Segala puji bagi Allah Ta’ala atas segala rahmat dan nikmat-Nya. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tata cara mandi junub Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagaimana dijelaskan dalam Kitab Taisirul ‘Allam Syarh ‘Umdatul Ahkam Min Kalaamil Khoiril Anaam.
Daftar Isi
Tata Cara Mandi Junub Rasulullah dari Hadits Maimunah Binti Harits Radhiyallahu ‘Anha
Didalam hadist ini menjelaskan tata cara mandi junub Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan cara lain.
عَنْ مَيْمُونَةَ بِنْتِ الحَارِثِ رضي الله عنها زَوْجِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم – أَنَّهَا قَالَتْ : { وَضَعْتُ لِرَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم وُضُوءَ الجَنَابَةِ ، فَأَكْفَأَ بِيَمِينِهِ عَلَى يَسَارِهِ مَرَّتَيْنِ – أَوْ ثَلَاثًا – ثُمَّ غَسَلَ فَرْجَهُ ، ثُمَّ ضَرَبَ يَدَهُ بِالأَرْضِ ، أَوْ الحَائِطِ ، -مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا – ثُمَّ تَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ ، ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ وَذِرَاعَيْهِ ، ثُمَّ أَفَاضَ عَلَى رَأْسِهِ المَاءَ ، ثُمَّ غَسَلَ سَائِرَ جَسَدَهُ ، ثُمَّ تَنَحَّى ، فَغَسَلَ رِجْلَيْهِ ، فَأَتَيْتُهُ بِخِرْقَةٍ فَلَمْ يُرِدْهَا ، فَجَعَلَ يَنْفُضُ المَاءَ بِيَدَيْهِ }.
Artinya:
Dari Maimunah binti Harits Radhiyallahu ‘Anha, istri Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, ia berkata: “Aku meletakkan air untuk mandi junub bagi Rasulullah. Beliau menuangkan air dari tangan kanannya ke tangan kirinya sebanyak dua atau tiga kali, kemudian membasuh kemaluannya. Setelah itu beliau mengusap tangannya ke tanah atau tembok sebanyak dua atau tiga kali. Kemudian beliau berkumur, menghirup air ke hidung, membasuh wajah dan kedua lengannya, mengguyur air ke kepala, lalu membasuh seluruh tubuhnya. Setelah itu beliau bergeser dan mencuci kedua kakinya. Aku memberinya kain untuk mengeringkan tubuh, tetapi beliau tidak menginginkannya dan mengibaskan air dari tubuhnya dengan kedua tangan.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Baca Juga: 8 Pembatal Wudhu & Penyebab Wajib Mandi Junub
Sarana Penyubur Keimanan
Dari hadits ini, para ulama menyebutkan beberapa faidah, di antaranya:
- Dalam hadits ‘Aisyah disebutkan Rasulullah membasuh kedua tangan secara umum, sedangkan dalam hadits ini disebutkan jumlahnya, yaitu dua atau tiga kali.
- Setelah membasuh tangan, Rasulullah membasuh kemaluannya, lalu mengusap tangan ke tanah atau tembok dua hingga tiga kali. Para ulama menjelaskan jika masih ada bau atau sisa setelah itu, maka dimaafkan.
- Membersihkan kemaluan di awal mandi junub agar tidak perlu membersihkannya lagi di akhir mandi.
- Dalam hadits ‘Aisyah, Rasulullah membasuh kaki saat berwudhu di awal mandi. Dalam hadits Maimunah, beliau membasuh kaki di akhir, setelah berpindah tempat. Hal ini kemungkinan karena tempat mandi kotor atau airnya menggenang.
- Maimunah memberikan kain untuk mengeringkan tubuh Rasulullah, namun beliau menolaknya dan memilih mengibaskan air dengan tangan.
- Menggosok anggota badan saat mandi tidak wajib, meski dianjurkan seperti menggosok saat wudhu.
- Anggota wudhu yang sudah dibasuh saat wudhu tidak perlu dibasuh ulang ketika mandi.
- Membasuh anggota badan saat mandi cukup satu kali, meski ada ulama yang menganjurkan tiga kali, namun tidak boleh mengkiaskan jika sudah ada dalil jelas.

Hukum Tidur dalam Keadaan Junub
عَنْ عَبْدِ اللهِ بنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ عُمَرَ بْنَ الخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: ((يَا رَسُولُ اللهِ، أَّيَرقُدُ أَحَدُنَا وَهُوَ جُنُبٌ؟ قَالَ: نَعَمْ، إِذَا تَوَضَّأ أَحَدُكُم فَليَرقُدْ))
Artinya:
Dari Abdullah bin Umar, bahwasannya Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘Anhu berkata: “Wahai Rasulullah, apakah boleh seseorang dari kami tidur dalam keadaan junub?” Beliau bersabda: “Boleh, jika ia berwudhu terlebih dahulu.” (HR. Bukhari 287 dan Muslim 305)
Hikmah berwudhu sebelum tidur saat junub:
Imam Al-Jauzi menjelaskan bahwa para malaikat menjauh dari tempat yang kotor dan berbau tidak sedap, berbeda dengan setan yang menyukai tempat kotor.
Faidah dari hadits ini:
- Boleh tidur dalam keadaan junub jika sudah berwudhu.
- Yang lebih utama adalah mandi sebelum tidur. Wudhu hanya sebagai keringanan (rukhshah).
- Disyariatkan wudhu sebelum tidur bagi yang junub dan belum mandi.
- Makruh tidur dalam keadaan junub tanpa mandi atau wudhu.
Dari sisi kesehatan, wudhu atau mandi sebelum tidur membuat tidur lebih nyenyak dan tubuh terasa segar saat bangun, sebagaimana dijelaskan Syaikh Abdurrahman As-Sa’di Rahimahullah.
Wallahu Ta’ala A’lam wa Ahkam.



