spot_img
BerandaFiqih dan MuamalahKeutamaan Tilawah Al-Quran

Keutamaan Tilawah Al-Quran

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَتۡلُونَ كِتَٰبَ ٱللَّهِ وَأَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنفَقُواْ مِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ سِرّٗا وَعَلَانِيَةٗ يَرۡجُونَ تِجَٰرَةٗ لَّن تَبُورَ ٢٩ لِيُوَفِّيَهُمۡ أُجُورَهُمۡ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضۡلِهِۦٓۚ إِنَّهُۥ غَفُورٞ شَكُورٞ ٣٠

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” [Fatir 35:29-30]

Tilawah Al-Qur’an ada 2 jenis; tilawah hukmiyyah yaitu dengan membenarkan dan meyakini kabar-kabar yang ada di dalam Al-Qur’an, melaksanakan hukum-hukumnya dengan cara melaksanakan perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangannya. Tilawah jenis ini InsyaAllah akan datang pembahasannya di bab-bab berikutnya.

Baca Juga : Seputar Shalat Malam di Bulan Ramadhan

Adapun jenis yang kedua adalah tilawah lafdziyyah yaitu dengan membaca Al-Qur’an sebagaimana yang telah maklum bagi kita. Banyak dalil-dalil yang menjelaskan keutamaan membaca Al-Qur’an. Dalam Shahih Al-Bukhori, dari sahabat Utsman bin ‘Affan radhiyallahu’anhu, bahwasannya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya.” [HR. Bukhori]

Dan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwasannya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْمَاهِرُ بِالْقَرْاَنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكَرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِيْ يَقْرَأُ الْقُرْاَنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيْهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ اَجْرَانِ

Seorang yang lancar membaca Al-Qur’an akan bersama malaikat yang mulia dan senantiasa taat kepada Alloh ta'ala. Adapun orang yang membaca Al Qur'an dengan terbata-bata dan kesulitan dalam membacanya, maka baginya 2 pahala” [HR. Bukhori & Mulsim]

Dan 2 pahala di sini yang pertama adalah karena ia membaca Al-Qur’an dan yang kedua adalah karena kesulitan yang ia alami dalam membaca Al-Qur’an.

Dari sahabat Abu Musa Al-‘Asy’ari radhiyallahu’anhu, bahwasannya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْأُتْرُجَّةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ لَا رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ

Perumpamaan seorang mukmin yang suka membaca Al-Qur'an seperti buah Utrujah, baunya harum dan rasanya enak. Dan perumpamaan seorang mukmin yang tidak suka membaca Al Qur'an seperti buah kurma, tidak berbau namun rasanya manis.” [HR. Bukhori & Muslim]

Dan di dalam Shahih Muslim, dari sahabat Abu Umamah radhiyallahu’anhu, bahwasannya Nabi Shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

اقرَؤوا القُرْآنَ؛ فإنَّه يأتي يوم القيامةِ شفيعًا لأصحابِه

Bacalah Al-Qur’an karena sesungguhnya dia akan datang di hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada para pembacanya” [HR. Muslim]

Dan juga dalam shahih muslim, dari sahabat ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu’anhu, bahwasannya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أفلا يغدو أحدكم إلى المسجد فيعلم، أو يقرأ آيتين من كتاب الله عز وجل، خير له من ناقتين، وثلاث خير له من ثلاث، وأربع خير له من أربع، ومن أعدادهن من الإبل

Tidakkah pergi seseorang diantara kalian ke mesjid sehingga ia mempelajari, atau membaca dua ayat dari kitabullah azza wa jalla, lebih baik baginya dari dua ekor unta betina, dan tiga ayat lebih baik baginya dari tiga ekor unta, dan empat ayat lebih baik baginya dari empat ekor unta, dan lebih dari empat ayat lebih baik dari jumlahnya dari unta.” [HR. Muslim]

Dan juga dalam shahih muslim, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, bahwasannya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ تَعَالَى، يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ، إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ، وَحَفَّتْهُمْ الْمَلاَئِكَةُ، وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

Tidaklah sekelompok orang berkumpul di sebuah rumah dari rumah-rumah Allah (masjid), mereka membaca al-Qur’an serta mengkajinya, kecuali akan turun kepada mereka kedamaian/ ketenangan, rahmat Allah pun akan menyelimuti mereka, malaikat-malaikat akan mengelilingi mereka, dan Allah akan menyebutkan nama mereka di hadapan mahluk-mahluk yang ada di sisi-Nya.” [HR. Muslim]

