Daftar Isi
Islam Dibangun di Atas Lima Pilar
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Islam dibangun di atas lima hal: persaksian bahwa tidak ada ilah yang hak kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, berhaji ke Baitullah, dan puasa Ramadhan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dua kalimat syahadat adalah fondasi utama dalam agama Islam. Ia menjadi pembeda antara keimanan dan kekufuran, antara Islam dan kesesatan. Pemahaman yang benar terhadap makna dua kalimat syahadat sangat penting bagi setiap Muslim.
Baca Juga : Pengantar Belajar Fiqih Praktis (Bagian 1)
Makna Syahadat: “Lā Ilāha Illallāh”
Syahadat pertama adalah “La ilaha illallah” (لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ), yang bermakna:
Seorang hamba mengetahui, meyakini, dan berkomitmen penuh bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah semata, tanpa sekutu bagi-Nya.
Firman Allah:
وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ
“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: ‘Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah Aku'.” (QS. Al-Anbiya: 25)
Konsekuensi dari Syahadat “Lā Ilāha Illallāh”:
- Mengikhlaskan seluruh ibadah hanya kepada Allah – baik lahir maupun batin.
- Tidak menyekutukan Allah dalam bentuk apapun – menjauhi segala bentuk syirik dalam ibadah.
- Menjadikan Allah satu-satunya tujuan dalam kehidupan beragama.

Makna Syahadat: “Muhammadur Rasūlullāh”
Syahadat kedua adalah “Muhammadur Rasulullah” (مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ), yang berarti:
Keyakinan bahwa Allah mengutus Nabi Muhammad ﷺ kepada seluruh manusia dan jin sebagai rasul terakhir.
Konsekuensi dari Syahadat “Muhammadur Rasūlullāh”:
- Membenarkan seluruh berita yang dibawa oleh Rasulullah ﷺ.
- Menaati seluruh perintah beliau dan menjauhi larangannya.
- Mencintai beliau lebih dari cinta kepada diri sendiri, keluarga, dan seluruh manusia.
- Menjadikan beliau satu-satunya panutan dalam beragama.
- Meyakini bahwa kebahagiaan dunia dan akhirat hanya bisa diraih dengan iman dan ketaatan kepada Rasulullah ﷺ.
Allah telah menguatkan kerasulan Nabi Muhammad ﷺ dengan berbagai mukjizat, ilmu yang sempurna, dan akhlak yang mulia.
Tanda terbesar kerasulan beliau adalah Al-Qur'an, yang berisi kebenaran dalam kabar, perintah, dan larangan.
Penutup
Dua kalimat syahadat bukan sekadar ucapan lisan, tapi sebuah komitmen hidup. Dengan mengucapkannya, seorang Muslim telah berikrar untuk hanya menyembah Allah dan mengikuti Nabi Muhammad ﷺ sebagai pedoman hidupnya. Maka, pahami maknanya, hayati isinya, dan wujudkan dalam amal sehari-hari.
Sumber: Diringkas dan diterjemahkan dari pengantar fikih dalam Minhajus Salikin wa Taudhihil Fiqh fid Diin karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah oleh Ustadz Catur Baro Hapsako, S.Pd., M.Sos.



