BerandaAdab dan AkhlakBerdoalah Dengan Kegigihan Karena..

Berdoalah Dengan Kegigihan Karena..

Sesungguhnya doa adalah suatu kenikmatan besar, karunia Allah yang agung, kedudukannya mulia dalam agama kita. Allah Ta'ala memerintahkan kita berdoa dan berjanji memper kenankannya. Alangkah ruginya jika kita menyia-nyiakan, meninggalkannya, atau acuh tak acuh terhadapnya.

Berdoalah, karena Doa adalah Ketaatan Kepada Allah

Allah Ta'ala berfirman:

وَٱلَّذِينَ يُؤۡتُونَ مَآ ءَاتَواْ وَّقُلُوبُهُمۡ وَجِلَةٌ أَنَّهُمۡ إِلَىٰ رَبِّهِمۡ رَٰجِعُونَ 

“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka”. (QS. Mukmin: 60)

Ayat di atas menunjukkan Allah memerintahkan hambanya untuk berdoa maka barangsiapa yang berdoa maka ia berarti telah menaati salah satu perintah Allah. Allah Ta'ala juga menyebut permohonan seorang hamba yang meminta hajatnya adalah ibadah, dan menyatakan orang yang meninggalkannya adalah “orang sombong”.

Terimakasih untukMu ya Allah, atas nikmat berdoa ini, kami tidak dapat menghitung segala pujian untukMu, Engkau adalah sebagaimana Engkau puji atas diriMu sendiri.

Berdoalah, karena Doa Adalah Ibadah

Dari an-Nu'man bin Basyir , ia berkata : Rasulullah bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ ، ثُمَّ قَرَأَ : وَقَالَ ((رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ ))

“Doa adalah ibadah”, lalu beliau membaca ayat: Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepadaKu, nisca-ya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguh nya orang-orang yang menyombong kan diri dari beribadah padaKu akan masuk neraka Jahannam dalam kea daan hina dina.” (QS. Mukmin: 60)

Berdoalah

Berdoalah, karena Doa adalah Ibadah yang Paling Utama

Dari Ibnu Abbas ia berkata, Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda:

أَفْضَلُ العِبَادَةِ الدُّعَاءُ

“Ibadah yang paling utama adalah doa.” (HR. al-Hakim, ash-Shahihah 1579)

Jika Nabi telah menyatakan bahwa doa adalah ibadah yang paling utama, maka siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang berdoa kepada selain Allah, beristighatsah kepada Nabi dan Wali, meminta sesuatu yang tidak mampu melakukannya kecuali Allah.

Allah Ta'ala berfirman:

وَلَا تَدۡعُ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَنفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَۖ فَإِن فَعَلۡتَ فَإِنَّكَ إِذٗا مِّنَ ٱلظَّٰلِمِينَ 

“Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian), itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim”. (QS. Yunus: 106)

Maksudnya adalah janganlah kamu berdo’a -wahai Muhammad- kepada selain Allah seperti patung, berhala, karena itu semua itu tidak akan memberi manfaat dan mudharat, jika kamu melakukannya yaitu berdoa kepada selain Allah maka engkau termasuk orang yang mempersekutukan Allah, mereka yang menzhalimi diri mereka sendiri kesyirikan dan kemaksiatan. (At-Tafsir al-Muyassar)

Baca juga : Alangkah Bahagia Didoakan Malaikat Pemikul ‘Arys

Berdoalah, karena Doa Adalah Amalan yang Mulia di sisi Allah

Dari Abu Hurairah radiyallahu'ahu, ia berkata: Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda:

لَيْسَ شَيْئ أَكْرَمَ عَلَى الله مِنْ الدُّعَاء

“Tidak ada sesuatu yang lebih mulia bagi Allah daripada doa.” (HR. at Tirmidzi 3370, Shahih Sunan at Tirmidzi 2648)

Doa adalah amalan yang paling banyak kemuliaan, dan tinggi kedudukan dan derajatnya oleh karena itu amalan ini pantas untuk dikabulkan dan diterima Allah.

Baca Juga : Agar Ibadahmu Diterima

Berdoalah, karena Doa Sebab bagi Tertolaknya Kemurkaan Allah

Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda:

إِنَّهُ مَنْ لَمْ يَسْأَلْ اللَّهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ

Sesungguhnya barangsiapa tidak meminta kepada Allah, maka Dia murka padanya.” (HR. at-Tirmidzi 3373, Shahih al-Jami' 1044)

Hadits ini menunjukkan bahwa keridhaanNya terletak pada permintaan dan ketaatan padaNya, dan jika Allah Ta'ala telah meridhai maka segala kebaikan adalah dalam keridha anNya, sebagaimana segala bencana dan musibah dalam kemurkaanNya. Maka sungguh jauh sekali perbedaan antara manusia dan Tuhan. Manusia jika engkau minta dia akan marah, sedangkan Allah Ta'ala akan marah dan murka jika engkau tidak meminta kepadaNya.

