Krisis kelaparan di Gaza terjadi akibat terhambatnya distribusi bantuan oleh blokade Israel, bukan karena kekurangan pangan.
Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) di Tengah laporan anak-anak terus meninggal akibat kelaparan pada Ahad (24/08/2025).
“Anak-anak teah berbulan-bulan hidup tanpa makanan yang cukup. Kita menyaksikan situasi mengerikan di mana anak-anak berada di ambang kelaparan dan meninggal karena kelaparan,” Ungkap Russel pada CBS yang dilansir Antara.

Menurutnya, pangan sebenarnya tersedia di dekat wilayah itu, namun tidak bisa sampai ke warga yang membutuhkan.
“Itu bukan karena badai atau kekeringan. Ini terjadi karena kami tidak bisa menyalurkan cukup bantuan kepada anak-anak itu,” katanya.
Menanggapi klaim Israel yang membantah adanya kondisi kekurangan pangan, ia menjelaskan Klasifikasi Tahap Kerawanan Pangan Terpadu (IPC) yang memastikan adanya kelaparan di Gaza utara, dilakukan oleh ahli independent berdasarkan tingkat kekurangan pangan, angka gizi buruk, dan jumlah kematian akibat kelaparan.
“Kita tahu anak-anak meninggal, bukan? Saya lelah dengan perdebatan apakah informasi yang kami sampaikan benar atau tidak,” kata Russell sambil menyerukan agar media internasional diberi akses ke Gaza untuk memverifikasi kondisi di lapangan.
Russell juga mengkritik mekanisme Gaza Humanitarian Foundation (GHF) yang dijalankan Israel karena bertentangan dengan standar kemanusiaan.

Menurutnya, PBB sebelumnya mampu mengoperasikan 400 titik distribusi bantuan, sementara GHF hanya mengandalkan empat lokasi.
Pada Maret lalu, Israel menutup seluruh perlintasan ke Gaza sehingga bantuan kemanusiaan terhenti. Sejak akhir Mei, Israel juga memberlakukan mekanisme distribusi sepihak melalui GHF dengan menyingkirkan peran PBB dan lembaga bantuan besar lainnya.
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan, mekanisme tersebut telah menyebabkan lebih dari 2.000 warga Palestina tewas dan lebih dari 15.000 orang lainnya terluka saat menunggu bantuan.
Pada Jumat, IPC mengonfirmasi bahwa kelaparan telah melanda Gaza utara dan diperkirakan akan meluas ke wilayah selatan pada akhir September.
Sejak Oktober 2023, Israel telah menewaskan lebih dari 62.600 warga Palestina di Gaza. Serangan tersebut menghancurkan wilayah itu dan membuatnya tidak lagi layak huni.
Baca juga: 161 Paket Bantuan Kemanusiaan Diterjunkan Lewat Udara Gaza
(frd)



