spot_img
BerandaBerita Al-ImanUmur 35 Sering Nyeri Sendi? Bisa Jadi Asam Urat, Kenali Gejala dan...

Umur 35 Sering Nyeri Sendi? Bisa Jadi Asam Urat, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Asam urat merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup sering dialami masyarakat Indonesia. Kondisi ini terjadi ketika kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi sehingga membentuk kristal yang menumpuk di persendian. Penumpukan tersebut dapat menimbulkan rasa nyeri yang datang secara tiba-tiba, disertai bengkak, kemerahan, hingga membuat penderitanya kesulitan bergerak. Apabila tidak ditangani dengan baik, asam urat dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan meningkatkan risiko kerusakan sendi. (Kementerian Kesehatan RI)

Meski identik dengan usia lanjut, asam urat juga dapat menyerang orang dewasa yang memiliki pola makan tinggi purin, berat badan berlebih, atau riwayat keluarga dengan penyakit serupa. Oleh karena itu, mengenali gejala sejak dini menjadi langkah penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. (HaloDoc)

Asam Urat: Kenali Penyebab dan Gejalanya Sejak Dini

Asam urat terbentuk secara alami ketika tubuh memecah zat purin. Purin dapat berasal dari dalam tubuh maupun dari makanan seperti jeroan, daging merah, makanan laut, dan minuman berpemanis tinggi. Dalam kondisi normal, asam urat akan dikeluarkan melalui ginjal bersama urine. Namun, jika produksinya berlebihan atau ginjal tidak mampu membuangnya secara optimal, kadar asam urat akan meningkat. (Mayo Clinic)

Gejala asam urat biasanya muncul secara tiba-tiba, terutama pada malam atau dini hari. Bagian tubuh yang paling sering terkena adalah sendi jempol kaki, tetapi dapat pula menyerang pergelangan kaki, lutut, siku, hingga jari tangan.

Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

  1. Nyeri sendi yang muncul mendadak.
  2. Sendi tampak bengkak dan kemerahan.
  3. Area sendi terasa hangat saat disentuh.
  4. Gerakan sendi menjadi terbatas karena rasa sakit.
  5. Keluhan dapat berlangsung beberapa hari hingga lebih dari satu minggu. (Cleveland Clinic)

Apabila serangan asam urat terjadi berulang tanpa pengobatan, kristal asam urat dapat menumpuk dan menyebabkan kerusakan sendi permanen serta terbentuknya benjolan yang disebut tofus. (Alodokter)

hidup sehat dari asam urat
Gaya hidup sehat dengan rutin berolahraga, minum air putih yang cukup, serta menjaga pola makan dapat membantu mengurangi risiko asam urat dan menjaga kesehatan sendi.

Asam Urat Dapat Dicegah dengan Pola Hidup Sehat

Menjaga pola hidup sehat merupakan langkah utama untuk mengurangi risiko asam urat. Salah satunya adalah mengatur konsumsi makanan tinggi purin. Masyarakat disarankan membatasi jeroan, daging merah, sarden, kerang, udang, dan minuman beralkohol karena dapat memicu peningkatan kadar asam urat. (Kementerian Kesehatan RI)

Selain menjaga pola makan, memperbanyak konsumsi air putih juga membantu ginjal membuang kelebihan asam urat melalui urine. Aktivitas fisik secara rutin dan menjaga berat badan ideal turut berperan dalam menurunkan risiko penyakit ini. (WHO)

Bagi penderita asam urat, dokter juga menganjurkan untuk tidak menghentikan obat tanpa konsultasi. Pemeriksaan kadar asam urat secara berkala diperlukan agar pengobatan dapat dievaluasi sesuai kondisi masing-masing pasien. (Siloam Hospitals)

Selain makanan, beberapa faktor lain juga dapat meningkatkan risiko asam urat, seperti obesitas, kurang berolahraga, kebiasaan mengonsumsi minuman berpemanis tinggi, serta penyakit tertentu, misalnya gangguan fungsi ginjal dan tekanan darah tinggi. Penggunaan beberapa jenis obat, seperti diuretik, juga dapat memengaruhi kadar asam urat dalam tubuh. Karena itu, menerapkan pola hidup sehat secara menyeluruh menjadi langkah penting untuk membantu menjaga kadar asam urat tetap normal dan mengurangi risiko serangan di kemudian hari. (Mayo Clinic; HaloDoc)

Keutamaan Agama Islam

Asam Urat Tidak Boleh Diabaikan, Segera Periksa Jika Gejala Berulang

Banyak orang menganggap asam urat hanya sebagai nyeri sendi biasa sehingga menunda pemeriksaan ke dokter. Padahal, penanganan yang terlambat dapat meningkatkan risiko komplikasi, termasuk batu ginjal dan kerusakan sendi yang bersifat permanen. (Mayo Clinic)

Segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila nyeri sendi terasa sangat hebat, disertai demam, atau keluhan terus berulang. Diagnosis yang tepat melalui pemeriksaan dokter akan membantu menentukan penanganan yang sesuai sehingga kualitas hidup penderita tetap terjaga.

Menerapkan pola makan seimbang, rutin berolahraga, mencukupi kebutuhan cairan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah asam urat. Dengan mengenali gejala sejak dini dan menjalani gaya hidup sehat, risiko serangan asam urat dapat diminimalkan sehingga aktivitas sehari-hari tetap berjalan dengan nyaman.

Baca Juga: 8 Superfood yang Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img