Daftar isi
Kerkadang kita menjumpai di hamparan tanah yang hijau. Tumbuh di dalamnya padi di yang ditanam oleh para petani. Mereka bertani dari pagi hingga waktu sore untuk menanam dan merawat tanaman padi tersebut. Daya dan upaya mereka kerahkan dari mulai menanam, merawat, memupuk, dan menyirami hingga akhirnya mereka memanen dari apa yang telah mereka tanam. Apabila tidak dihasilkan tanaman padi dengan anak-anak kita maka sungguh akan kita dapati kesamaannya.
Anak adalah Ladang Pahala bagi Orang Tua
Mendidik seorang anak ibaratkan menanam padi. Apabila tanaman padi tersebut dirawat akan menghasilkan tanaman padi yang baik yang mampu mengeluarkan butir-butir gabah yang bagus. Maka begitu pula dengan anak kita. Apabila ketika anak-anak kita dirawat untuk menjadi seorang anak yang sholeh, berakhlak, dan berbakti kepada kedua orang tua. Maka pemandangan seperti ini amatlah menyenangkan.
Agar seluruh kebaikan anak ingin kita rasakan. Maka hendaknya orangtua bersungguh-sungguh di dalam merawatnya. Salah satu cara untuk merawat anak kita ialah memberikan pendidikan terbaik. Lalu menghindarkan mereka dari pergaulan yang buruk. Sebagaimana seorang petani yang menjaga padi mereka dari hama perusak. Sesungguhnya baik dan sholehnnya anak, itu ditentukan oleh pemahaman dia terhadap agama Islam ini. Dalam sebuah riwayat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,
من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين
“Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, Allah akan faqihkan ia dalam masalah agama (ini).” HR. Al-Bukhari dan Muslim

Ucapan Terima Kasih untuk Orang Tua
Maka hendaknya kita berterima kasih kepada orang tua yang peduli terhadap akhlak perilaku keshalehan anaknya. Para orang tua yang memberikan pendidikan agama yang terbaik bagi anak-anaknya. Para orang tua yang memilihkan guru-guru agama terbaik dengan memasukkan anak-anak mereka ke lembaga-lembaga pendidikan yang mengajarkan agama sebagaimana agamanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam beserta para sahabatnya radhiallahu Anhu. Hal ini merupakan usaha yang sangat mulia usaha yang patut untuk disyukuri bersama dan ditiru.
Sebagaimana pula kita jumpai orang tua yang tidak memperhatikan pendidikan agama anak mereka. Bahkan banyak para orang tua yang lebih mementingkan urusan dunia anak mereka. Maka hadirnya orang tua yang bekerja dan berusaha untuk mencetak generasi rabbani dengan memberikan pendidikan agama yang terbaik merupakan usaha yang harus kita syukuri.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam QS. Al-Isra’ ayat ke 23-24,
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
Artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”
Baca Juga: Pendidikan Tauhid untuk Anak
Keridhoan Allah atas Segalanya
Namun harus kita sadari bahwasanya yang menentukan semua hanyalah Allah Subhanahu Wa Ta'ala memang benar memasukkan anak di lembaga pendidikan yang memberikan pengajaran agama yang benar adalah cara untuk mencetak generasi terbaik. Akan tetapi hanya Allah-lah yang berkehendak dan berkeinginan.
Sehingga orang tua yang telah memilihkan dan mendaftarkan anak-anaknya di lembaga-lembaga yang mengajarkan agama Islam. Maka janganlah berpangku tangan dan mengandalkan para pengajarnya atau bahkan lembaganya. Namun mintalah pertolongan tersebut hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Sesungguhnya hanya Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang menentukan segala sesuatu. Jangan sampai orang tua terlena dengan Pondok yang terkenal dengan sistem pendidikan yang bagus dengan para pengajar yang diakui ilmu dan ketakwaannya. Lantas itu semua menjadikan itu tertipu dan terlupa dari meminta kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Namun kita harus tetap mengingat bahwa segala kehendak hanya milik Allah Azza wa Jalla saja.
Segala macam Usaha dari orang tua tidak akan pernah bisa terjadi dan mampu membuahkan hasil yang baik apabila Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak menghendakinya. Sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam potongan hadits.
احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ
Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah. HR. Imam Muslim
Maka berilah pendidikan dan para pengajar yang terbaik bagi anak-anak kita. Namun tidak melupakan berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Supaya Allah Subhanahu Wa Ta'ala menganugerahkan kepada kita semua anak-anak yang sholeh. Sesungguhnya usaha tanpa keridhaan Allah tidak akan mungkin mampu menghasilkannya. Segala usaha tanpa pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak akan mampu mencetak generasi terbaik. wallahu a'lam.
Ustadz Nur Cholis, M.Pd
Selengkapnya:



