BerandaBerita Al-ImanKementerian PPPA Percepat Pembentukan Peraturan Perlindungan Anak di Ranah Online

Kementerian PPPA Percepat Pembentukan Peraturan Perlindungan Anak di Ranah Online

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) percepat pembentukan peta jalan perlindungan anak di ranah online sebagai panduan untuk kementerian/lembaga dan pemerintah daerah (Pemda).

Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian PPPA, Nahar mengatakan peraturan ini dibuat agar kementerian/lembaga dan pemerintah daerah (Pemda) memiliki panduan ancaman kekerasan seksual terhadap anak di ranah daring yang semakin gencar.

“Saat ini rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Peta Jalan Perlindungan Anak di Ranah Daring dalam tahap penyelesaian,” kata Nahar dikutip Antara, Kamis (02/05/2024).

Baca juga: Udara Panas yang Melanda Indonesia Bukan Heatwave

Rancangan Perpres nantinya mencakup tiga strategi Perlindungan Anak di Ranah Daring (PARD) antara lain strategi pencegahan terjadinya penyalahgunaan teknologi informasi dan komunikasi terhadap di ranah daring.

Menurut Nahar, fokus strategi yang digunakan melalui pengendalian risiko dengan intervensi kunci diantaranya mengidentifikasi, menampis, dan memutus akses berdasarkan risiko dan bahaya, termasuk mempersiapkan kebijakan terkait tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik (PSE) untuk menerapkan mekanisme perancangan teknologi informasi ramah anak.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) percepat pembentukan peta jalan perlindungan anak di ranah online sebagai panduan untuk kementerian/lembaga dan pemerintah daerah (Pemda).

Pentingnya Peraturan Perlindungan Anak

Perlu diketahui, baru-baru ini terjadi kasus dugaan child grooming pada permainan daring. Kasus ini diungkap warganet di media sosial X dengan mengunggah tautan berisi tangkapan layer dari teks yang berkonotasi seksual antara seorang pria dan korban anak yang merupakan pelajar Sekolah Dasar (SD) berusia 12 tahun.

Dalam kasus ini, Kementerian PPPA melalui tim layanan SAPA telah berupaya melakukan kontak akun X tersebut untuk menawarkan pelayanan pendampingan psikologis bagi korban. “Hal ini kami lakukan untuk perlindungan terbaik bagi korban,” pungkasnya.

Baca juga: Bersemangat Mengajari Anak Aqidah yang Benar

(frd)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img