spot_img
BerandaAdab dan AkhlakMemakmurkan Masjid dan Menjaga Adab di Dalamnya

Memakmurkan Masjid dan Menjaga Adab di Dalamnya

Sebagaimana telah diketahui bersama bahwa masjid merupakan rumah Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang sangat dicintai oleh Allah di muka bumi ini.

أَحَبُّ الْبِلَادِ إِلَى اللهِ مَسَاجِدُهَا، وَأَبْغَضُ الْبِلَادِ إِلَى اللهِ أَسْوَاقُهَا

“Tempat yang paling dicintai Allah adalah pada masjid-masjidnya, dan tempat yang paling dimurkai Allah adalah pasar-pasarnya” (HR. Muslim).

Lantas mengapa masjid menjadi tempat yang paling dicintai? karena didalamnya digunakan sebagai ibadah kaum muslimin seperti shalat, membaca Al-Qur’an dan amalan-amalan ibadah lainnya. Dan masjid juga menjadi tempat seseorang menggapai pahala adapun pasar merupakan tempat yang paling dibenci oleh Allah Ta’ala karena didalamnya terjadi segala kemaksiatan seperti Riba, Campur baur antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram dan kemaksiatan-kemaksiatan yang lainnya.

Maka dari itu Masjid merupakan tempat yang sangat utama bagi seornag muslim menggapai pahala dari Allah Ta’ala selain itu orang yang mengerjakannya akan meleburkan dosa bagi orang tersebut sebagaiman sabda Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam,

 ألا أدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللهُ بِهِ الخَطَايَا وَ يَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ؟ قَالُوا: بَلَى يا رَسُول اللهِ. قَالَ: إسْبَاغُ الوُضُوءِ عَلَى المَكَارِهِ وَ كَثْرَةُ الخُطَا إلَى المَسَاجِدِ وَ انْتِظَارُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الصَّلاَةِ فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ فذَلِكُمُ الرِّبَاطُ

“Tidakkah kalian semua saya tunjukkan akan sesuatu amalan yang dapat melebur semua kesalahan dan dengan nya dapat pula menaikkan beberapa derajat?” Para sahabat menjawab “Baiklah, Wahai Rasulullah.” Beliau Shalallahu Alaihi Wasallam. lalu bersabda: “Yaitu menyempurnakan wudhu sekalipun menemui beberapa hal yang tidak disenangi  seperti terlampau dingin dan sebagainya, perbanyaklah langkah kaki untuk ke masjid dan menantikan shalat sesudah melakukan shalat. Itulah yang dapat disebut ribath, itulah yang disebut ribath” (HR. Muslim)

Dan didalam hadits disebutkan setiap langkah demi langkah yang dikeluarkan oleh seorang hamba dalam menuju ke masjid untuk mengerjakan shalat secara berjama’ah. Selain itu masjid merupakan tempat yang seharusnya menjadi tempat yang dirindukan oleh hamba karena didalamnya seorang hamba bisa bermunajat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, mengagungkan-Nya dan Menyanjung-Nya. Baik itu dengan shalat, membaca Al-Qur’an dan berdzikir kepada Allah Ta’ala atau bahkan menjadikan masjid sebagai tempat menuntut ilmu dengan mengadakan beberapa Pengajian dan Kajian-Kajian Ilmiah maka inilah bentuk dari seorang hamba didalam memakmurkan rumah-rumah Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

إن الله لينادي يوم القيامة:أين جيراني أين جيراني؟قال: فتقول الملائكة: ربنا ومن ينبغي أن يجاورك؟ فيقول:أين عمّار المساجد

“Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala ketika datang Hari Kiamat memanggil para hamba-Nya “Mana Para tetanggaku, Mana Para tetanggaku”. Lalu Malaikat menjawab “Wahai Rabb kami, siapa seorang yang pantas menjadi tetangga-Mu”. Maka Allah Azza Wa Jalla menjawab “Dimana mereka orang-orang yang memakmurkan masjidku”.

Maka mereka itulah yang dicari oleh Allah Ta’ala yang mana mereka memakmurkan masjid-masjid Allah dimuka bumi karena semua masjid itu hanya milik Allah semata. Dan Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam sangat perhatian terhadap hal ini yang mana tatkala Nabi melakukan hijrah bersama para sahabat-Nya ke kota Madinah adalah membangun suatu masjid yang digunakan untuk tempat shalat Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam bersama para sahabatnya dan masjid juga sebagai wasilah perekat umat dikala itu.

