteria pada verifikasi data.

Pertama, jika terdaftar namun alamat sesuai domisili di KTP.

“Warga hanya cukup membuat surat pernyataan tanpa materai, dengan diketahui oleh ketua RT/RW dan lurah setempat,” kata Eddy.

Setelah itu, petugas langsung melakukan proses pembetulan pada status domisilinya.

Baca juga: Legislator Desak Pemerintah Evaluasi Total Layanan Konsumsi Jamaah Haji

Kedua, warga yang sudah pindah alamat dan domisili berbeda kecamatan tetapi masih di dalam lingkungan Kota Surabaya, maka harus melakukan klarifikasi menyesuaikan dengan tempat tinggalnya saat ini.

“Misalnya dari Kecamatan Tambaksari, kemudian berpindah ke Kecamatan Gubeng, itu diupayakan agar berpindah ke Kecamatan Gubeng,” ujarnya.

Namun ketika permohonan pindah mengalami kendala, seperti pemilik rumah keberatan dalam hal ini keluarga maupun pemilik kontrakan, maka pemohon bisa menggunakan alamat lama dengan syarat membawa surat pernyataan.

Ini 5 Cara Aktifkan Kembali Data Kependudukan Nonaktif di Surabaya

Kriteria ketiga, warga atau anggota keluarga yang tinggal di luar kota dalam tujuan kuliah atau bekerja.

“Itu ada, karena orang tuanya masih di Surabaya,” katanya.

Keempat, warga yang telah pindah ke luar kota dan tidak lagi memiliki tempat tinggal maupun keluarga di Surabaya, maka diminta klarifikasi sekaligus mengajukan surat permohonan keterangan pindah ke daerah yang dituju.

Kelima, warga yang dinyatakan sudah meninggal dunia, maka ahli waris segera mengajukan akta kematian ke RT/RW dan kelurahan.

Baca juga: Keutamaan Puasa 10 Muharram

(frd)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img