spot_img
BerandaKhutbah JumatPerhatikanlah Sholat! Dia yang menentukan Keadaanmu di hadapan Rabb-mu

Perhatikanlah Sholat! Dia yang menentukan Keadaanmu di hadapan Rabb-mu

Al-Imam Ibnu Qayyim, seorang ulama besar yang memiliki banyak karya dan tulisan, dalam salah satu kitabnya Al-Fawāid beliau mengatakan:

لِلْعَبْدِ بَيْنَ يَدَيْ رَبِّهِ مَوْقِفَانِ مَوْقِفٌ بَيْنَ يَدَيْهِ فِي الصَّلَاةِ وَمَوْقِفٌ بَيْنَ يَدَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ قَامَ بِحَقِّ الْمَوْقِفِ الْأَوَّلِ هُوِّنَ عَلَيْهِ الْمَوْقِفُ الآخَرُ

“Setiap hamba akan berdiri di hadapan Rabb-nya dalam dua keadaan. Kondisi pertama adalah ketika seseorang berdiri di hadapan Allah saat menunaikan kewajiban sholat. Kondisi kedua adalah ketika seseorang berdiri di hadapan Allah pada hari kiamat untuk dihisab atas amal-amalnya. Barang siapa benar-benar menegakkan hak pada kondisi yang pertama (sholat), maka akan dimudahkan baginya kondisi yang kedua (saat dihisab).”

Beliau melanjutkan:

وَمَنِ اسْتَهَانَ بِهَذَا الْمَوْقِفِ وَلَمْ يُوَفِّهِ حَقَّهُ شُدِّدَ عَلَيْهِ ذَلِكَ الْمَوْقِفُ

“Barang siapa meremehkan berdirinya di hadapan Allah dalam sholat, maka akan dipersulit oleh Allah saat berdiri di hadapan-Nya di hari kiamat.”

Ucapan Al-Imam Ibnu Qayyim ini mengandung pelajaran besar. Beliau menegaskan pentingnya menjaga sholat dengan benar. Jika seseorang memperhatikan sholatnya, melaksanakannya sesuai tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan memahami hakikatnya, maka insyaAllah Allah akan memudahkan saat ia berjumpa dengan-Nya di akhirat.

Baca juga: Shalat dan Kedudukannya dalam Islam: Keutamaan, Kewajiban, dan Hikmahnya

Perhatikanlah Sholat! Dia yang menentukan Keadaanmu di hadapan Rabb-mu

Sholat adalah rukun Islam yang kedua setelah dua kalimat syahadat.
Sholat merupakan hubungan langsung antara hamba dengan Allah.
Melalui sholat, dapat diketahui siapa yang taat dan siapa yang bermaksiat.
Siapa yang menjaga sholatnya, ia tergolong hamba yang taat. Sebaliknya, siapa yang melalaikannya, tergolong orang yang durhaka.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْعَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلَاةُ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

“Perjanjian yang mengikat antara kita dan mereka adalah sholat, maka siapa saja yang meninggalkan sholat, sungguh ia telah kafir.” (HR. Ahmad, Abu Dāwud, Tirmidzī)

Sholat juga merupakan wasiat terakhir Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum wafat. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan disahihkan oleh Al-Imam Al-Albani dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu disebutkan:

كَانَ آخِرُ كَلَامِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم الصَّلَاةَ الصَّلَاةَ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ

“Kalimat terakhir Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah: ‘(Perhatikanlah) sholat, (Perhatikanlah) sholat, dan (berbuat baiklah kepada) hamba sahayamu.’” (HR. Abu Dāwud, shahih)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

رَأْسُ الْأَمْرِ الْإِسْلَامُ، وَعَمُودُهُ الصَّلَاةُ، وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ

“Pokok dari segala urusan adalah Islam, tiangnya adalah sholat, dan puncaknya adalah jihad di jalan Allah.” (HR. Tirmidzī, An-Nasā’ī – disahihkan oleh Al-Albānī)

Sholat menjadi penghapus dosa-dosa seorang hamba. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الصَّلَوَاتُ الخَمْسُ ، وَالجُمُعَةُ إِلَى الجُمُعَةِ ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ ، مُكَفِّراتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتُنِبَتِ الكَبَائِرُ

“Sholat lima waktu, Jumat ke Jumat, dan Ramadhan ke Ramadhan adalah penghapus dosa-dosa yang di antara semua itu, jika dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim)

Demikianlah, dengan menjaga sholat lima waktu, Allah menghapus dosa-dosa kecil yang kita lakukan.

Sholat juga merupakan amalan pertama manusia yang akan dihisab di hari kiamat kelak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ الصَّلَاةُ، فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ

“Sesungguhnya amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat adalah sholat. Jika sholatnya baik, maka ia beruntung dan sukses. Jika rusak, maka ia rugi dan merugi.”
(HR. Tirmidzī, An-Nasā’ī)

Perhatikanlah Sholat! Dia yang menentukan Keadaanmu di hadapan Rabb-mu

Al-Imam Ibnu Qayyim dalam Al-Wābilus Sayyib menjelaskan bahwa manusia terbagi menjadi lima tingkatan dalam melaksanakan sholat:

  1. Golongan yang pertama – مُعَاقَب (Akan disiksa)
    Yaitu mereka yang lalai terhadap rukunnya, wudhunya, dan kekhusyukannya. Sholatnya hanya formalitas. Golongan ini akan disiksa oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
  2. Golongan kedua – مُحَاسَب (Akan dihisab)
    Mereka menjaga waktu dan rukunnya, tetapi pikirannya masih melayang pada urusan dunia. Golongan ini akan dihisab, meskipun lebih baik dari golongan yang pertama.
  3. Golongan ketiga – مُكَفَّرٌ عَنْهُ (Dihapus dosa kecilnya)
    Mereka berusaha khusyuk, melawan hawa nafsu, dan menjaga kesempurnaan shlat. Golongan ini akan diampuni dan dihapuskan dosa-dosanya yang kecil.
  4. Golongan keempat – مُثَاب (Mendapat pahala)
    Mereka khusyuk, menjaga rukun, syarat, dan sunnahnya, serta memahami bacaan sholat. Golongan ini akan diberi pahala oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
  5. Golongan kelima – مُقَرَّب (Didekatkan kepada Allah)
    Mereka yang mencapai derajat ihsan, beribadah seakan-akan melihat Allah. Inilah golongan tertinggi.

Lalu tentang الموقف الثاني (momen kedua) yang disebutkan oleh Ibnu Qayyim, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ

“Dan bagi orang yang takut akan saat ia berdiri di hadapan Tuhannya, akan mendapat dua surga.” (QS. Ar-Rahmān: 46)

Dan dalam ayat lain:

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى، فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى

“Adapun orang yang takut akan saat berdiri di hadapan Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka surga lah tempat tinggalnya.” (QS. An-Nāzi‘āt: 40–41)

Kedua ayat ini menegaskan bahwa surga diperuntukkan bagi mereka yang takut kepada Allah dan menjaga diri dari maksiat.
Di dalamnya terdapat dorongan untuk beriman kepada al-jazā’ (balasan), al-hisāb (hisab), dan al-jannah (surga).

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan kita termasuk orang-orang yang menjaga sholat dengan sempurna, diberikan kekhusyukan di setiap rakaatnya, dan dimudahkan saat berhadapan dengan-Nya di akhirat kelak.

Baca juga: Pentingnya Perkara Sholat & 6 Tanda Kemunafikan di Dalamnya

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img