Dan Nabi Shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

تَعَاهَدُوا الْقُرْآنَ فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَهُوَ أَشَدُّ تَفَصِّيًا مِنْ الْإِبِلِ فِي عُقُلِهَا

Biasakanlah kalian membaca al-Qur’an, Demi Allah yang nyawaku ada ditangan-Nya, hafalan al-Qur’an itu lebih mudah lepas dari pada seekor unta dari ikatannya.” [Muttafaqun ‘alaihi]

Dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَقُلْ أَحَدُكُمْ نَسِيتُ آيَةَ كَيْتَ وَكَيْتَ بَلْ هُوَ نُسِّ

“Janganlah salah seorang kalian berucap “aku lupa ayat ini dan ini”. Ia tidaklah melupakan, tapi dibuat lupa” [HR. Muslim]

Karena kalimat “melupakan” menunjukkan bahwa tidak ada usaha dalam menjaga hafalan, maka katakanlah, “Aku dibuat lupa”.

Dan dari sahabat Abddullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu, bahwasannya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ، وَلامٌ حَرْفٌ، وَمِيمٌ حَرْفٌ.

Barang siapa yang membaca satu huruf dari al-Qur’an maka baginya satu kebaikan, dan kebaikan itu akan dilipatgandakan sepuluh kali. Aku tidak mengatakan bahwa ألم(alif laam mim) itu satu huruf, akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” [HR. Tirmidzi. Hadis ini hasan shahih]

Dan masih diriwayatkan oleh sahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّ هذا القرآنَ مأدبةُ اللهِ فاقبَلوا مأدُبتَه ما استطعتَم إنَّ هذا القرآنَ حبلُ اللهِ والنُّورُ المبينُ والشِّفاءُ النَّافعُ عصمةٌ لمن تمسَّك به ونجاةٌ لمن اتَّبعه لا يزيغُ فيُسْتَعْتَبُ ولا يَعوَجُّ فيُقوَّمُ ولا تنقضي عجائبُه ولا يخَلقُ من كثرةِ الرَّدِّ اتلُوه فإنَّ اللهَ يأجُرُكم على تلاوتِه كلَّ حرفٍ عشرَ حسناتٍ أما إنِّي لا أقولُ ألم حرفٌ ولكنْ ألفٌ حرفٌ ولامٌ حرفٌ وميمٌ حرفٌ

Sesungguhnya Al-Qur’an adalah jamuan Allah, maka pelajarilah jamuan-Nya semampu kalian. Sesungguhnya Al-Qur’an adalah tali Allah, cahaya yang terang dan obat yang bermanfaat. Al-Qur’an adalah perlindungan bagi orang yang berpegang teguh dengannya dan keselamatan bagi orang yang mengikutinya, ia tidak akan menyimpang hingga harus dicela, dan tidak akan bengkok hingga harus diluruskan. Keajaiban Al-Qur’an tidak akan pernah habis dan tidak membuat bosan karena banyak pengulangan. Oleh karena itu, bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya Allah akan memberi pahala kepada kalian karena membacanya, dengan setiap huruf, 1 kebaikan. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim satu haruf, akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf. [HR. Hakim]

Saudaraku seiman, inilah keutamaan Al-Qur’an, dan ganjarannya sangat banyak dengan effort yang tidak seberapa, bagi yang mengharapkan ganjaran dari Allah Ta’ala. Maka orang yang pandir adalah orang yang melalaikan Al-Qur’an, dan orang yang merugi adalah orang yang terluput dari keuntungan yang besar. Keutamaan-keutamaan baca Al-Qur’an ini mencakup semua isi Al-Qur’an, sehingga surat manapun yang dibaca maka akan mendapatkan keutamaan ini.