Sungguh indah ungkapan penyair ini :

لاَ تَسْأَلَنَّ بُنَيَّ آدَمَ حَاجَةً # وَسَلِ الَّذِي أَبْوَابُهُ لاَ تُحْجَبُ

اللهُ يَغْضَبُ إِنْ تَرَكْتَ سُؤَالَهُ # وَبُنَيَّ آدَمَ حِيْنَ يُسْأَلُ يَغْضَبُ

فَاجْعَلْ سُؤَالَكَ لِلإِلَهِ فَإِنَّمَا # فِي فَضْلِ نِعْمَةِ رَبِّنَا نَتَقَلَّبُ

Janganlah engkau meminta suatu hajat kepada Bani Adam

Mintalah kepada Allah, yang pintuNya tidak pernah tertutup

Allah akan murka jika tidak engkau mintai

Adapun Bani Adam, akan marah saat diminta

Oleh karena itu jadikanlah permintaanmu untukNya

Karena kehidupan kita senantiasa dalam karunia nikmatNya.

Baca Juga : Kewajiban Utama Untuk Mengenal Allah

Berdoalah, karena Doa Merupakan Tanda bahwa Seorang Tidak Lemah

Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda:

أَعْجَزُ النَّاسِ مَنْ عَجَزَ فِي الدُّعَاءِ، وَأَبْخَلُ النَّاسِ مَنْ بَخِلَ بِالسَّلَامِ

“Manusia yang paling lemah adalah mereka yang lemah dalam berdoa, dan manusia yang paling bakhil adalah mereka yang kikir dalam salam.” (Shahih al-Jami' 1044)

Berdoalah, karena Doa Sebab Tertolaknya Bala'

Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ الدُّعَاءَ يَنْفَعُ مِمَّا نَزَلَ وَمِمَّا لَمْ يَنْزِلْ، فَعَلَيْكُمْ عِبَادَ اللَّهِ بِالدُّعَاءِ

“Sesungguhnya doa memberi manfaat sesuatu yang telah diturunkan dan yang belum diturunkan, maka berdoalah wahai hamba Allah!” (Shahih Sunan at-Tirmidzi 2813)

Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda:

لَا يَرُدُّ القَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ

“Tidak ada sesuatu yang menolak ketetapan kecuali doa.” (Shahih Sunan at-Tirmidzi 1738)

Orang yang sakit terkadang berdoa kepada Rabbnya, lalu sembuh dengan doanya. Dan ketika kita mengamati dan memperhatikan bahwa perkaranya kembali kepada ketetapan Allah dan takdirNya.

Dialah yang mentakdirkan bahwa fulan sakit, lalu Dia memberi petunjuk untuk berdoa, maka iapun berdoa agar bala'nya lenyap lalu sembuh. Maka kembalilah perkaranya pada takdir dari awal hingga akhir, dan inilah makna doa menolak ketetapan.

Berdoalah, karena Doa Keseluruhannya Adalah Kebaikan

Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda:

ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ، لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ، وَلاَ قَطِيعَةُ رَحمٍ، إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثَ : إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ، وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ، وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا

Tidaklah seorang muslim berdoa yang tidak ada dosanya, tidak ada pemutusan hubungan silaturahmi melainkan Allah akan memberikan salah satu dari tiga hal ini : Bisa jadi doanya segera dikabulkan, bisa jadi Allah akan memberikannya nanti di akhirat, dan bisa jadi Allah menghindarkannya dari kejelekan yang semisal.”

قَالُوا : إذا تُكْثِرُ

Para sahabat berkata: “Jika demikian halnya, kami akan memperbanyak doa”

Nabi menjawab:

قَالَ : اللَّهُ أَكْثَرُ

“Allah akan lebih memperbanyak lagi (pengabulannya).” (Shahih at-Targhib wat Tarhib 1633)

Diriwayat lain Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ حَيٌّ كَرِيمٌ يَسْتَحْيِ إِذَا رَفَعَ الرَّجُلُ إِلَيْه يَدَيْهِ أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا خَائِبَتَيْنِ

“Sesungguhnya Allah Maha Pemalu dan Maha Dermawan, Dia malu jika menolak permintaan seorang hamba yang mengangkat kedua tangannya, hampa tidak dikabulkanNya.” (Shahih Sunan at-Tirmidzi 2819)

Baca juga : Kembalilah Kepada Keyakinan Agama Nabi Ibrahim

Berdoalah, karena Doa adalah Sebab Memperoleh Kebersamaan Allah

Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda:

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا دَعَانِي

Sesungguhnya Allah Yang Maha Mulia berfirman: Aku sesuai dengan prasangka hambaKu padaKu, dan Aku bersamaNya jika Dia berdoa padaKu.” (Shahih Sunan at-Tirmidzi 2388)

Hadits-hadits di atas mengajarkan dan menghasung kita agar banyak berdoa. Karena pemberian yang paling utama dari Allah kepada hambaNya adalah kebersamaanNya pada hamba Nya, karena di sinilah terdapat kehidupan bagi hati serta kebahagian hamba.

Aduhai, alangkah nikmatnya berdoa…

Dilansir dari Majalah Adz-Dzakirah Al-Islamiyah Hal 37-40 Vol. 9 No. 10 Tahun 1433 H/ 2012 M. Tulisan yang disarikan oleh Ustadz Abu Hasan Arif dari kitab ar-Risalah an-Nafiah karya Syaikh Abdul Hadi bin Hasan Wahdi.

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img