Makna Memakmurkan Masjid

Dan memakmurkan masjid disini bisa dengan melakukan dua hal yang mestinya sudah menjadi hal yang diperhatikan,

  1. Memakmurkan masjid dengan perhatian kepada fisiknya seperti, memperhatikan bangunan masjid jika ada kerusakan serta menjaga kebersihan baik diluar dan didalam masjid. Ada sebuah hadist yang menyebutkan keutamaan seseorang yang membangun masjid,

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ ، أوْ أَصْغَرَ ، بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa membangun masjid karena Allah sebesar sarang burung atau lebih kecil. Maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Ibnu Majah, Dishahihkan oleh Al-Albany)

Serta menjaga kenyamanan dan kebersihan masjid termasuk dalam hal ini tidak membawa anak-anak yang belum Baligh yang tidak jarang jumpai akan membuat suara yang dapat mengganggu kekhusyuan shalat seseorang. Namun jika seorang orang tua mampu menjaganya maka hal ini tidak mengapa.

  1. Adapun yang kedua memakmurkan masjid dengan mendirikan ibadah-ibadah baik itu yang wajib maupun yang sunnah lainnya yang telah disyariatkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Atau memakmurkan masjid dengan menggunakan masjid sebagai pusat tersebarnya Ilmu dan aktivitas-aktivitas yang bermanfaat seperti, melakukan rapat, Baksos yang diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan sebagiamana dahulu Nabi Shalallalhu Alaihi Wasallam menjadikan masjid sebagai pusat dari semua pergerakan islam didalam mengagungkan Allah Jalla Wa Ala pada zaman tersebut. Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala,

اِنَّمَا يَعْمُرُ مَسٰجِدَ اللّٰهِ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَ وَلَمْ يَخْشَ اِلَّا اللّٰهَ ۗفَعَسٰٓى اُولٰۤىِٕكَ اَنْ يَّكُوْنُوْا مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ

“Sesungguhnya yang (pantas) memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, mendirikan salat, menunaikan zakat, serta tidak takut (kepada siapa pun) selain Allah. Mereka itulah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. At-Taubah:18)

Oleh karena itu dianjurkan bagi seorang muslim untuk ikut andil didalam setiap ada pembangunan-pembangunan masjid dengan mendonasikan beberapa dari harta muslim tersebut untuk kelancaran berjalannya pembangunan masjid tersebut yang mana ini sama dengan seseorang membangun suatu istana disurga Allah Jalla Wa Ala.

Selain dengan dua hal diatas termasuk dari bagian memakmurkan masjid-masjid Allah Ta’ala adalah menjadi orang yang beriman dan bertauhid serta tidak menjadikan masjid sebagai tempat kesyirikan yang mana tak jarang dijumpai dibeberapa masjid-masjid hal ini terjadi seperti dengan membangun kuburan diarea masjid atau bahkan mengagungkannya yang mana ini merupakan bentuk kesyirikan didalam agama islam.

Baca Juga: Adab dalam Bermajelis: Menjaga Etika Seorang Penuntut Ilmu

Adab di Dalam Masjid

Sudah menjadi kewajiban bagi seorang muslim untuk memperhatikan beberapa adab-adab penting ketika mereka berada di masjid Allah Subhanahu Wa Ta’ala,

  • Meluruskan Niat

Yang mana ketika seorang muslim keluar dari rumahnya menuju masjid diniatkan sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dan karena niat juga merupakan pondasi atau asas yang paling utama didalam seorang hamba melakukan suatu ibadah kepada Allah, sebagaimana sabda Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam,

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya” (HR. Muslim)

Dan Niat merupakan hal yang senantiasa hendaknya diperbarui ketika seseorang hendak melakukan suatu amalan sebagaimana niat merupakan perkara yang sangat sulit diobati sebagamana ucapan Shafiyan Ats-Tsauri,

ما عالجت شيئًا أشدّ عليَّ من نيّتي، إنها تتقلّب عليّ

“Aku tidak pernah mengobati sesuatu yang lebih sulit daripada niatku. Karena sungguh, ia terus berbolak-balik padaku” (Siyar A’lam an-Nubala’, 7/230)

  • Menjaga Kebersihan

Maka menjaga kebersihan baik itu bagian tubuh, pakaian atau bahkan bau mulut. Yang mana ini ditujuan karena hamba tersebut hendak menghadap Allah di rumah-Nya, maka seyogianya kita tampil dengan keadaan terbaik. Allah Ta’ala berfirman,

يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ خُذُوا۟ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ

“Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.” (QS. Al-Araf:31)

Dan dijelaskan didalam ayat ini hendaknya tidak berlebihan didalam perkara pakaian namun cukup baginya pakaian yang standar yang mampu menutup auratnya ketika keluar menuju masjid sebagaiman jika seseorang ingin bertemu dengan atasanya atau dengan orang memiliki jabatan yang lebih tinggi darinya maka orang tersebut akan berpakaian yang rapi serta menyiapkan diri sebaik-baiknya sebelum bertemu atasannya atau orang yang memiliki kedudukan yang tinggi.