KEUTAMAAN TILAWAH AL-QUR’AN

Dalil-dalil Dari Hadis Tentang Keutamaan Surat Tertentu

  1. Surat Al-Fatihah

Dalam shahih Bukhori, dari sahabat Abu Sa’id bin Al-Mu’alla radhiyallahu’anhu, bahwasannya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَأُعَلِّمَنَّكَ أَعْظَمَ سُورَةٍ مِنْ الْقُرْآنِ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ هِيَ السَّبْعُ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنُ الْعَظِيمُ الَّذِي أُوتِيتُهُ

Sungguh, aku akan mengajarkan padamu suatu surat yang paling agung dari Al Qur`an. Beliau pun bersabda, “Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin”, ia adalah As Sab'u Al Matsaanii dan Al Qur`an yang agung yang telah diberikan kepadaku.” [HR. Bukhori]

Dan karena keutamaan surat ini, Allah menjadikannya sebagai rukun dalam di dalam shalat, shalat seseorang tidak akan sah kecuali dengan membacanya, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ

Tidak ada shalat bagi yang tidak membaca Fatihatul Kitab (surat Al-Fatihah)” [Muttafaqun ‘alaihi]

Dan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَن صَلَّى صَلاةً لَمْ يَقْرَأْ فِيْهَابِفاتِحَةِ الكِتابِ فَهِيَ خِداجٌ

Siapa yang shalat namun dia tidak membaca Al-Fatihah di dalamnya, maka shalatnya kurang” beliau mengatakan demikian sebanyak 3 kali. [HR.Muslim]

  1. Surat Al-Baqarah dan Surat Ali Imran

Yang termasuk surat-surat yang memiliki keutamaan khusus adalah surat Al-Baqarah dan surat Ali Imran. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ الْبَقَرَةَ وَسُورَةَ آلِ عِمْرَانَ فَإِنَّهُمَا تَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ تُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ وَلَا تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ

Bacalah Zahrawain, yakni surat Al Baqarah dan Ali Imran, karena keduanya akan datang pada hari kiamat nanti, seperti dua tumpuk awan menaungi pembacanya, atau seperti dua kelompok burung yang sedang terbang dalam formasi hendak membela pembacanya. Bacalah Al Baqarah, karena dengan membacanya akan memperoleh barokah, dan dengan tidak membacanya akan menyebabkan penyesalan, dan pembacanya tidak dapat dikuasai (dikalahkan) oleh tukang-tukang sihir.” [HR. Muslim]

Kemudian diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إن البيت الذي تقرأ فيه البقرة لا يدخله الشيطان

Sesungguhnya rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah padanya, tidak akan dimasuki setan” [HR. Muslim]

Hal ini karena pada surat Al-Baqarah ada ayat kursi, sementara ada hadis yang shahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa siapa yang membaca surat ayat kursi di suatu malam, maka maka ia mendapat penjagaan dari Allah Ta’ala dan setan tidak akan mendekatinya.

Dari sahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma bahwasannya Jibril ‘alaihissalam berkata, dan dia berada di sisi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ini adalah pintu langit yang tidak pernah dibuka kecuali hari ini”. Kemudian turun malaikat dan mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian dia berkata,

ﺃﺑﺸﺮ ﺑﻨﻮﺭﻳﻦ ﺃﻭﺗﻴﺘﻬﻤﺎ ﻟﻢ ﻳﺆﺗﻬﻤﺎ ﻧﺒﻲ ﻗﺒﻠﻚ: ﻓﺎﺗﺤﺔ اﻟﻜﺘﺎﺏ، ﻭﺧﻮاﺗﻴﻢ ﺳﻮﺭﺓ اﻟﺒﻘﺮﺓ، ﻟﻦ ﺗﻘﺮﺃ ﺑﺤﺮﻑ ﻣﻨﻬﻤﺎ ﺇﻻ ﺃﻋﻄﻴﺘﻪ

Kabarkan dengan 2 cahaya yang diberikan kepadamu, yang tidak diberikan pada seorang nabi sebelum kamu. Yaitu Fatihah dan ayat-ayat akhir Surat Baqarah. Tidak kamu baca sehuruf pun kecuali dikabulkan untukmu” [HR. Muslim]

  1. Surat Al-Ikhlas

Yang termasuk surat yang tertentu yang memiliki keutamaan adalah surat al-ikhlas. Di dalam shahih bukhori, dari sahabat Abu Sa’id Al-Khudri, bahwasannya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang surat Al-Ikhlas,

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّهَا لَتَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ

Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, surat al-Ikhlas itu senilai sepertiga al-Quran” [HR. Bukhori]

Walaupun secara keutamaan senilai sepertiga Al-Qur’an, akan tetapi tidak dapat menggantikan sepertiga Al-Qur’an tadi, artinya jika seseorang membaca Al-Ikhlas sebanyak 3 kali, maka belum bisa mencukupi dan menggantikan bacaan Al-Fatihah.

