BerandaAqidah dan ManhajBersemangat Mengajari Anak Aqidah yang Benar

Bersemangat Mengajari Anak Aqidah yang Benar

Ayah bunda yang dicintai Allah, perhatikanlah teladan kita; Luqman, hamba Allah yang shalih tatkala memberi nasihat anaknya dengan memulai mengajarinya akidah tauhid dan melarang dari kesyirikan, Allah subhanahu wata’ala berfirman:

وَإِذۡ قَالَ لُقۡمَٰنُ لِٱبۡنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَيَّ لَا تُشۡرِكۡ بِٱللَّهِۖ إِنَّ ٱلشِّرۡكَ لَظُلۡمٌ عَظِيمٞ 

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. (QS. Luqman : 13)

Pembentukan Akidah Anak

Demikian pula Nabi shalallahu'alaihi wasallam, mengajari saat lbnu ‘Abbas masih kecil Ibnu ‘Abbas menceritakan:

كُنتُ خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لِي : يَا غُلَامُ إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ : احْفَظِ اللهَ يَحْفَظُكَ ، احْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ ، وَاعْلَمْ أَنَّ الْأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ ، رُفِعَتِ الْأَقْلَامُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ

“Aku di belakang Nabi lalu beliau bersabda padaku: “Wahai anak, aku akan mengajarimu beberapa kalimat: Jagalah Allah pasti Dia akan menjagamu, Jagalah Allah, engkau akan mendapatiNya ada di depanmu. Jika engkau meminta maka mintalah ke pada Allah. Dan jika engkau meminta pertolongan maka mintalah pertolon gan kepada Allah. Ketahuilah, sean dainya umat bersatu untuk memberimu suatu manfaat, mereka tidak akan da pat memberikannya kecuali sesuatu yang Allah telah tetapkan untukmu. Dan jika mereka berkumpul untuk mem berimu suatu mudharat, mereka tidak dapat memberikan mudharat kecuali sesuatu yang telah ditetapkan Allah bagimu. Pena-pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering” (HR. At-Tirmidzi no.2516, Ahmad no. 2763 dan ini adalah lafad Imam Ahmad)

Baca juga : Dasar Ilmu Agama adalah Wahyu

Saat anak dalam taraf belajar mengucapkan kalimat, hendaklah diajarkan melafadzkan kalimat “Laa ilaaha ilallah, Muhammadurrasulullah” (Tiada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah, Muhammad adalah utusan Allah).

Hendaknya awal kali yang didengarnya adalah tentang mengenal Allah, mentauhidkanNya, dan bahwasanya Allah berada di atas ‘Arsy, melihat dan mendengar pembicaraan makhluk, dan Allah bersama mereka di manapun mereka berada. (Ibnu Qayyim, Tuhfatul Maudud di Ahkam al-Maulud, hal. 231)

Anak

Tauhid sebelum yang Lainya

Pengajaran ilmu tauhid kepada anak-anak adalah sebelum ilmu lainnya, bahkan didahulukan dari pengajaran al-Qur'an.

Jundub bin ‘Abdullah berkata:

كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ غِلْمَانٌ حَزَاوِرَةٌ فَتَعَلَّمْنَا الإِيمَانَ قَبْلَ أَنْ نَتَعَلَّمَ الْقُرْآنَ ، ثُمَّ تَعَلَّمْنَا الْقُرْآنَ فَازْدَدْنَا بِهِ إِيمَانًا

“Kami pernah bersama Nabi saat masih muda. Kami belajar tentang keimanan sebelum mempelajari al-Qur an, setelah itu kami mempelajari al-Qur`an maka bertambahlah keimanan kami” (HR. Ibnu Majah dan al-Baihaqi dalam kitab Sunan al-Qubra)

Demikianlah Nabi dan para Sahabat, mereka sangat perhatian terhadap pengajaran akidah kepada anak-anak, mereka mengajarkan bagaimana mentauhidkan Allah.

Dilansir dari Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyah Vol. 09 No. 11 Th. 1433 H/ 2012 M. Tulisan yang disarikan oleh Ustadz Abu Hasan Arif dari Makalah yang berjudul Qurratu Ainil Abawaini di Ri'ayati wa Tarbiyati al-Banati wa al-Banin.

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img