spot_img
BerandaKhutbah JumatBalasan Sesuai Amal: Kebaikan dan Keburukan Kembali pada Diri Sendiri

Balasan Sesuai Amal: Kebaikan dan Keburukan Kembali pada Diri Sendiri

Di dalam banyak ayat Al-Qur’an, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjelaskan bahwa apa yang dilakukan hamba akan kembali kepada dirinya sendiri. Setiap manusia akan bertanggung jawab atas segala amalannya, baik berupa perkataan maupun perbuatan.

Seorang hamba yang mengerjakan kebaikan atau ketaatan, maka ia akan mendapatkan balasan atas kebaikan tersebut. Demikian pula sebaliknya, seorang yang melakukan keburukan atau kemaksiatan, maka ia pun akan mendapatkan balasan atas perbuatan tercelanya itu.

Kita sering mendengar perkataan para ulama:

اَلْجَزَاءُ مِنْ جِنْسِ الْعَمَلِ

“Balasan itu sesuai dengan perbuatan.”

كَمَا تَدِينُ تُدَانُ

“Sebagaimana engkau berbuat, demikianlah engkau akan dibalas.”

Dan terkait hal ini, Rasulullah ﷺ bersabda:

وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ

“Berbuatlah sesukamu, karena sesungguhnya engkau akan dibalas sesuai dengan amalmu.” (HR. Ahmad)

Balasan Sesuai Amal: Kebaikan dan Keburukan Kembali pada Diri Sendiri

Apa saja yang kita kerjakan, yang sedikit maupun banyak akan dibalas sesuai dengan amalan tersebut secara sempurna oleh Allah Subhanahu wa taala tanpa ada kezaliman sedikit pun darinya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَاتَّقُوا يَوْمًۭا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى ٱللَّهِ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍۢ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

“Dan jagalah diri kalian dari siksa pada hari ketika kalian semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian setiap jiwa akan diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, dan mereka sedikit pun tidak akan dizalimi.” (QS. Al-Baqarah: 281)

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًۭا يَرَهُۥ ۝ وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍۢ شَرًّۭا يَرَهُۥ

“Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya). Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya pula).” (QS. Az-Zalzalah: 7–8)

Demikian pula firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

مَنْ عَمِلَ صَـٰلِحًۭا فَلِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَنْ أَسَآءَ فَعَلَيْهَا ۗ وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّـٰمٍۢ لِّلْعَبِيدِ

“Barang siapa mengerjakan amal saleh, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri. Dan barang siapa berbuat jahat, maka (dosanya) untuk dirinya sendiri. Dan Rabbmu sama sekali tidak menzalimi hamba-hamba-Nya.” (QS. Fussilat: 46)

وَمَن شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّى غَنِىٌّۭ كَرِيمٌۭ

“Barang siapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri. Dan barang siapa kufur, maka sesungguhnya Rabbku Maha Kaya lagi Maha Mulia.” (QS. An-Naml: 40)

مَنِ ٱهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِى لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۗ

“Barang siapa mendapat petunjuk, maka sesungguhnya petunjuk itu bermanfaat bagi dirinya sendiri. Dan barang siapa sesat, maka sesungguhnya kerugian dari kesesatannya itu kembali atas dirinya sendiri.” (QS. Yunus: 108)

وَمَن جَـٰهَدَ فَإِنَّمَا يُجَـٰهِدُ لِنَفْسِهِۦٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَـٰلَمِينَ

“Dan barang siapa berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu hanyalah untuk (kebaikan) dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah Maha Kaya dari (butuhnya) seluruh alam.” (QS. Al-‘Ankabut: 6)

وَمَن يَبْخَلْ فَإِنَّمَا يَبْخَلُ عَن نَّفْسِهِۦ ۗ

“Barang siapa yang kikir, maka sesungguhnya kekikiran itu kembali kepada dirinya sendiri.” (QS. Muhammad: 38)

وَمَن يَكْسِبْ إِثْمًۭا فَإِنَّمَا يَكْسِبُهُۥ عَلَىٰ نَفْسِهِۦ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًۭا

“Barang siapa mengerjakan dosa, maka sesungguhnya dia mengerjakannya untuk (kemudaratan) dirinya sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nisa’: 111)

فَمَن نَّكَثَ فَإِنَّمَا يَنكُثُ عَلَىٰ نَفْسِهِۦ ۖ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِمَا عَـٰهَدَ عَلَيْهُ ٱللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًۭا

“Barang siapa melanggar janjinya, maka akibat pelanggaran itu akan menimpa dirinya sendiri. Dan barang siapa menepati janjinya kepada Allah, maka Allah akan memberinya pahala yang besar.” (QS. Al-Fath: 10)

Oleh karena itu yang dituntut dari kita masing-masing adalah agar kita hendaknya berusaha untuk benar-benar bijak dalam bertindak. Hendaklah kita lebih memaksimalkan diri masing-masing dalam memperbaiki ketaatan kemudian memperbanyaknya. Dan sebaliknya hendaklah kita berusaha lari dari berbagai macam kemaksiatan dan dosa sebagaimana seorang yang lali dari kejaran singa.

Baca juga: Ilmu Sebelum Beramal

Balasan Sesuai Amal: Kebaikan dan Keburukan Kembali pada Diri Sendiri

Siapa yang berbuat suatu kebaikan maupun keburukan maka ia akan melihat akibat dan hasil dari perbuatannya itu.

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

وَمَن تَزَكَّىٰ فَإِنَّمَا يَتَزَكَّىٰ لِنَفْسِهِۦ ۗ وَإِلَى ٱللَّهِ ٱلْمَصِيرُ

“Dan barang siapa yang berusaha membersihkan dirinya, maka sesungguhnya dia membersihkan diri untuk (kebaikan) dirinya sendiri. Dan kepada Allah-lah tempat kembali.” (QS. Fathir: 18)

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah menjelaskan bahwa siapa yang menyucikan jiwanya dengan membersihkannya dari riya, takabur, kedustaan, kecurangan, makar, kemunafikan, dan akhlak tercela lainnya; lalu menghiasinya dengan akhlak yang indah seperti kejujuran, keikhlasan, rendah hati, santun, serta hati yang bersih dari hasad dan dengki; maka manfaat dari usahanya itu akan kembali kepada dirinya sendiri. Amalannya tidak akan sia-sia, bahkan akan mengantarkannya kepada tujuan mulia dengan izin Allah.

Dalam sebuah hadis qudsi yang diriwayatkan Imam Muslim, Allah berfirman di akhir hadis tersebut:

يَا عِبَادِي إِنَّمَا هِيَ أَعْمَالُكُمْ أُحْصِيهَا لَكُمْ ثُمَّ أُوَفِّيكُمْ إِيَّاهَا، فَمَنْ وَجَدَ خَيْرًا فَلْيَحْمَدِ اللَّهَ، وَمَنْ وَجَدَ غَيْرَ ذَٰلِكَ فَلَا يَلُومَنَّ إِلَّا نَفْسَهُ

“Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya amal perbuatan kalian hanyalah Aku hitungkan untuk kalian, lalu Aku sempurnakan balasannya kepada kalian. Maka barang siapa mendapati kebaikan, hendaklah ia memuji Allah. Dan barang siapa mendapati selain itu, maka janganlah ia mencela kecuali dirinya sendiri.” (HR. Muslim)

Kesimpulannya, setiap kebaikan yang dikerjakan seorang hamba akan kembali manfaatnya kepada dirinya, dan setiap keburukan pun akan kembali pula kepada dirinya. Maka hendaklah kita memaksimalkan diri dalam memperbanyak ketaatan dan menjauhi kemaksiatan, sebelum datang penyesalan di akhirat.

Marilah kita memperbaiki iman, membersihkan hati, dan memperbanyak amal saleh. Karena kelak, di hadapan Allah, tidak ada yang menolong kita kecuali amal perbuatan kita sendiri.

Baca juga: Amalan Yang Dicintai Allah

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img