BerandaAdab dan AkhlakPerjalanan Bulan-Bulan Haram Telah Dimulai

Perjalanan Bulan-Bulan Haram Telah Dimulai

Bulan-bulan haram ada empat bulan: Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Al-Muharram, Rajab.

Saat ini kita berada di bulan Dzulqa’dah, adalah bulan kesebelas dalam kalender Hijriyah dan salah satu dari bulan-bulan haram.

Bulan ini dinamakan demikian karena orang Arab dahulu duduk (beristirahat) dari berperang pada bulan ini, dan merupakan bulan haram pertama yang berurutan.

Mengapa Disebut Bulan Haram ?

Mengapa disebut bulan-bulan haram? Sebab kemuliaannya lebih tinggi, dosa di dalamnya lebih besar, dan Allah Ta'ala melarang berperang pada bulan-bulan tersebut. Allah Ta'ala berfirman:

يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلشَّهْرِ ٱلْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ ۖ قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ ۖ

“Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah, ‘Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar.'” (QS. Al-Baqarah: 217)

Dan firman-Nya:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu (QS. At-Tawbah: 36)

Qurthubi berkata:
“Janganlah kalian menganiaya diri kalian pada bulan-bulan tersebut dengan melakukan dosa, karena hukuman atas perbuatan buruk akan dilipatgandakan, sebagaimana pahala atas perbuatan baik juga dilipatgandakan.”

Qatadah berkata:
“Sesungguhnya berbuat zalim pada bulan-bulan haram adalah dosa dan kesalahan yang lebih besar daripada berbuat zalim pada bulan-bulan lainnya.”

Perjalanan Bulan-Bulan Haram Telah Dimulai

Amalan-Amalan di Bulan Haram

Banyak Amalan yang dapat dilakukan pada Bulan Dzulqa’dah di antaranya :

  1. Menjaga salat pada waktunya.
  2. Memperbanyak zikir dan istighfar.
  3. Membaca Al-Qur'an.
  4. Menjalin silaturahmi.
  5. Berbakti kepada orang tua.
  6. Shalat malam.
  7. Bersedekah.

Dekatkan diri kpd Allah dg berbagai amal saleh yang kita mampu, karena pahala dilipatgandakan pada waktu-waktu yang mulia ini. Jangan berbuat dzalim, menganiaya diri sendiri dengan melakukan maksiat.

Ustadz Dr. Maryono Abdul Muhsin., M.Pd.I

Baca Juga : Muharram Adakah Yang Spesial

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img