BerandaTanya UstadzKeutamaan Puasa 10 Muharram

Keutamaan Puasa 10 Muharram

Pertanyaan: “Apa Keutamaan Puasa Pada Tanggal 10 Muharram?”

Mengenai puasa pada tanggal 10 Muharram, bahwa sudah kita ketahui bulan Muharram tersendiri merupakan salah satu bulan yang mulia dari keempat bulan yang mulia, atau disebut dengan asyhurul hurum yaitu bulan bulan yang dimuliakan oleh Allah ta'ala.

Setiap amalan ibadah yang dilakukan pada bulan bulan ini lebih besar nilainya disisi Allah c dan sebaliknya, dosa dosa yang dilakukan pada bulan ini pun lebih besar dari bulan bulan yang lain. Sebagaimana firman Allah ta'ala

فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ

“Maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu)…” (At-Taubah : 36)

Termasuk diantaranya adalah bulan Muharram. Adapun puasa ‘Asyuro yaitu puasa pada tanggal 10 Muharram merupakan ibadah puasa yang dahulunya diwajibkan sebelum turunnya kewajiban untuk melaksanakan puasa di bulan Ramadhan. Maka setelah turunnya kewajiban puasa di bulan Ramadhan, puasa ‘Asyuro ini tidak diwajibkan lagi akan tetapi masih dianjurkan untuk melaksanakannya. Oleh karena itu dianjurkan untuk kita melaksanakan puasa di tanggal 10 Muharram ini.

Baca Juga : Muharram Adakah Yang Spesial

Puasa di tanggal 10 Muharram memiliki keutamaan sebagaimana yang di sabdakan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam :

سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ : يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162).

Disebutkan di hadits yang lain bahwasannya puasa pada tanggal 10 Muharram ini merupakan hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi, maka Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda :

فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ – إِنْ شَاءَ اللَّهُ – صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ. فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.

“Apabila tiba tahun depan –insya Allah (jika Allah menghendaki)– kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan.” Ibnu Abbas mengatakan, “Belum sampai tahun depan, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam sudah keburu meninggal dunia.” (HR. Muslim no. 1134)

puasa 10 muharram

Tekad Beliau tersebut menjadi sunnah bagi kita semua dan ini termasuk pada suatu kaidah juga bahwa kita harus menyelisihi orang-orang kafir. Yang mana sebagai contohnya ketika tanggal 10 Muharram itu dimuliakan oleh orang-orang kafir tersebut maka kita menyelisihi mereka dengan berpuasa dua hari di tanggal 9 dan 10 Muharram. Adapun puasa yang dilaksanakan pada tanggal 11 Muharram para ‘Ulama berselisih mengenai keafsahan haditsnya apakah shahih atau tidak dan apakah bisa dijadikan hujjah atau tidak. Maka terdapat diantara para ‘Ulama yang menganjurkan puasa pada tanggal 11 Muharram dan ada juga yang tidak. Namun yang pasti adalah dianjurkan bagi kita untuk melaksanakan puasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram.

Semoga Allah Ta’ala memudahkan kita untuk mengamalkannya dan mengampuni seluruh dosa-dosa kita. Wallahu a’lam

Ustadz Askar Wardhana, Lc., M.Pd

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img