Keutamaan sesuatu yang menyamai keutamaan yang lainnya, tidak mengharuskan dia mencukupi dan bisa menggantikan kedudukannya, seperti kasus Al-Fatihah tadi, di dalam Shahihain, dari Abu Ayyub Al-Anshori radhiyallahu’anhu, bahwasannya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قالَ لا إلهَ إلاَّ اللَّه وحْدهُ لاَ شَرِيكَ لهُ، لَهُ المُلْكُ، ولَهُ الحمْدُ، وَهُو عَلَى كُلِّ شَيءٍ قَدِيرٌ، عشْر مرَّاتٍ، كَانَ كَمَنْ أَعْتَقَ أرْبعةَ أَنفُسٍ مِن وَلدِ إسْماعِيلَ

Barangsiapa yang mengucapkan ‘Laa Ilaha Illallah Wahdah Laa Syarika lahu, Lahul Mulku, wa Lahul Hamdu, Wa Huwa ‘Ala Kulli Syai’in Qodir’ sebanyak 10 kali, maka keutamaannya seperti orang yang memerdekakan 4 orang budak dari keturunan bani Ismail” [Muttafaqubn ‘alaihi]

Walaupun demikian, jika seseorang memiliki tanggungan 4 orang budak, kemudian ia mengucapkan dzikir tadi, maka dzikir tadi belum mencukupi untuk membebaskan 4 orang budak tadi, walaupun secara keutamaan menyamai hal tersebut.

  1. Surat Al-Falaq dan An-Naas

Dari sahabat Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu’anhu, bahwasannya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ألَمْ تَرَ آيَاتٍ أُنْزِلَتْ هذِهِ اللَّيْلَةَ لَمْ يُرَ مِثْلُهُنَّ قَطُّ؟ (قل أعوذ برب الفلق) و(قل أعوذ برب الناس)

Tidakkah engkau mengetahui ayat-ayat yang telah diturunkan malam ini yang belum pernah ada sama sekali sebelumnya? Yaitu, Qul A'ūżu Birabbil Falaq dan Qul A'ūżu Birabbinnās.” [HR. Muslim]

Berusahalah wahai saudaraku, dalam memperbanyak membaca Al-Qur’an yang diberkahi ini, terutama di bulan yang diturunkan Al-Qur’an tersebut padanya. Dahulu Jibril ‘Alaihis salam membacakan Al-Qur’an kepdaa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di bulan Ramadhan setiap tahunnya. Ketika tahun wafatnya shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka malaikat Jibril membacakan kepadanya sebanyak 2 kali sebagai bentuk penekanan.

Dahulu para salaf shalih radhiyallahu’anhum memperbanyak membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan, baik di dalam shalat maupun di luar shalat. Dahulu Imam Zuhri rahimahullah jika memasuka bulan Ramadhan, beliau berkata, “Sesungguhnya bulan Ramadhan adalah bulan membaca Al-Qur’an dan memberikan makan orang lain” [Lathaif Ma’arif]. Dan dahulu imam Malik rahimahullah jika memasuki bulan Ramadhan dia meninggalkan bacaan hadis dan juga majlis ilmu, dan beliau mulai membaca Al-Qur’an dari mushaf [Lathaif Ma’arif]. Dahulu Qotadah rahimahullahu mengkhatamkan Al-Qur’an di setiap 7 malam, dan di bulan Ramadhan setiap 3 malam, dan di setiap 10 hari terakhir Ramadhan, beliau mengkatamkan Al-Qur’an sekali setiap malamnya [Latahif Ma’arif]. Dan dahulu Ibrahim An-Nakhoi rahimahullahu mengkhatamkan Al-Qur’an setiap 3 malam sekali, dan di 10 malam terakhir setiap 2 malam sekali.

Maka teladanilah mereka orang-orang yang terpilih, dan ikutilah jejak mereka, manfaatkanlah waktu siang dan malam dengan amalan yang dapat mendekaktkan kalian kepada Rabb yang Maha Pengampun, karena umur akan habis dengan cepat dan waktu akan berlalu segera, seakan-akan semua itu hanya satu jam di siang hari.

Semoga Allah menjadikan kita semua para pembaca Kitab-Nya, meridhoi kita dalam bacaan Al-Qur’an kita.

Wa Shallallahu ‘Ala Nabiyyinia Muhammad Wa ‘Ala Alihi wa Shohbihi Ajma’in.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sumber: Kitab Majalis Syahri Ramadhan oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Ustaimin rahimhullah

Penerjemah: Muhammad Sofyan

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img