spot_img
BerandaFiqih dan MuamalahShalat dan Kedudukannya dalam Islam: Keutamaan, Kewajiban, dan Hikmahnya

Shalat dan Kedudukannya dalam Islam: Keutamaan, Kewajiban, dan Hikmahnya

Islam sangat menjunjung tinggi kedudukan Shalat, Islam mengangkat penyebutannya dan kedudukannya. Shalat ialah rukun Islam yang paling agung setelah dua kalimat syahadat. Sebuha hadis dari Ibnu Umar ia mengatakan, bahwa Nabi shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda, “Islam dibangun di atas lima rukun, syahadat persaksikan tidak ada sembahan yang berhak untuk disembah kecuali hanya Allah, dan bahwa Muhammad adalah Rasul utusan Allah, menegakkan Shalat, menunaikan zakat, berhaji, dan puasa Ramadhan.

Shalat adalah pertama kali yang akan ditanya tentangnya

Shalat merupakan perkara yang seorang hamba akan ditanya tentangnya pada hari kiamat, sebuah hadis dari Abdullah bin Qarth radhiyallahu’anhu, bahwa Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

-أولُ ما يحاسبُ بهِ العبدُ يومَ القيامةِ الصَّلاةُ ، فإنْ صَلَحَتْ ، صَلَحَ سائِرُ عَمَلِه ، و إنْ فَسَدَتْ فَسَدَ سائِرُ عَمَلِه

 “Perkara pertama kali yang seorang hamba akan dihisab tentangnya pada hari kiamat adalah Shalat, jika Shalatnya baik maka baik pula seluruh amalan lainnya, namun jika Shalatnya rusak, maka rusak pula seluruh amalannya.” (HR Thabrani dalam al Ausath dan dishahihkan oleh al Albani).

Shalat adalah pembeda antara seorang muslim dan kafir

Allah berfirman:

 فَإِن تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ ۗ وَنُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ (11)

“Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.” (QS at-Taubah : 11).

Dalam hadis dari Jabir radhiyallahu’anhu, bahwa Nabi shallallahu’alai wa sallam bersabda,

بينَ الرجلِ وبينَ الشركِ والكفرِ تركُ الصلاةِ

“Seseorang antara dia dan jatuh ke dalam kesirikan dan kekufuran adalah meninggalkan Shalat.” (HR Muslim).

Shalat adalah pembatas antara seorang hamba dan kemaksiatan

Allah berfirman,

 إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ

“Sesungguhnya Shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (QS al Ankabut: 45).

Shalat adalah diantara yang Nabi shallallahu’alaihi wa sallam sebutkan dan ulangi dalam wasiatnya sebelum kematian beliau, padahal beliau saat itu sedang merasakan sakaratul maut. Beliau berwasiat,

الصَّلاةَ وما ملَكَت أيمانُكم، الصَّلاةَ وما مَلَكت أيمانُكم

(Jagalah) Shalat,(Jagalah)  Shalat, dan (berbuat baiklah kepada) budak-budak yang kalian miliki. (HR Ibnu Majah dalam sunannya).

Shalat dan Kedudukannya dalam Islam

Wajib menunaikan shalat pada waktunya, dan berjamaah

Shalat adalah ibadah yang wajib ditunaikan di waktu-waktu yang telah ditentukan secara syariat, Allah berfirman:

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا

“Sesungguhnya salat itu merupakan kewajiban yang waktunya telah ditentukan atas orang-orang mukmin.” (QS an Nisa: 103).

Imam Bukhari ketika menjelaskan maksud ayat ini, yakni telah ditentukan waktunya yang wajib atas mereka. Menunaikan shalat pada (awal) waktunya adalah diantara amalan yang dicintai oleh Allah. Sebuah hadis Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu:

سَأَلْتُ النبيَّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ: أيُّ العَمَلِ أحَبُّ إلى اللَّهِ؟ قالَ: الصَّلَاةُ علَى وقْتِهَا قالَ: ثُمَّ أيٌّ؟ قالَ: برُّ الوَالِدَيْنِ قالَ: ثُمَّ أيٌّ؟ قالَ: الجِهَادُ في سَبيلِ اللَّهِ 

Dia berkata, aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tentang amalan apa yang paling dicintai oleh Allah, maka beliau menjawab, “Shalat pada waktunya (awal waktunya),” kemudian apakah setelah itu?, maka beliau menjawab, “Berbakti kepada orang tua,” aku bertanya lagi, kemudian apa setelah itu?, maka beliau menjawab, “Berjihad di jalan Allah.” (HR Bukhari dan Muslim).

