spot_img

Keutamaan Puasa

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala, sesungguhnya puasa merupakan ibadah yang paling afdhol dan ketaatan yang mulia. Banyak dalil-dalil yang membicarakan tentang keutamaan puasa.

Keutamaan Puasa

  1. Puasa adalah ibadah agung yang disyariatkan kepada semua umat

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ ١٨٣

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” [Al Baqarah 2:183]

Di sini Allah berfirman bahwasannya puasa merupakan syariat yang juga disyariatkan kepada umat-umat sebelumnya, hal ini cukup menunjukkan betapa agugnya ibadah puasa sehingga disyariatkan kepada semua umat.

  1. Puasa Ramadhan merupakan sebab digugurkannya dosa

Hal ini sebagaimana yang tercantum di dalam shahihain dari sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَاناً وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa yang berpuasaRamadhan dengan keimanan dan mengharapkan pahala, maka dia akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu” [Hadis riwayat Al-Bukhori: kitab Al-Iman, Bab shoumi ramadhan ihtisaban minal iman, no.38, Hadis riwayat Muslim: kitab shalatil musafirin, bab at-targhib fi qiyami ramadhan, no.759.]

Yaitu beriman kepada Allah dan ridha dengan kewajiban puasa atasnya serta mengharapkan ganjaran pahala dari Allah Ta’ala, tidak merasa benci dengan kawajiban puasa, serta tidak ragu dengan ganjaran dan pahala puasa yang dikerjakan. Sungguh Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampuni dosa yang telah lalu bagi orang yang sesuai dengan kriteria tersebut.

Demikian pula di dalam shahih muslim, diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

Shalat lima waktu. Ibadah Jum’at yang satu dengan ibadah jum’at berikutnya. Puasa Ramadhan yang satu dengan puasa Ramadhan berikutnya. Itu semua merupakan penghapus dosa antara keduanya, selama dosa-dosa besar dijauhi” [diriwayatkan oleh Imam Muslim: kitab thoharah, bab ash-sholawatil khomsi wal jum’at ilal jum’at wa ramadhan ila ramadhan mukaffiratun lima bainahunna, no.233]

  1. Pahala puasa tidak dibatasi dengan jumlah tertentu bahkan tanpa batas

Di dalam shahihain, diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فِإِنْ سَابَّهُ أحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ: إنِّي صَائِمٌ، وَالَّذِيْ نَفْسِ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ المِسْكِ، لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا: إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ بِفِطْرِهِ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ

Allah Ta’ala berfirman, ‘Semua amalan anak adam untuknya kecuali puasa, karena sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku lah yang akan membalasnya’. Puasa adalah perisai,maka jika seseorang di antara kalian sedang berpuasa maka janganlah berkata kotor dan berlaku tidak terpuji. Jika ada seseorang yang mencelanya atau mengajaknya bertengkar maka katakanlah, “Aku sedang berpuasa”. Demi dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih baik di sisi Allah daripada bau minya kasturi. Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan yang akan didapatkannya; kegembiraan tatkala berbuka puasa dan kegembiraan ketika berjumpa Allah dengan amalan puasa yang dibawanya.” [diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhori: kitab ash-shyiam, bab hal yaqul: inni shoim idza syatama, no.1904, dan Imam Muslim: kitab ash-shiyam, bab fadhlu ash-shiyam, no.163/1151].

Baca Juga: Keutamaan Bulan Ramadhan

Dan juga dalam riwayat Imam Muslim,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ، قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي

“Setiap amal anak Adam dilipatgandakan pahalanya. Satu (amal) kebaikan diberi pahala sepuluh hingga tujuh ratus kali. Allah azza wajalla berfirman, ‘Kecuali puasa, karena puasa itu adalah bagi-Ku dan Akulah yang akan membalasnya. Sebab, dia telah meninggalkan nafsu syahwat dan nafsu makannya karena-Ku.”[diriwayatkan oleh Imam Muslim: kitab ash-shiyam, bab fadhlu ash-shiyam, no.163/1151].