Selain perhatian terhadap pakaian hendaknya seseorang yang hendak pergi ke masjid memperhatikan hal yang lainnya seperti bau mulut dan sebagainya dan hal ini sudah terjadi di zaman Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam,

 مَنْ أَكَلَ ثُومًا أَوْ بَصَلًا فَلْيَعْتَزِلْنَا أَوْ لِيَعْتَزِلْ مَسْجِدَنَا وَلْيَقْعُدْ في بَيْتِهِ وَأنَّهُ أُتِيَ بِقِدْرٍ فِيهِ خَضِرَاتٌ مِنْ بُقُولٍ فَوَجَدَ لَهَا رِيحًا فَسَأَلَ فَأُخْبِرَ بِمَا فِيهَا مِنْ الْبُقُولِ فَقَالَ قَرِّبُوهَا إِلَى بَعْضِ أَصْحَابِهِ فَلَمَّا رَآهُ كَرِهَ أَكْلَهَا قَالَ كُلْ فَإِنِّي أُنَاجِي مَنْ لَا تُنَاجِي

“Siapa yang makan bawang putih atau bawang merah, maka hendaklah ia menjauhi kami atau menjauhi masjid kami, dan hendaklah ia duduk di rumahnya.” Sesungguhnya beliau dibawakan sebuah bejana yang berisi sayur-mayur dari kacang-kacangan. Beliau mencium bau yang tidak enak, lalu beliau bertanya dan diberitahu bahwa di dalamnya terdapat bawang. Beliau bersabda: “Dekatkanlah makanan itu kepada sebagian sahabat-sahabat,” namun setelah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam melihat melihat bahwa di situ ada makan-makan yang membuat bau mulu, maka beliau tidak suka untuk memakannya, kemudian beliau bersabda: “Kalian saja yang makan, karena aku berkomunikasi dengan yang kalian tidak berkomunikasi dengannya (yaitu dengan malaikat Jibril Alaihissalam). (HR. Muslim)

Dan hal yang menjadi aneh di kebiasaan masyarakat awam adalah mereka menghisap rokok yang mana ini akan menimbulkan bau yang tidak sedap pada mulut-mulut mereka dan perkara ini masih banyak dianggap remeh oleh kalangan masyarakat. Atau bahkan ada yang terang-terangan merokok dilantaran masjid dan tempat-tempat yang masih didalam cangkupan masjid. Maka hendaknya perbuatan seperti ini tidak seyogyanya dilakukan dan harus ditinggalkan.

Memakmurkan masjid dan Adab di dalam masjid
  • Berwudhu sebelum berangkat

Sehingga seseorang yang hendak ke masjid dalam keadaan suci dan perbuatan seperti ini memiliki keutamaan yang sangat besar,

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ، ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مَنْ بُيُوتِ اللهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللهِ، كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً، وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian berjalan ke salah satu rumah Allah (masjid) untuk melaksanakan kewajiban yang Allah tetapkan, maka kedua langkahnya, yang satu menghapus kesalahan dan satunya lagi meninggikan derajat.” (HR. Muslim)

Maka setiap langkahnya demi langkah dari orang yang telah bersuci dari rumahnya pergi menuju masjid maka ini akan mengangkat derajat satu langkah demi langkah yang lainnya dan ini dapat menghapus dosa orang tersebut. Selain itu berwudhu sebelum berangkat memberikan kemudahan bagi orang itu agar bisa segera melakukan shalat sunnah atau amalan-amalan sunnah lainnya.