Shalat lima waktu ini wajib ditunaikan di rumah-rumah Allah, Allah berfirman,

وَإِذَا كُنتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلَاةَ فَلْتَقُمْ طَائِفَةٌ مِّنْهُم مَّعَكَ وَلْيَأْخُذُوا أَسْلِحَتَهُمْ فَإِذَا سَجَدُوا فَلْيَكُونُوا مِن وَرَائِكُمْ وَلْتَأْتِ طَائِفَةٌ أُخْرَىٰ لَمْ يُصَلُّوا فَلْيُصَلُّوا مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا حِذْرَهُمْ وَأَسْلِحَتَهُمْ ۗ وَدَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ تَغْفُلُونَ عَنْ أَسْلِحَتِكُمْ وَأَمْتِعَتِكُمْ فَيَمِيلُونَ عَلَيْكُم مَّيْلَةً وَاحِدَةً ۚ وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِن كَانَ بِكُمْ أَذًى مِّن مَّطَرٍ أَوْ كُنتُم مَّرْضَىٰ أَن تَضَعُوا أَسْلِحَتَكُمْ ۖ وَخُذُوا حِذْرَكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ أَعَدَّ لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُّهِينًا 

“Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan serakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bersembahyang, lalu bersembahyanglah mereka denganmu],

dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit; dan siap siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu.” (QS An Nisa: 102)

Ayat ini menerangkan tentang wajibnya Shalat berjamaah dalam keadaan perang, apalagi dalam keadaan aman maka tentu lebih wajib.

Baca Juga: Memakmurkan Masjid dan Menjaga Adab di Dalamnya

Keutamaan Shalat

Shalat adalah penghapus dosa dan kesalahan.

Allah berfirman,

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ اللَّيْلِ ۚ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ (114)

“Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (Hud: 114)

– أَرَأَيْتُمْ لو أنَّ نَهْرًا ببَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ منه كُلَّ يَومٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ، هلْ يَبْقَى مِن دَرَنِهِ شيءٌ؟ قالوا: لا يَبْقَى مِن دَرَنِهِ شيءٌ، قالَ: فَذلكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الخَمْسِ، يَمْحُو اللَّهُ بهِنَّ الخَطَايَا.

“Bagaimana menurutmu jikalau ada sebuah sungai yang ada di depan pintu rumah kalian, yang memungkinkan bagi kalian untuk mandi lima kali sehari darinya, apakah mungkin akan tersisa kotoran pada dirimu? Mereka berkata, tentu tidak akan tersisa sedikit pun kotoran. Beliau berkata, demikianlah pemisalan untuk Shalat lima waktu, Allah menghapus dengan Shalat tersebut kotoran dari dosa-dosa kalian.” (HR Muslim)

Shalat adalah cahaya bagi seorang hamba

Sebuah hadis dari Abu Malik al Asy’ari radhiyallahu’anhu, bahwa Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

الطُّهُورُ شَطْرُ الإيمانِ، والْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلأُ المِيزانَ، وسُبْحانَ اللهِ والْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَآنِ -أَوْ تَمْلأُ- ما بيْنَ السَّمَواتِ والأرْضِ، والصَّلاةُ نُورٌ، والصَّدَقَةُ بُرْهانٌ، والصَّبْرُ ضِياءٌ ، والْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ، أوْ عَلَيْكَ، كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَبايِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُها، أوْ مُوبِقُها .