Hadis yang mulia ini menunjukkan keutamaan puasa dari beberapa sisi:

  1. Pertama: Bahwasannya Allah Ta’ala mengkhususkan puasa bagi-Nya dari semua amal kebaikan disebabkan karena kemuliaan puasa itu sendiri, dan puasa merupakan bentuk cinta kepada Allah Ta’ala serta sebagai bentuk menampakkan keikhlasan kepada Allah Ta’ala, karena puasa merupakan amalan tersembunyi, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah ‘azza wa jalla. Sungguh seseorang yang berpuasa berada di posisi yang tidak dilihat oleh orang lain sehingga memungkinkan untuknya melakukan dosa saat puasa, tapi ia lebih memilih untuk berpuasa daripada melakukan apa yang Allah haramkan atasnya, karena orang yang berpuasa tahu bahwa ia memiliki Rabb yang selalu memantaunya tatkala sedang sendiri kemudian, kemudian orang yang berpuasa tersebut meninggalkan apa yang Allah haramkan karena takut dari hukuman Allah ‘azza wa jalla dan mengharap pahala dari-Nya. Oleh karena itu Allah membalas keikhlasan orang yang berpuasa dengan mengkhususkan amalan puasa untuk-Nya dari seluru amal kebaikan. Allah berfirman dalam hadist di atas, “Orang yang berpuasa meninggalkan syahwat dan makan karena-Ku”

Dan manfaat bagi orang yang berpuasa tatkala Allah mengkhususkan puasa bagi diri-Nya akan nampak pada hari kiamat, sebagaimana perkataan Sufyan bin ‘Uyainah berkata, “Di hari kiamat nanti Allah akan menghisab hambanya dan akan dibayar kedzaliman-kedzaliman yang pernah dilakukan dengan semua amal kebaikannya, sampai tidak tersisa kecuali amalan puasa, kemudian Allah menanggung baginya kedzoliman yang tersisa dan Allah memasukkannya ke dalam surga dengan amal puasa tersebut” [diriwayatkan oleh Imam Baihaqi, no 274/3]

  1. Kedua: Bahwasannya Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman terkait puasa, “Aku yang akan membalasanya”; Allah menyandarkan balasan puasa tersebut kepada diri-Nya yang mulia, karena semua amal kebaikan dilipatgandakan ganjaran dengan bilangan tertentu, 1 kebaikan dilipatgandakan menjadi 10, kemudian dilipatgandakan lagi hingga 700 kali lipat, kemudian dilipatgandakan lagi hingga jumlah yang banyak. Adapun puasa, Allah menyandarkan ganjarannya kepada diri-Nya sendiri tanpa menentukan bilangannya, dan kita tahu bahwa Allah Ta’ala adalah Maha Mulia dan Maha Dermawan, sementara pemberian itu tergantung siapa yang memberi. Dari sinilah yang menyebabkan ganjaran orang yang berpuasa sangat besar dan sangat banyak tanpa batas.

Dan puasa adalah sabar atas ketaatan, larangan, dan takdir-takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala yang yang menyakitkan seperti lapar dan haus serta merasa lemas di badan. Sehingga pada puasa ini terkumpul tiga macam kesabaran, hal ini menjadikan orang yang berpuasa masuk dalam golongan orang-orang yang sabar. Allah Ta’ala berfirman,

ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجۡرَهُم بِغَيۡرِ حِسَابٖ ١٠

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” [Az Zumar 39:10].

Keutamaan Berpuasa
  1. Ketiga: Puasa merupakan perisai yaitu pencegah yang menjaga orang yang berpuasa dari melakukan hal-hal yang sia-sia dan jorok. Oleh karena itu Rasulullah bersabda dalam hadits tersebut, “maka jika seseorang di antara kalian sedang berpuasa maka janganlah berkata kotor dan berlaku tidak terpuji”, dan juga mencegahnya dari api neraka. Imam Ahmad meriwayatkan sebuah hadits yang sanadnya hasan dari sahabat Jabir radhiyallahu’anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اَلصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ

“Puasa adalah perisai yang dengannya seorang hamba berlindung dari api neraka”

  1. Keempat: Bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah dibandingkan minyak kasturi. Dikarenakan bau mulut tersebut meruapakan efek berpuasa, dan hal itu menjadi hal yang baik di sisi Allah dan lebih dicintai oleh-Nya. Dan ini menjadi dalil keagungan puasa di sisi Allah Ta’ala, karena hal yang tidak disukai oleh manusia menjadi sesuatu yang dicintai di sisi Allah Ta’ala dan menjadi hal yang baik, disebabkan bau mulut tersebut merupakan efek yang timbul karena ketaatan kepada Allah Ta’ala.
  2. Kelima: Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan, yaitu tatkala berbuka dan tatkala bertemu dengan Rabbnya. Adapun kebahagiaan tatkala berbuka, maka dia berbahagia dengan apa yang Allah karuniakan berupa nikmat beribadah puasa yang mana puasa termasuk di antara amal salih yang paling afdhol. Betapa banyak orang-orang yang terhalangi dari melaksanakan puasa, mereka bersenang-senang dengan apa yang Allah bolehkan bagi mereka seperti makan, minum dan berhubungan badan yang mana itu merupakan keharaman tatkala sedang berpusa.

Adapun kebahagiaan tatkala bertemu dengan Rabbnya, maka orang yang berpuasa berbahagia dengan puasanya tatkala dia mendapatkan ganjaran di sisi Allah Ta’ala sangat banyak dan sempurna di waktu dia sangat membutuhkan pahala yang banyak, tatkala dikatakan, “Di mana orang-orang yang berpuasa, masuklah mereka ke dalam surga melalui pintu Ar-Rayyan yang tidak ada seorangpun yang masuk melalui pintu itu kecuali mereka” [diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhori (dengan maknanya): kitab ash-shoum, bab Ar-rayyan lis shoimin, no.1896. dan Imam Muslim: kitab ash-shiyam, bab fadhlu ash-shiyam, no.1152, dari hadist Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]

Dalam hadist ini juga ada arahan bagi orang yang berpuasa, jika ada orang yang mencelanya atau mengajak berkelahi, agar dia tidak membalas dengan hal yang serupa sehingga bertambah celaan dan perkelahian. Dan agar tidak terlihat lemah di depan orang yang mencela dan mengajak berkelahi tersebut, maka orang yang berpuasa mengatakan bahwa dia sedang berpuasa sebagai isyarat bahwa ia tidak akan membalas perbuatan mencela tersebut sebagai bentuk pemuliaan terhadap puasa, bukan karena lemah untuk melakukan yang semisal, sehingga berhentilah celaan dan ajakan perkelahian tadi. Allah Ta’ala berfirman,

ٱدۡفَعۡ بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُ فَإِذَا ٱلَّذِي بَيۡنَكَ وَبَيۡنَهُۥ عَدَٰوَةٞ كَأَنَّهُۥ وَلِيٌّ حَمِيمٞ ٣٤ وَمَا يُلَقّٰىهَآ اِلَّا الَّذِيْنَ صَبَرُوْاۚ وَمَا يُلَقّٰىهَآ اِلَّا ذُوْ حَظٍّ عَظِيْمٍ ٣٥

Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.” [Fushshilat 41: 34-35]

4. Puasa memberikan syafa’at bagi orang yang berpuasa di hari kiamat.

    Dari sahabat yang ‘Abdillah bin Amrin radhiyallahu’anhuma, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ ﻭﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻳﺸﻔﻌﺎﻥ ﻟﻠﻌﺒﺪ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﻳﻘﻮﻝ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ : ﺃﻱ ﺭب ﻣﻨﻌﺘﻪ ﺍﻟﻄﻌﺎﻡ ﻭﺍﻟﺸﻬﻮﺍﺕ ﺑﺎﻟﻨﻬﺎﺭ ﻓﺸﻔﻌﻨﻲ ﻓﻴﻪ ﻭﻳﻘﻮﻝ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ : ﻣﻨﻌﺘﻪ ﺍﻟﻨﻮﻡ ﺑﺎﻟﻠﻴﻞ ﻓﺸﻔﻌﻨﻲ ﻓﻴﻪ ﻓﻴﺸﻔﻌﺎﻥ

    Puasa dan Al Qur’an akan memberi syafaat bagi hamba pada hari kiamat. Puasa berkata: “Wahai Rabb, ia telah menahan makan dan syahwatnya pada siang hari karena aku, izinkan aku memberi syafaat kepadanya. Al-Qur’an berkata: “ Ia telah terjaga pada malam hari karena aku, izinkan aku memberi syafaat kepadanya, maka puasa dan al-Quran memberi syafaat kepadanya.”

    Kaum muslimin, keutamaan puasa tidak akan didapatkan sampai orang yang berpuasa menerapkan adab-adab puasa, maka bersemangatlah memantapkan puasa kalian serta menjaga batasan-batasan puasa tersebut. Bertaubatlah kepada Allah karena kekurangan kalian dalam menjalankan puasa tersebut.

    Kitab Majalis Syahri Ramadhan oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Ustaimin rahimhullah

    Penerjemah: Muhammad Sofyan

    ARTIKEL TERKAIT

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    spot_img