spot_img
BerandaAqidah dan ManhajWajibnya Memahami Al-Qur'an dan As-Sunnah dengan Pemahaman Para Salaf

Wajibnya Memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan Pemahaman Para Salaf

Memahami Al-Qur'an dan As-Sunnah berdasarkan pemahaman para salaf adalah sebuah kewajiban. Hal ini karena para salaf hidup pada masa ketika Al-Qur'an diturunkan dan mereka hidup bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka memahami konteks turunnya ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits-hadits Nabi karena mereka menyaksikan langsung peristiwanya.

Tujuan dari pemahaman ini adalah agar tidak terjadi penyimpangan dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an. Terlebih di zaman ini yang penuh syubhat dan fitnah, wajib bagi seorang muslim untuk mengembalikan pemahaman terhadap Al-Qur'an dan As-Sunnah kepada pemahaman para salaf.

Sebagaimana firman Allah Ta'ala:

“Maka, bertanyalah kepada orang-orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.” (An-Nahl: 43).

Dari ayat ini, Allah membagi manusia menjadi dua golongan:

  1. Ahli dzikir (ulama) yang memiliki kewajiban untuk mengajarkan ilmu.
  2. Orang awam yang wajib bertanya ketika tidak mengetahui.

Baca Juga: Mengenal Manhaj Salaf

Allah juga menyebut siapa saja golongan salaf dalam firman-Nya:

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada-Nya.” (At-Taubah: 100)

Serta dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Sebaik-baik manusia ialah pada generasiku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ali bin Abi Thalib mengutus Ibnu Abbas untuk berdialog dengan kaum Khawarij. Ibnu Abbas menyampaikan bahwa para sahabat lebih paham terhadap Al-Qur'an dibanding generasi setelahnya karena mereka hidup bersama Rasulullah dan menyaksikan wahyu turun.

Dialog ini menunjukkan pentingnya ilmu dan kemampuan membantah syubhat dengan hujjah dari Al-Qur'an dan As-Sunnah.

As-Sya’bi rahimahullah juga menegaskan bahwa mengikuti pendapat sahabat lebih baik daripada membuat penafsiran sendiri.

Wajibnya Memahami Al-Qur'an dan As-Sunnah dengan Pemahaman Para Salaf

Ibnu Mas’ud berkata:

“Barangsiapa di antara kalian ingin menjadikan teladan, maka jadikanlah sahabat-sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai teladan… Mereka adalah umat yang hatinya paling taqwa, paling dalam ilmunya, paling lurus amalnya…” (Jami’ Bayan Al-Ilmi)

Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah menyatakan:

“Pokok-pokok As-Sunnah menurut kami adalah berpegang teguh dengan apa-apa yang dipraktikkan para shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam…” (Ushulus Sunnah)

Ibnul Qayyim rahimahullah juga mengingatkan:

“Sumber kesesatan adalah berpaling dari pemahaman sahabat dan tabi'in, serta membenturkan pemahaman mereka dengan logika yang bertentangan.”

“Pendapat sahabat tentang makna Al-Qur'an memiliki kedudukan yang sama pentingnya dengan riwayat bacaan huruf-hurufnya.”

Kesimpulan: Memahami agama Islam, khususnya Al-Qur'an dan As-Sunnah, harus merujuk pada pemahaman para salaf. Mereka adalah generasi terbaik yang telah diridhai Allah, dan barangsiapa yang ingin mendapatkan keridhaan Allah, maka hendaknya mengikuti jalan mereka. Mengambil selain pemahaman salaf akan membawa kepada penyimpangan dan kesesatan.

Semoga Allah menetapkan hati kita di atas manhaj salaf dan memudahkan kita untuk mengikuti jejak para pendahulu yang lurus dalam memahami dan mengamalkan Islam.

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img