Agama Islam mengajarkan kepada kita, bagaimana cara kita memberikan manfaat kepada orang lain dan khususnya kepada diri sendiri. Di antara bentuk ajaran Islam kepada kita adalah mengajarkan bagaimana kita menjadi seorang yang bisa berbicara dengan lisan yang mendatangkan manfaat dan menahan pembicaraan jika tidak mendatangkan manfaat atau malah mendatangkan keburukan.
Nabi kita yang mulia Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih)
Hadis yang mulia ini menunjukkan kepada kita bahwasannya ajaran Islam mengajarkan bahwa seorang muslim hendaknya dia bisa memberikan manfaat bagi orang lain maupun dirinya dalam bertutur kata. Hal-hal yang mendatangkan manfaat boleh disampaikan kepada masyarakat, kerabat, keluarga dan khususnya diri sendiri. Adapun perkataan-perakataan yang berbau keburukan atau tidak ada faidahnya, maka Islam memerintahkan kita untuk diam.

Di dalam penggalan hadis di atas, di sampaikan bahwa barangsiapa yang beriman dengan Allah, meyakini keberadaan Allah dan beriman dengan hari pembalasan, dengan Surga bagi siapa yang berbuat baik; dan Neraka bagi yang berbuat buruk, maka janganlah ia berkata dan berucap kecuali hal tersebut mendatangkan kebaikan.
Dalam sebuah hadis Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,
وإن العبد لَيَتَكَلَّمُ بالكلمة من سَخَطِ الله تعالى لا يُلْقِي لها بَالًا يَهْوِي بها في جهنم
Dan sungguh seorang hamba mengucapkan suatu kata yang Allah murkai dalam keadaan tidak terpikirkan oleh benaknya, tidak terbayang akibatnya, dan tidak menyangka kata tersebut berakibat sesuatu ternyata karenanya Allah melemparkannya ke dalam neraka Jahannam.” (HR. Al-Bukhari no. 6478)
Hadis di atas memberikan ancaman kepada kita jangan sampai kita bermudah-mudahan mengucapkan kata-kata yang mendatangkan murka Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan kita menganggap itu enteng dan remeh sehingga akhirnya kita terjatuh dalam neraka Jahannam, Wal’iyadzu billah.
Dalam kesempatan yang lain, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam kepada Muadz bin Jabal,
كف عليك هذا
Tahan mulut ini.
Jangan sampai lisan seorang muslim berkata dengan tutur kata yang jelek, diakarenakan di antara penyebab masuknya penghuni Neraka ke dalam Neraka adalah karena ucapan dan perkataan mereka yang mendatangkan murkanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Oleh karena itu, seorang muslim jangan sampai meremehkan hal keburukan, khsusunya ucapan yang berkaitan dengan agama Islam, walaupun hanya sebatas candaan. Oleh karenya Imam ibnu Qudamah,
من سب الله تعالى فقد كفر
Barangsiapa yang mencela Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka dia telah kufur.
Seorang muslim tatkala mencela Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka akan dianggap kufur, baik itu bercanda maupun serius. Mencela Allah dan Rasulnya dalam ucapan guyonan saja dapat mengantarkan seorang hamba ke dalam kekufuran, lantas bagimana jika dilakukan dengan sungguh-sungguh.
Sebagai seorang muslim harus betul-betul memperhatikan ucapannya, apakah ucapannya mengandung kebaikan atau bahkan mengandung keburukan yang justru dapat mengantarkan kepada kekufuran dan nerakanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Ustadz Hermawan, Lc., M.Pd
Baca Juga: Hal-hal Yang Mengundang Datangnya Setan



