Daftar isi
Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebut salah satu nama hari kiamat dengan Yaumul Hasrah, yaitu hari penyesalan. Dalam Surah Maryam ayat 39, Allah berfirman:
وَاَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْحَسْرَةِ اِذْ قُضِيَ الْاَمْرُۘ وَهُمْ فِيْ غَفْلَةٍ وَّهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ
“Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus, sedang mereka dalam kelalaian dan mereka tidak beriman.” (QS. Maryam: 39)
Pada hari itu, manusia akan menyesali setiap kelalaian, kesalahan, dan amal saleh yang pernah ditinggalkan selama di dunia. Mereka akan menyadari betapa mahalnya waktu dan kesempatan yang telah berlalu begitu saja.
1. Penyesalan Karena Tidak Taat kepada Allah dan Rasul-Nya
Dalam QS. Al-Ahzab ayat 66–67, Allah menggambarkan penyesalan orang-orang yang tidak menaati Allah dan Rasul-Nya:
يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوْهُهُمْ فِى النَّارِ يَقُوْلُوْنَ يٰلَيْتَنَآ اَطَعْنَا اللّٰهَ وَاَطَعْنَا الرَّسُوْلَا۠ وَقَالُوْا رَبَّنَآ اِنَّآ اَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاۤءَنَا فَاَضَلُّوْنَا السَّبِيْلَا۠
“Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata: ‘Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.' Dan mereka berkata: ‘Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar).'” (Qs. Al-Ahzab: 66-67).
Mereka lebih memilih mengikuti tokoh atau pemimpin mereka, meskipun bertentangan dengan Al-Qur’an dan sunah Rasulullah ﷺ. Ketika Al-Qur'an dan hadis sahih datang, mereka abaikan. Inilah bentuk penyesalan pertama yang akan menghantui di akhirat.
2. Penyesalan Karena Tidak Mengikuti Jalan Rasul dan Para Sahabat
Allah juga berfirman dalam QS. Al-Furqan ayat 27–28:
وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلٰى يَدَيْهِ يَقُوْلُ يٰلَيْتَنِى اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُوْلِ سَبِيْلًا يٰوَيْلَتٰى لَيْتَنِيْ لَمْ اَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيْلًا
“Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit kedua tangannya seraya berkata: ‘Aduhai kiranya aku (dulu) mengambil jalan bersama Rasul. Kecelakaan besar bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku).'” (Qs. Al-Furqon: 27-28)
Teman yang buruk bisa menyesatkan, menjauhkan dari jalan kebenaran. Banyak orang hari ini meremehkan bahkan mengolok sunah Rasul ﷺ, termasuk para pengikutnya. Allah berfirman:
يٰحَسْرَةً عَلَى الْعِبَادِۚ مَا يَأْتِيْهِمْ مِّنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا كَانُوْا بِهٖ يَسْتَهْزِءُوْنَ
“Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasul pun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.” (QS. Yasin: 30)
Jika belum mampu menjalankan sunah Rasul, maka doakanlah agar bisa mengamalkannya. Jangan mencela, karena celaan terhadap sunah adalah dosa besar.
3. Penyesalan Karena Lalai Membaca Al-Qur'an
Rasulullah ﷺ bersabda:
اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ
“Bacalah surat Al-Baqarah, karena mengambilnya adalah keberkahan dan meninggalkannya adalah penyesalan.” (HR. Muslim)
Betapa rugi orang yang jarang membaca Al-Qur’an, apalagi yang tidak pernah menyentuhnya. Setiap hurufnya bernilai pahala besar:
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ حَسَنَةٌ وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا , لاَ أَقُوْلُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيْمٌ حَرْفٌ
“Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan. Satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf, tetapi aliif itu satu huruf, laam itu satu huruf, dan miim itu satu huruf.” (HR. Tirmidzi)
4. Penyesalan Karena Lalai Berzikir
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا مِنْ قَوْمٍ يَقُومُونَ مِنْ مَجْلِسٍ لاَ يَذْكُرُونَ الله تَعَالَى فِيهِ ، إِلاَّ قَامُوا عَنْ مِثْل جِيفَةِ حِمَارٍ ، وَكَانَ لَهُمْ حَسْرَةٌ
“Tidaklah suatu kaum yang bangun (berdiri) dari satu majelis yang mereka tidak menyebutkan nama Allah padanya, kecuali mereka bangun seperti bangunnya bangkai keledai, dan bagi mereka penyesalan.” (HR. Abu Daud)
Zikir adalah amal ringan, tetapi berdampak besar. Nabi ﷺ juga bersabda:
طُوْبَى لِمَنْ وَجَدَ فِيْ صَحِيْفَتِهِ اسْتِغْفَارَا كَِشِيْرًا
“Beruntunglah orang yang mendapati dalam catatan amalnya istigfar yang banyak.” (HR. Ibnu Majah)
Bahkan dua kalimat ringan ini sangat dicintai Allah, Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda,
كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ، ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ
“Dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat ditimbangan, dan disukai Ar Rahman yaitu “Subhanallah wa bi hamdih, subhanallahil ‘azhim” (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung). (HR. Bukhari dan Muslim)
Namun, betapa sering kita melupakan zikir ini?
5. Penyesalan Karena Tidak Bersedekah
Allah berfirman:
وَاَنْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَآ اَخَّرْتَنِيْٓ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيْبٍۚ فَاَصَّدَّقَ وَاَكُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ
“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: ‘Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?'” (QS. Al-Munafiqun: 10)
Seseorang akan meminta ditangguhkan hanya untuk bersedekah. Dalam tafsir Al-Baghawi, disebutkan bahwa orang yang belum mengeluarkan zakat atau belum berhaji padahal mampu, akan memohon untuk dikembalikan ke dunia.

Penyesalan Para Penghuni Neraka
Allah menggambarkan ratapan mereka dalam QS. Fatir: 37:
وَهُمْ يَصْطَرِخُوْنَ فِيْهَاۚ رَبَّنَآ اَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِيْ كُنَّا نَعْمَلُۗ اَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَّا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاۤءَكُمُ النَّذِيْرُۗ فَذُوْقُوْا فَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ نَّصِيْرٍ ࣖ
“Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.” (Qs. Fatir: 37)
Namun semuanya terlambat. Allah telah memberi umur yang cukup, peringatan pun telah datang. Setiap hamba diberi kesempatan untuk taat, tak peduli seberapa tua atau muda usia mereka.
Waktu terus berjalan. Entah tinggal 1 jam, 1 hari, atau 1 tahun lagi, ajal bisa menjemput kapan saja. Gunakan waktu yang ada untuk kembali kepada Al-Qur’an, sunah Rasul ﷺ, dan pemahaman sahabat. Itulah jalan keselamatan.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan taufik dan mengizinkan kita bertobat sebelum terlambat. Jangan sampai kita menjadi bagian dari orang-orang yang menyesal di hari kiamat kelak.
Baca juga: Pedoman Dalam Memperbaiki Diri