“Kesucian adalah setengah dari keimanan, dan kalimat hamdalah (alhamdulillah) memenuhi timbangan, kalimat tasbih (Subhanallah) dan hamdalah (alhamdulillah) maka keduanya, atau salah satunya memenuhi antara langit dan bumi. Shalat adalah cahaya, sedekah adalah petunjuk, kesabaran adalah cahaya, al-Quran adalah hujjah bagimu atau atasmu, setiap manusia berusaha, menjual dirinya, diantaranya ada yang membebaskan dirinya dan membinasakan dirinya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Tangga Meraih Derajat Tinggi di Sisi Allah

Seorang muslim bisa menggapai derajat tinggi asshiddiqin was syuhada’ (orang-orang yang jujur benar keimanannya dan orang yang gugur di medan jihad) dengan menjaga shalat, zakat dan puasanya. Dalam sebuah hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu,

أنَّ رَجُلَينِ قَدِما على رَسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ، وكان إسلامُهما جَميعًا، وكان أحَدُهما أشَدَّ اجتِهادًا مِن صاحِبِه، فغَزا المُجتَهِدُ منهما، فاستُشهِدَ، ثم مَكَثَ الآخَرُ بَعدَه سَنةً، ثم تُوُفِّيَ، قال طَلحةُ: فرأيتُ فيما يَرى النَّائِمُ كأنِّي عِندَ بابِ الجَنَّةِ إذا أنا بهما وقد خرَجَ خارِجٌ مِنَ الجَنَّةِ، فأذِنَ للذي تُوُفِّيَ الآخِرَ منهما، ثم خَرَجَ فأذِنَ للذي استُشهِدَ، ثم رَجَعا إليَّ فقالا لي: ارجِعْ؛ فإنَّه لم يَأْنِ لكَ بَعدُ

. فأصبَحَ طَلحةُ يُحدِّثُ به الناسَ، فعَجِبوا لذلك، فبلَغَ ذلك رَسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ، فقال: مِن أيِّ ذلك تَعجَبونَ؟ قالوا: يا رَسولَ اللهِ، هذا كان أشَدَّ اجتِهادًا، ثم استُشهِدَ في سَبيلِ اللهِ، ودخَلَ هذا الجَنَّةَ قَبلَه. فقال: أليس قد مَكَثَ هذا بَعدَه سَنةً؟ قالوا: بلى. وأدرَكَ رَمَضانَ فصامَه؟ قالوا: بلى. وصلَّى كذا وكذا سَجدةً في السَّنةِ؟ قالوا: بلى. قال رَسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ: فلَمَا بَينَهما أبعَدُ ما بَينَ السَّماءِ والأرضِ.

“Dia menceritakan bahwa dahulu ada dua orang dari kampung Baliyin dari Qudha’ah masuk Islam di hadapan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam. Lantas tidak lama setelah itu wafatlah salah satu diantara keduanya dalam keadaan syahid, adapun yang kedua wafat setahun jaraknya dari orang pertama. Thalhah bin Ubaidillah bercerita, dalam mimpinya ia diperlihatkan Surga, yang di dalamnya ia melihat bahwa orang yang kedua (meninggal terakhir dari dua orang tersebut) dimasukkan terlebih dahulu sebelum orang yang pertama yang wafat dalam keadaan syahid (yang lebih dahulu wafat),

maka aku pun terheran-heran. Lantas pada pagi hari akupun menceritakan hal itu kepada Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, maka Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pun bersabda, “Bukankah yang kedua ia telah berpuasa Ramadhan setelah (berperang di medan jihad), bukankah ia telah shalat 6000 rakaat setelahnya, telah mengerjakan banyak rakaat dari shalat selama setahun (sebelum datang ajalnya)?.” (HR Ahmad, Ibnu Majah).

Sesungguhnya shalat adalah ibadah yang agung dalam Islam dan memiliki keutamaan-keutamaan amat besar, semoga Allah memberikan taufik kepada kita untuk menjaga shalat-shalat kita menunaikannya di awal waktunya dan berjamaah di rumah-rumah Allah sehingga dapat meraih keutamaan-keutamaan di atas. Yuk bagikan artikel ini kepada orang lain yang kita cintai agar mereka mengetahui kedudukan shalat dan keutaman-keutamaannya. Dapatkan update artikel-artikel seputar Islam yang sebagai penyubur keimanan kita semua di aliman.id. Baarakallah fiikum

Dinukil, diringkas, diterjemahkan dari kitab ad Durrar al Muntaqah karya Syaikh Amin Abdullah As Syaqawiy hafizhahullah  oleh Catur Baro Hapsako, S.Pd., M.Sos.

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img