  • Menjawab Adzan

Yang mana ini sangat ditekankan dalam perkara menjawab adzan sebagaimana yang diucapkan oleh Muadzin, sebagaimana sabda Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam,

إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُوْلُوْا مِثْلَ مَا يَقُوْلُ، ثُمَّ صَلُّوْا عَلَيَّ، فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّـى عَلَيَّ صَلَّى اللهُ بِهَا عَلَيْهِ عَشْرًا، ثُمَّ سَلُوْا اللهَ لِيَ الْوَسِيْلَةَ، فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِي الْجَنَّةِ لاَ تَنْبَغِى إِلاَّ لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللهِ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُوْنَ أَنَا هُوَ، فَمَنْ سَأَلَ اللهَ لِيَ الْوَسِيْلَةَ حَلَّتْ عَلَيْهِ الشَّفَاعَةِ

“Jika kalian mendengar mu-adzin, maka ucapkanlah sebagaimana yang ia ucapkan. Kemudian bershalawatlah untukku. Karena barangsiapa yang bershalawat untukku sekali, maka dengannya Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali. Kemudian mintalah al-wasilah kepada Allah untukku. Ia adalah sebuah tempat di Surga yang tak diraih kecuali oleh seorang hamba di antara hamba-hamba Allah. Dan aku berharap ia adalah aku. Barangsiapa memintakan untukku wasilah kepada Allah, maka dia layak mendapat syafa’atku.“ (HR. Muslim)

Inilah amalan yang memiliki ganjaran yang sangat besar disisi Allah Ta’ala tanpa harus mengeluarkan tenaga yang besar.

  • Bergegas pergi ke Masjid

Dan sudah seyogyanya bagi seorang muslim ketika mendengar adzan telah dikumandangkan untuk bersegera berangkat ke masjid tanpa perlu menunda-nunda dan shalat di shaf pertama yang mana telah diketahui bersama bahwasanya shaf pertama memiliki keutamaan yang sangat agung,

لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الأَوَّلِ ، ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إلاَّ أنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لَاسْتَهَمُوا

“Seandainya manusia mengetahui keutamaan yang terdapat pada adzan dan shaf pertama, kemudian mereka tidaklah akan medapatkannya kecuali dengan diundi, niscaya pasti mereka akan mengundinya.“ (HR. Muslim)

Dan Rasulallahu Shalallahu Alaihi Wasallam juga bersabda

خيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا ، وَشَرُّهَا آخِرُهَا ، وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا ، وَشَرُّهَا أوَّلُهَا

“Sebaik-baik shaf bagi laki-laki adalah yang paling depan, dan yang paling jelek adalah yang paling belakang. Sebaik-baik shaf bagi wanita adalah yang paling belakang, dan yang paling jelek adalah yang paling depan.“ (HR. Muslim)

Maka mulai sekarang upaya untuk bersegera pergi ke masjid kemudian shalat sunnah dan berdoa kepada Allah Jalla Wa Ala karna berdoa diantara adzan dan iqamah itu mustajab sebagaimana sabda Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam,

إِنَّ الدُّعَاءَ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ فَادْعُوا

Sesungguhnya do’a yang tidak tertolak adalah do’a antara adzan dan iqomah, maka berdo’alah (kala itu).” (HR. Ahmad)

            Dan jangan lupa berdoa tatkala ke keluar rumah dengan membaca doa karena doa merupakan tameng bagi seorang yang beriman,

بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لَاحَوْلَ وَلَا قُوَّةَ الا بالله

“Dengan nama Allah aku bertawakal kepada Allah tiada daya untuk memperoleh manfaat dan tiada pula kuasa untuk menolak mudarat melainkan dengan pertolongan Allah” (HR Abu Daud dan Tirmizi).

  • Membaca doa masuk dan keluar masjid

Ini yang terkadang tidak disadari oleh kaum muslimin yang tergesa-gesa dalam masuk kedalam masjid. Maka sebelum dirinya melangkahkan kaki kanan kedalam masjid hendaknya membaca doa,

اللَّهُمَّ افْتَحْ لي أبْوَابَ رَحْمَتِكَ

“Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu untukku.”

Dan jika hendak keluar masjid dahulukan kaki kiri dengan membaca doa,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu akan segala keutamaan-Mu.”

  • Shalat sunnah dua rakaat

 إِذَا دَخَلَ أحَدُكُمُ المَسْجِدَ ، فَلاَ يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ

Jika salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka janganlah ia langsung duduk sampai mengerjakan shalat dua rakaat.”(HR. Bukhari dan Muslim)

  • Menghindari hal-hal yang merusak kekhusyuan

seperti berbicara keras, mengganggu jamaah lain atau membiarkan HP berdering dengan nada musik.  Maka perlu diketahui Masjid adalah tempat suci, tempat berdzikir kepada Allah Ta’ala bukan tempat gaduh dan main-main

Dan ini beberapa adab-adab saat berada dimasjid dan hendaknya ini diperhatikan dengan baik dan diamalkan, Semoga Allah menjadikan kita termasuk di antara hamba-hamba-Nya yang dimuliakan karena memuliakan rumah-Nya. Aamiin.

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img