Daftar Isi
Ilmu Fiqih adalah ilmu yang mengetahui hukum-hukum syar’i dengan dalil-dalilnya secara terperinci, baik dari Al-Qur’an, As-Sunnah, Ijma’, dan Qiyas yang benar.
Adapun ilmu adalah mengetahui suatu yang haq (benar) dengan dalilnya.
Macam-Macam Hukum Syar’i
Adapun hukum-hukum syar’i yang dimaksud ada lima, yaitu:
الواجب : ما أثيب فاعله وعوقب تاركه أي ما طلب الشارع فعله طلبا جازما
“Ma utsiiba faa’iluhu wa ‘uqiba taarikuhu, ayy maa thalaba asy-syaari’u fi‘lahu thalaban jaaziman”
Wajib adalah sesuatu yang pelakunya diganjar pahala dan yang meninggalkannya terancam mendapat dosa. Yaitu sesuatu yang Syariat menuntutnya secara tegas dengan keharusan untuk dilakukan.
والحرام : ضده أي ما طلب الشارع تركه طلبا جازما
“Dhidduhu, ayy maa thalaba asy-syaari’u tarkahu thalaban jaaziman”
Haram adalah lawan dari wajib, yaitu sesuatu yang Syariat menuntutnya secara tegas untuk ditinggalkan.
Baca Juga : Pengenalan Sunnah dan Ahlinya
والمكروه : ما أثيب تاركه ولم يعاقب فاعله أي ما طلب الشارع تركه طلبا غير جازم
“Maa utsiiba taarikuhu wa lam yu‘aaqab faa’iluhu, ayy maa thalaba asy-syaari’u tarkahu thalaban ghaira jaazim”
Makruh adalah sesuatu yang jika ditinggalkan mendapatkan pahala, namun jika dilakukan tidak mendapatkan dosa. Yaitu sesuatu yang Syariat menganjurkan untuk ditinggalkan, namun tidak secara tegas.
والمسنون : ضده أي ما طلب الشارع فعله طلبا غير جازم
“Dhiddahu, ayy maa thalaba asy-syaari’u fi‘lahu thalaban ghaira jaazim”
Sunnah adalah lawan dari makruh, yaitu sesuatu yang dianjurkan oleh syariat untuk dilakukan, namun tidak secara tegas diwajibkan.
والمباح : وهو الذي فعله وتركه على حد سواء أي ما لا يتعلق به أمر ولا نهي لذاته
“Wa huwa alladzi fi‘lahu wa tarkuhu ‘ala haddin sawaa’, ayy maa laa yata‘allaqu bihi amrun wa laa nahyun lidzaatihi”
Mubah adalah sesuatu yang jika dilakukan atau ditinggalkan sama saja, yaitu tidak berkaitan dengan perintah maupun larangan pada zat dari hal tersebut.

Kewajiban Menuntut Ilmu Fiqih
Suatu kewajiban bagi seorang muslim mukallaf yang terbebani syariat untuk mempelajari setiap hal yang dibutuhkannya dalam perkara ibadah dan mu’amalah, serta perkara lainnya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين” (متفق عليه)
“Barangsiapa yang Allah menginginkan kebaikan untuknya, maka Allah akan memahamkan agama kepadanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Artikel ini dinukil, diringkas, serta diterjemahkan dari pengantar Fiqih dalam kitab Minhajus Salikin wa Taudhihil Fiqh fid Diin karya Syaikh Abdurrahman Nasir As-Sa’di رحمه الله.



